The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 38 - Tersampaikan



Suasana di meja makan itu begitu hangat, sejenak tidak akan ada yang tahu kalau ada hubungan keterpaksaan di sana. Gretel memberi perhatian pada suaminya dan Ethel memberikan perhatian pada Jesa untuk meminta perempuan itu makan yang banyak.


"Jadi, selama daddy tinggal nanti kalian harus fokus ke perusahaan," ucap Keenan memberi peringatan.


Saat ini mereka semua tengah menyantap hidangan penutup.


"Percayakan semua padaku, Dad. Aku pasti akan mendapat kontrak kerja sama dengan tender besar," ucap Ethel percaya diri.


Biasanya Ethel akan bersikap santai tapi untuk kali ini dia akan bersikap serius karena dia akan punya Mochi. Dia tidak boleh bersantai lagi.


"Tidak biasanya, apa semua ini karena asisten barumu?" tegur Tessa yang masih penasaran.


Jesa sampai tersedak karena Tessa bertanya seperti itu. Dia takut Ethel akan menjawab di luar dugaan seperti biasanya.


"Tentu saja, Mom. Sebenarnya..." Gretel ingin menyela tapi kakinya ditendang oleh Ethel di bawah meja. "Auw! Ethel...."


"Jangan bicara sembarangan, Gree. Aku lebih tua dua menit darimu," ucap Ethel.


"Memangnya kau tahu aku mau berbicara apa?"


"Tentu saja tahu, kita kan kembar!"


Merasa tidak terima Gretel gantian menendang kaki Ethel di bawah meja dan kedua saudara kembar itu saling membalas sampai membuat meja makan bergetar karena ulah mereka.


"Ethel... Gretel..." panggil Keenan yang merasa terganggu.


"Awas kau Ethel, aku akan membongkar rahasiamu," ancam Gretel. Gadis itu menatap Keenan dan ingin membongkar hubungan Ethel dan Jesa. "Dad..."


Gretel tidak sadar jika Ethel sudah berdiri di belakangnya dan bersiap membungkam mulutnya memakai tangan.


"Hmmmp!"


"Jangan mulut besar kau, Gree!"


Gretel berontak dan mencoba minta tolong tapi tidak ada yang menolongnya. Bahkan semua tertawa melihat tingkah keduanya yang konyol.


"Mereka memang tidak keren," balas Keenan seraya menggelengkan kepalanya.


Sementara Hansel dan Jesa yang melihat suudara kembar itu merasa iri, Hansel yang anak tunggal dan saudara Jesa yang berada di negara lain tapi tidak pernah memberi kabar.


"Ethel...." teriak Gretel saat bebas. Dia ingin mengejar saudara laki-lakinya itu tapi kakinya justru tersandung.


Dengan sigap Hansel menangkap istrinya.


"Sudah Gree," cegah Hansel.


"Ethel sangat menyebalkan," gerutu Gretel. Dia jadi mempunyai ide untuk mencari kesempatan pada suaminya. "Moodku jadi kurang bagus, kita menginap ya, Suamiku?"


Karena tidak enak dengan mertuanya, Hansel menurut dan mereka malam ini tidur di mansion daddy Keenan.


"Tapi jangan kaget ya melihat kamarku," ucap Gretel yang sedari dulu menyukai Hansel.


"Memangnya kamarmu ada apanya?" tanya Hansel. Dia jadi penasaran.


Ternyata di kamar Gretel ada poster besar Hansel yang tertempel di dinding. Foto yang Gretel ambil saat mereka masih sekolah dulu.


"Jangan takut padaku, ya. Aku bukan psikopat yang terobsesi pada seseorang," ucap Gretel berusaha menjelaskan.


Kalau dulu mungkin Hansel akan marah tapi kalau sekarang dia merasa lucu karena Gretel yang tergila-gila padanya.


"Aku jadi penasaran, sebenarnya apa yang membuatmu menyukaiku?" tanya Hansel.


Gretel malu mau mengatakannya karena terdengar tidak masuk akal. "Karena aku bermimpi jika anak kita akan menjadi pahlawan dunia!"


Mendengar itu, Hansel tertawa tapi tidak lama kemudian lelaki itu menyentil dagu Gretel.


"Terima kasih ya sudah menyukaiku begitu lama dan walaupun sudah aku tolak puluhan kali kau tidak menyerah," ucap Hansel tulus. Dia sekarang jadi merasa terharu karena merasa diperjuangkan.


"Akhirnya perasaanku sampai padamu." Gretel jadi meneteskan air matanya.