
Ternyata Gretel ada di Pulau Borgia, pulau bersejarah di mana mommy dan daddy nya menikah dulu.
Gadis itu tengah menenangkan diri dengan berjalan di pinggir pantai yang ada di sana. Dia sengaja mematikan ponselnya supaya tidak bisa dihubungi oleh siapa pun.
Ketika mengingat kejadian malam itu, mata Gretel akan berkaca-kaca. Tapi, buru-buru dia menggelengkan kepala supaya air matanya tidak jatuh.
Sudah cukup air mata yang dia buang untuk seorang Hansel.
"Aku akan kembali ke penginapan," gumam Gretel karena matahari sudah terbenam.
Gretel kembali dengan berjalan kaki saja, dia membeli makanan instan untuk makan malamnya. Rencana dia tidak akan keluar lagi dari kamar sampai besok jadi Gretel harus stok makanan yang banyak.
Malam itu, di Pulau Borgia turun hujan yang lebat, hawa begitu dingin padahal Gretel sudah mematikan AC di kamar penginapannya.
Yang dilakukan gadis itu sekarang bersembunyi di dalam selimut, matanya tidak bisa terpejam padahal sudah tengah malam.
Tiba-tiba dia merasakan ada tetesan air dari atas plafon ternyata kamarnya bocor.
Dan petugas penginapan menggedor pintu kamar Gretel kalau ternyata penginapan itu bocor dan banjir.
"Cepat kemasi barang-barang anda, Nona!"
"Apa banjirnya separah itu?"
"Banjirnya sudah memasuki lobi,"
Penginapan itu hanya satu lantai jadi Gretel buru-buru mengemasi barangnya malam itu.
Semua pengunjung penginapan meninggalkan tempat itu termasuk Gretel, sekarang gadis itu bingung harus mencari penginapan ke mana.
"Hah?" desaahnya sambil memegang payung.
"Sebaiknya aku cari tempat berteduh dulu," sambung Gretel.
Banjir semakin tinggi membuat Gretel jadi bingung sendiri. Terpaksa dia naik ke sebuah bangunan yang mempunyai lantai tinggi untuk berteduh sebelum dia tidak bisa lewat karena banjir yang tidak terkendali.
"Nasib sial Ethel jadi berpindah padaku sekarang," gerutu Gretel sambil membuka kopernya untuk mengambil baju supaya melapisi tubuhnya.
Beruntung banjir cepat surut, rencananya Gretel ingin kembali ke penginapan dan minta ganti rugi.
Namun, saat sampai di lobi penginapan hal tak terduga terjadi. Gretel melihat Hansel datang bersama beberapa polisi.
"Apa yang dia lakukan?" Gretel membalik badannya supaya tidak ketahuan.
Sialnya! Dia menabrak seseorang ketika membalik badan.
"Kau tidak apa-apa, Nona?" tanya orang itu.
Ternyata orang itu adalah Eggy, gigolo yang pernah dia sewa. Eggy juga menjadi korban insiden semalam.
"Kau masih mengingatku? Tolong bawa aku pergi dari sini," pinta Gretel.
"Ada apa?"
"Di sana ada suamiku, aku harus kabur,"
"Aku tidak bisa menyembunyikan istri orang,"
Gretel harus berbohong supaya Eggy mau bekerja sama.
"Dia itu suami suka judi, selingkuh dan main tangan jadi kau harus membantuku,"
Eggy tampak berpikir sejenak sampai akhirnya dia memutuskan untuk membawa Gretel pergi.
"Pertama-tama, kita keluar dulu dari sini," ajaknya.
Mereka pun keluar dari penginapan dan pergi ke swalayan terdekat untuk mencari sarapan. Eggy memesan dua kopi dan sandwich untuk sarapannya bersama Gretel.
"Judi, selingkuh, main tangan?" tanya Eggy memperjelas.
"Aku hanya mengarang saja," jawab Gretel jujur.
"Sudah aku duga," balas Eggy yang tidak bersikap formal lagi pada Gretel karena dia tidak dibayar sebagai gigolo oleh perempuan itu. "Jadi, apa masalahnya sekarang?"