The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 50 - Terjebak



Sebelum sampai ke apartemen, Hansel singgah ke swalayan karena ingin membeli pembalut untuk istrinya. Dia juga singgah ke toko obat untuk membeli obat pereda nyeri.


"Apa masih sakit?" tanya Hansel saat kembali masuk ke dalam mobil.


Gretel hanya menganggukkan kepalanya karena memang rasa nyeri di perutnya semakin bertambah.


"Minum obatnya dulu." Hansel memberikan obat dan botol air putih untuk istrinya itu. "Lebih baik besok tidak usah kerja dulu!"


"Nanti sakitnya juga sembuh sendiri, daddy mulai besok tidak ada jadi aku dan Ethel harus bertanggung jawab," balas Gretel seraya meminum obatnya.


Menyebut nama saudaranya, Gretel jadi memikirkan keadaan Ethel karena lelaki itu begitu tenang, tidak mengganggunya seperti biasa.


"Ethel sedang apa, ya?" Gretel jadi cemas kalau lelaki itu diam saja.


Saat dia melihat ponsel, tidak ada satu pun panggilan dari saudaranya itu.


"Awas saja kalau sampai besok dia tidak masuk kantor!"


Yang dicemaskan Gretel saat ini tengah mencuci piring dan gelas di wastafel setelah Ethel selesai makan malam bersama Jesa.


Jesa sampai tidak percaya Ethel bisa mencuci piring. Mungkin itu salah satu kelebihan dari Ethel yang Jesa lihat untuk saat ini.


"Kamar di unitmu hanya satu jadi aku akan tidur di sofa ruang tamu," ucap Jesa yang masih duduk di meja makan.


"Kenapa tidur di sofa? Kau bisa pakai ranjangku, dewiku," sahut Ethel seraya mengelap tangannya yang basah.


Ethel berjalan ke arah Jesa dengan memberikan perempuan itu jus organik miliknya.


"Minumlah ini untuk menghindari penuaan, ini adalah rahasiaku bisa awet muda," ucap Ethel.


"Jangan mengalihkan pembicaraan, kita sedang membahas masalah ranjang," balas Jesa yang menolak jus organik pemberian lelaki itu.


"Seperti yang aku bilang sebelumnya, ranjangku adalah ranjangmu dan tubuhku jadi milikmu. Kau tidak perlu menggodaku lagi karena aku akan menyerahkan diri untuk melayanimu, dewiku!" Ethel meraih satu tangan Jesa dan mengecup telapaknya.


Jesa kembali mengatur nafasnya, sumpah demi apapun dia ingin berteriak tapi kalau dia melakukan itu, Ethel akan semakin bertingkah.


Jadi, perempuan itu melampiaskan kekesalannya dengan meninju bantal dan guling yang ada di kamar.


"Aaaa..."


"Aaaa..."


"Aku harus bagaimana? Huaaa..." akhirnya Jesa menangis karena merasa terjebak dengan keadaan.


Jesa menangis sambil meraung-raung di kamar dan Ethel justru merasa terharu karena melihat Jesa yang seperti itu.


"Dewiku ternyata kau kesenangan karena mendapat tubuhku secara cuma-cuma, aku berjanji akan melayanimu sepenuh hati," ucap Ethel.


Jesa semakin menangis dan sekarang hanya bisa pasrah. Malam itu, mereka tidur di ranjang yang sama tapi Jesa menolak untuk berhubungan badan.


Di tengah malam, Jesa terbangun karena Ethel yang mengigau dan mengeluarkan keringat dingin.


"Kau kenapa lagi?" gumam Jesa. Dia berusaha membangunkan Ethel.


Saat Ethel terbangun, lelaki itu langsung memeluk Jesa erat sekali.


"Aku mimpi di kejar-kejar malaikat pencabut nyawa lagi," ungkap Ethel dengan badan bergetar.


Sepertinya memang Ethel tidak main-main maka dari itu Jesa berusaha membujuknya.


"Tidak apa-apa, ada aku di sini," ucap Jesa seraya mengelus punggung lelaki itu. "Tidurlah lagi, bukankah besok kita akan bekerja?"


"Tapi tidurnya berpelukan, ya?" pinta Ethel.


Mau tidak mau, Jesa membiarkan tubuhnya dipeluk oleh Ethel. Wajah lelaki itu terbenam di dadanya.


"Kalau sambil nyusu boleh tidak?"


"Jangan mencuri kesempatan!"


_


Rekomendasi Author


Judul : Mantan Suami


Napen : momy siu



Diserbu ya ges...