
Hujan sudah mulai reda, bersamaan dengan itu, Gretel kembali dari kelas memasaknya. Dia bergegas turun dari mobil dan meminta security untuk memakirkan.
Buru-buru Gretel ke ruangan Keenan karena dia sudah sangat terlambat. Seharusnya dia kembali tepat setelah jam makan siang.
"Aku harus siap-siap dimarahi daddy," gumam Gretel dalam hatinya.
Namun, kali ini Keenan tidak marah sama sekali dan hal itu membuat Gretel bingung.
"Daddy, kenapa?" tanya Gretel.
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak mau moodku rusak karena memarahi kalian," jawab Keenan. Dia tahu kalau Ethel juga belum kembali ke perusahaan.
"Aku harap saat daddy tinggal nanti kalian menangani perusahaan dengan baik," sambungnya.
Keenan sudah tidak sabar melakukan perjalanan bisnis sekaligus berbulan madu lagi dengan Tessa.
"Daddy membuatku iri," gerutu Gretel. Gadis itu merasa cupid tidak berpihak padanya.
Dengan langkah gontai dia melangkah ke ruangannya berada. Sebelum melakukan pekerjaannya, dia mencoba menghubungi Ethel dan menanyakan keadaan saudaranya itu setelah lepas perjaka.
Sebelumnya mereka setiap hari selalu bertemu jadi rasanya aneh jika Gretel tidak melihat wajah Ethel yang menyebalkan itu.
"Ada apa, Gree?" jawab Ethel dengan terengah-engah.
"Apa yang kau lakukan, heh?" Gretel curiga karena merasa ada yang janggal.
"Cepat katakan! Aku mau keluar!" Ethel menggeram di sana.
"Keluar apanya?" tanya Gretel kebingungan.
"Setelah hilang keperjakaan, rasa percaya diriku tumbuh, Gree!" ungkap Ethel yang membuat Gretel semakin bertanya-tanya.
Sampai Gretel mendengar suara desahaan wanita di ujung telepon.
"Apa kau sedang melakukannya sekarang? Kau gila, Ethel!" teriak Gretel seraya menutup panggilan.
Bisa-bisanya Ethel menerima panggilan darinya disaat seperti itu. Kalau begitu namanya sudah kelewat percaya diri.
"Haish, yang menikah siapa, yang membuat anak siapa, yang bulan madu siapa," keluh Gretel yang semakin merasa tidak adil. Disaat dia mengejar cinta suaminya tapi Ethel dan kedua orang tuanya membuat gadis itu iri setengah mati.
"Seharusnya aku yang berbulan madu dan membuat anak!"
Kemudian Gretel menepuk pipinya karena dia harus membuang jauh pikiran itu, dia tidak boleh memaksa suaminya.
Jadi, dia mencoba membuang pikiran itu. Dia akan menyelesaikan pekerjaannya sebelum kembali ke kantor Hansel. Dia tahu jika Hansel mengalami kerugian jadi Gretel mengajukan pencairan dana yang harus ditanda tangani oleh Keenan untuk membantu perusahaan suaminya.
"Semoga setelah ini akan kembali stabil, percuma mencari pihak luar yang membobol data pasti mereka mengubah alamat IP supaya tidak terlacak. Sekarang yang terpenting harus memperkuat firewall perusahaan suamiku dan mementalkan pihak luar yang akan mencuri datanya lagi. Pengamanan yang sangat rendah pasti kau sibuk dengan kekasihmu, 'kan?" Gretel jadi kesal sendiri.
Gretel pun mulai berkonsentrasi lagi sampai jam kantor selesai. Sebelum pergi, dia meminta tanda tangan Keenan dulu.
"Ini untuk terakhir kalinya, Daddy," bujuk Gretel seraya mencium pipi Keenan.
Keenan menghela nafasnya panjang sebelum memberikan tanda tangan. "Kalau Hansel masih tidak membalas cintamu, aku anggap dia laki-laki buta!"
Walaupun berkata seperti itu, Keenan tetap membubuhkan tanda tangannya.
Gretel langsung berlari untuk masuk ke dalam lift, sambil menunggu lift turun, dia menghubungi Boy.
"Kau sudah mengumpulkan staff IT, 'kan?" tanyanya.
"Iya, kami sedang menunggumu," jawab Boy.
Membutuhkan waktu beberapa jam untuk sampai ke kantor Hansel karena Gretel singgah dulu membeli beberapa kotak pizza.
"Maaf menunggu, kalian pasti lapar, 'kan?" Gretel meletakkan kotak-kotak pizza yang dibawanya ke meja.
Sekarang dia berada di ruangan IT di mana ada Boy dan beberapa staff IT lainnya. Gretel tidak menyadari jika Hansel mengamati istrinya itu dari kejauhan.
Sekarang, Gretel tampak berbeda. Bukan Gretel yang sering telanjang untuk menggodanya tapi Gretel yang sangat keren di sana.
Apalagi saat Gretel ikut mereset semau firewall perusahaannya, gadis itu kelihatan berkelas sekali.
"Sekarang firewall sudah diperbarui jadi kalian harus memperketat lagi sistem keamanan dan..." Gretel memberikan proposal yang sudah ditanda tangani Keenan pada Boy. "Ini untuk menutupi kerugian!"
"Sekarang tinggal memikirkan cara untuk membuat promosi dan memasarkan properti dari perusahaan ini. Yang jelas jangan mengurangi bahan dan kualitas, kepercayaan costumer paling utama!"
Semua mengangguk setuju akan saran Gretel itu.
"Ehem!" Hansel akhirnya ikut bergabung di sana.
"Suamiku..." Gretel mendekat ke arah Hansel dengan senyuman manisnya. "Aku sudah menyelesaikan semuanya!"
"Aku melihatnya sampai kehabisan kata-kata!" Hansel meraih pinggang langsing Gretel kemudian mencium bibir istrinya. "Hadiah untuk kerja kerasmu!"
_
Mampir juga di ceritaku yang lain ya, Kak.
Judul : Selir Kesayangan King Mafia
Napen : Shim Chung