
Pada saat itu, Keenan tengah mengarungi surga dunia bersama istri tercintanya. Mereka menikmati waktu honeymoon seperti sepasang pengantin baru.
"Kee..." panggil Tessa sambil meremas seprai, dia sudah tidak tahan lagi. Permainan suaminya semakin hari semakin membuatnya menggila.
"Bersama sayang," balas Keenan yang masih bersemangat memompa istrinya dari segala arah.
Sampai sepasang manusia itu melolong nikmat saat mencapai puncak surga dunia.
Keenan ambruk dengan mengecupi punggung telanjang istrinya. Dia masih ingin melakukan sesi selanjutnya jadi Keenan belum membiarkan Tessa lepas darinya.
"Aku lelah," keluh Tessa.
"Satu lagi sayang," bujuk Keenan yang pedang panjangnya mulai tegak karena minta diasah lagi.
"Dari tadi satu terus tapi tidak selesai-selesai," protes Tessa.
Saat Keenan akan kembali melakukan penyatuan, ponsel lelaki itu berdering, awalnya Keenan tidak peduli tapi ponselnya tidak berhenti berbunyi.
"Siapa sebenarnya yang mengganggu, seharusnya aku matikan ponsel," decak Keenan sebal.
Dengan terpaksa Keenan menerima panggilan yang ternyata dari putrinya.
"Hallo, Gree..." Keenan mendadak jadi cemas karena takut terjadi apa-apa pada Gretel.
Namun, Keenan justru mendapat informasi mengejutkan dari anak perempuannya itu.
"Ethel ditolak dan langsung depresi, dia merasa tidak punya masa depan," lapor Gretel.
"Astaga, kalian memang anak-anak tidak keren. Kenapa bisa ditolak terus? Itu menghancurkan nama baik keluarga," balas Keenan yang fokus pada penolakan.
"Ethel minta daddy membeli menantu lagi,"
"Apa? Jadi aku harus berbisnis menantu lagi? Kalian ini benar-benar..."
"Bagaimana menurut daddy? Aku akan bicara pada tim kuasa hukum untuk mengurus semuanya,"
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Ethel?"
"Dia merasa menjadi korban karena Jesa mengambil keperjakaannya dan mereka gagal membuat Mochi,"
"Itu nama calon cucumu, Dad."
Keenan memegang dadanya karena syok, bisa-bisanya ada kasus seperti ini dalam hidupnya. Ini mungkin adalah karma karena masa mudanya dulu Keenan sering membuat susah kedua orang tuanya, sekarang dia dibuat susah dengan anak-anaknya sendiri.
"Sepertinya bibit Keesa ku kualitasnya menurun saat menjadi si kembar," batin Keenan sambil mengelus dada.
...***...
"Bagaimana?" tanya Hansel.
Gretel meletakkan ponselnya kemudian mendekat pada suaminya. Perempuan itu duduk di pangkuan Hansel dengan kedua tangan mengalung di leher kokoh sang suami dengan mata yang menatap Hansel lebih dalam.
"Daddy tidak akan membiarkan anak-anaknya ditolak," jawab Gretel.
Hansel terkekeh karena mengingat Keenan yang datang padanya untuk menawarkan pernikahan, secara tidak langsung Keenan waktu itu tengah melamarnya dengan kedok bisnis.
"Kau beruntung mempunyai daddy yang bisa melakukan apapun untukmu, Gree," ucap Hansel kemudian.
"Daddy memang keren, 'kan?" tanggap Gretel seraya mengecup bibir suaminya.
Sedetik kemudian kecupan itu berubah menjadi ciuman yang panas dan liar.
"Aku tidak sabar untuk beberapa hari ke depan, setelah aku selesai datang bulan, habislah kau, Suamiku," ucap Gretel setelah selesai berciuman.
"Oh iya? Aku sering melihatmu panik dan gugup beberapa kali," sindir Hansel.
"Itu tidak akan terjadi lagi.." elak Gretel untuk mengusir rasa malunya. "Sepertinya setan mesumnya sudah kembali lagi!"
Tangan Gretel kemudian meraba tubuh bagian bawah suaminya.
"Aku pasti bisa menaklukkan benda menonjol ini karena kita harus bekerja sama untuk membuat Hero!"
"Hero?"
"Aku terinspirasi dari Ethel jadi aku memberi nama anak kita 'Hero' karena dia adalah pahlawan dunia,"
"Oh God..."