The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 43 - Tonjolan



Hansel melepas pelukan kemudian menatap istrinya yang rambut dan tubuhnya basah. Lelaki itu kemudian meraih tengkuk Gretel dan mencium istrinya sambil mendorong tubuh ramping itu ke dinding kolam renang.


Tidak mau tinggal diam, Gretel juga membalas ciuman suaminya dengan menggebu-gebu.


"Hmmp!" Gretel merasa nafasnya sudah mau habis.


Hansel yang menyadari itu segera melepas ciuman dan pindah mencumbu leher sang istri. "Jadi, kau mau membuat anak?"


"Bukankah sudah jelas? Ini kesepakatan bisnis yang menguntungkan, bukan?" Gretel meremas rambut Hansel sambil mendongakkan kepala ke belakang.


Sepasang suami istri tidak sadar jika masih berada di mansion Keenan, sang daddy yang pagi itu berada di ruang gym yang berada di lantai dua melihat kelakuan putri dan menantunya.


Kebetulan ruangan gym berdinding kaca dan berhadapan dengan kolam renang.


"Astaga, apa mereka akan membuka pabrik di kolam renangku?" gumam Keenan.


Keenan bergegas turun ke lantai satu untuk mencari sang istri.


"Sayang..." panggil Keenan.


"Ada apa, Kee?" tanya Tessa yang melihat suaminya tampak cemas.


"Gree dan menantu kita membuka pabrik di kolam renang," jawab Keenan.


"Apa?" Tessa membelalakkan mata dan langsung mengecek sendiri apa yang dikatakan suaminya.


Dengan berdebar Tessa mengintip ke arah kolam renang namun ternyata Hansel dan Gretel baru keluar dari kolam, mereka tengah memakai bathrobe bersama.


"Sayang, jangan lihat lama-lama!" cegah Keenan.


"Mereka tidak melakukan apapun, Kee," balas Tessa.


Tessa kemudian menarik tangan suaminya supaya menjauh karena Hansel dan Gretel berjalan ke arah mereka.


"Kita pura-pura tidak tahu," ucap Tessa mengambil handuk gym Keenan dan menyeka keringat suaminya.


"Ya ampun sayang, aku benar-benar lelah!" Keenan berkata seperti itu saat Gretel masuk ke dalam.


"Tentu sedang bermesraan," jawab Keenan berusaha santai. "Tenang saja, daddy tidak melihat apapun. Iya kan sayang?"


Tessa melotot ke arah suaminya, kata-kata itu seolah memberitahu kalau mereka sebelumnya mengintip.


"Matamu kenapa sayang? Lagi pengen ya, aku kita buka pabrik Keesa!" ajak Keenan seraya menggandeng tangan Tessa untuk pergi ke kamar mereka.


"Dad..." panggil Gretel. Dia belum selesai berbicara. "Aku mau pulang!"


"Berhati-hatilah saat berangkat besok!"


Keenan mengacungkan jari jempolnya ke atas sebagai jawaban.


"Dasar daddy-daddy berjiwa muda!" gerutu Gretel.


Kemudian Gretel mengajak suaminya untuk masuk ke kamar dan bersiap-siap pulang. Dia tidak mau ada gangguan saat membuat anak. Tadi, saat bermesraan di kolam renang, ada pelayan yang lewat. Badan pelayan itu sampai bergetar karena melihat Hansel dan Gretel yang tengah bercumbu.


Gretel sudah berkhayal saat dalam perjalanan pulang.


"Ehem!" Hansel berdehem karena merasa canggung.


Setelah kejadian di kolam renang tadi, Hansel jadi salah tingkah sendiri. Dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya sekarang, berbeda saat dia bersama dengan Abel. Apakah ini yang dinamakan kekuatan tali pernikahan?


"Apa kau haus, Suamiku?" Gretel mencari botol minum kemudian membuka tutupnya. Dia memberikan pada suaminya yang tengah menyetir mobil. "Minumlah dulu!"


"Susah, Gree!" Hansel kesulitan menjangkau botol minum itu.


Akhirnya Hansel menepikan mobilnya tapi bukan untuk minum tapi lagi-lagi mencium bibir Gretel yang menggoda.


"Suamiku..." Gretel mencoba mendorong dada Hansel. "Buat anaknya jangan di sini, tempatnya sempit!"


"Aku merasa tubuhku panas, Gree," ungkap Hansel yang tidak mau menutupi apapun lagi. Bahkan celananya sudah sesak.


Gretel yang menyadari itu menutup wajah dengan kedua tangannya karena malu. "Ya ampun apa itu yang menonjol!"