
Jesa melihat kalender di nakas kamarnya dan berharap dia cepat datang bulan supaya bisa terlepas dari Ethel. Namun, dia kembali memikirkan akan tinggal di mana, kalau tinggal bersama kakeknya pasti dia akan dinikahkan. Apalagi kalau sampai kakeknya tahu jika Jesa sudah terlepas dari April.
Dipikir-pikir lagi sebenarnya Jesa harus berterima kasih pada Ethel karena telah membebaskannya dari April. Kalau tidak, mungkin dia sekarang masih jadi pesuruh dan tidak bisa menikmati waktu weekendnya.
"Setidaknya aku harus membalas budi," gumam Jesa. Dia sedikit memiliki tabungan.
Saat Ethel keluar dari kamar mandi, dia mengajak lelaki itu untuk ke tempat sauna.
"Aku yang traktir," ucap Jesa.
Ethel berdecak sambil menggelengkan kepalanya. "Ck! Ck! Kau sedang modus mau mengajakku berkencan, 'kan?"
Demi menjaga kewarasan, Jesa tidak akan terpancing emosi hari ini, dia ingin menikmati libur weekend dengan nyaman.
"Kalau tidak mau ya sudah," balasnya.
"Siapa bilang, aku tidak mau!" Ethel bergegas kembali ke unitnya untuk bersiap-siap.
Sebenarnya dia belum pernah datang ke tempat sauna jadi Ethel penasaran. Setelah berganti baju, lelaki itu kembali menjemput Jesa.
Mereka berdua pergi ke tempat sauna dengan Ethel yang menyetir mobil. Sepanjang perjalanan Jesa memasang headset di telinganya untuk mengurangi debat dangan Ethel.
"Untuk hari ini saja, jangan membuat moodku memburuk," batinnya.
Saat sampai, Jesa tersenyum cerah dan hal itu tidak pernah Ethel lihat.
"Ternyata begitu senangnya mengajak aku berkencan, ya. Kau memang perempuan beruntung karena aku tidak menerima tawaran kencan sembarangan," ucap Ethel seraya turun dari mobil.
"Whatever!" Jesa memilih menarik tangan Ethel untuk masuk ke dalam sauna.
Jesa membayar untuk dua orang dan dia juga menyewa baju untuk dipakai masuk sauna.
"Ini kunci lokermu." Jesa memberikan sebuah kunci loker untuk menyimpan barang. "Dan ini baju gantinya!"
Ethel menerima itu dan masuk ke ruang ganti untuk menyimpan barang dan mengganti bajunya.
Sebelum keluar dari ruang ganti, dia bercermin dulu melihat penampilannya.
"Memakai baju apapun, aku tetap kelihatan tampan," gumamnya.
Kemudian dia masuk ke dalam sauna dan mencari Jesa berada.
"Jesa... aku lapar!" teriaknya.
Semua pengunjung saling pandang karena mendengar teriakan Ethel itu termasuk Jesa yang malu sambil bersembunyi.
...***...
Hansel terbangun dan mendapati Gretel yang tertidur dengan kepala yang berada di perutnya.
"Gree..." panggilnya seraya mengusap kepala istrinya.
Gretel terbangun karena merasa ada gerakan dari suaminya. Dia buru-buru memeriksa suhu tubuh Hansel.
"Akhirnya demam mu turun, Suamiku," ucap Gretel lega.
"Jadi kau merawatku semalaman?" tanya Hansel yang seperti orang pingsan tadi malam.
"Bagaimana aku bisa tidur jika suamiku sakit, aku akan meminta sarapan pada mommy." Gretel segera turun dari ranjang dan segera keluar kamar untuk mencari Tessa.
"Gree, setidaknya mandilah terlebih dahulu!" seru Hansel.
"Aku tidak mau, aku ingin berenang di mansion hari ini!" sahut Gretel yang masih mendengar suaminya.
Hansel pikir jika Gretel akan kembali ke kamar dengan membawa sarapan tapi yang datang justru pelayan.
"Di mana istriku?" tanya Hansel pada pelayan itu.
Ternyata Gretel benar-benar berenang tanpa kembali ke kamar. Hansel tidak mau sarapan karena ingin menyusul istrinya ke kolam renang.
Dan di sana, Gretel berenang seorang diri memakai bikini Tessa.
"Gree... aku menunggumu!" seru Hansel.
Suara Hansel terdengar samar-samar karena Gretel tengah menenggelamkan diri ke dalam air.
Merasa diabaikan, Hansel pun melepas baju atasnya dan ikut masuk ke dalam kolam renang. Lelaki itu mencari istrinya yang menenggelamkan diri.
"Apa yang kau lakukan!?" teriak Hansel saat berhasil menarik istrinya ke permukaan.
"Suamiku..." Gretel merasa keheranan karena Hansel yang ikut masuk ke kolam renang. "Aku sedang latihan tahan nafas!"
Mendengar itu, Hansel langsung memeluk istrinya.
"Aku kira kau nekat,"
"Nekat mengakhiri hidup?"
Gretel membalas pelukan suaminya. "Aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu apalagi aku belum merasakan bagaimana membuat anak!"