The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 68 - Kepergok



"Astaga!" Gretel menutup wajahnya karena malu, dia tidak menyangka milik suaminya akan sebesar itu. "Apa itu akan muat?"


Jantungnya semakin berdegup kencang ketika Hansel membuka kedua kakinya.


"Jangan tegang!" Hansel masih mencoba menenangkan istrinya.


"Tapi itu..." Gretel jadi salah tingkah. Kemudian dia teringat kalau sudah gagal melakukan malam pertama untuk kesekian kalinya.


Jadi, malam ini haruslah berhasil.


Gretel mengalungkan kedua tangannya di leher Hansel dan berusaha rileks. "Lakukan, Suamiku!"


Mendapat kode seperti itu, Hansel mencium kening istrinya kemudian turun ke mata dan hidung, terakhir ke bibir sambil berusaha mendorong miliknya.


Awalnya memang susah tapi lama kelamaan bisa masuk juga sampai membuat Gretel memekik kesakitan.


"Tahan, ya." Hansel melepas ciumannya sebelum bergerak. Dia harus membuat Gretel terbiasa dulu dengan miliknya.


Gretel mengangguk, dia sudah pasrah.


Saat Hansel mulai gerakan pertamanya, Gretel hanya bisa meringis menahan sakit tapi setelah beberapa saat sakit itu berubah menjadi kenikmatan tiada tara.


Bahkan Gretel mendesaah tanpa sadar. Dia mulai terbawa dalam permainan suaminya.


Ketika mencapai puncak, pasangan suami istri saling berpelukan dan membiarkan bibit Hero masuk sedalam-dalamnya.


"Bagaimana?" tanya Hansel yang nafasnya masih terengah.


"Rasanya menyenangkan," jawab Gretel malu-malu.


"Kalau begitu, kita habiskan malam dengan membuat Hero!" Hansel tidak akan membiarkan Gretel istirahat malam ini.


Mereka kembali mengulang kegiatan penyatuan jasmani itu sampai tubuh mereka kelelahan.


...***...


"Pinggangku," keluh Gretel sambil menepuk-nepuk pinggangnya terasa ngilu. "Ternyata kebanyakan membuat anak tidak bagus!"


Gretel tengah naik taksi menuju pusat perbelanjaan milik perusahaan keluarganya yang ada di Pulau Borgia. Dia meninggalkan suaminya yang masih tertidur.


Secara tidak sadar mereka jadi melakukan bulan madu. Jadi, setelah ini Gretel akan mengajak suaminya jalan-jalan.


"Nona Gretel," panggil manager pusat perbelanjaan. Lelaki itu turun ke lantai dasar setelah mendapat laporan jika Gretel datang.


"Kenapa tidak memberi kabar jika datang?"


Gretel memegang pinggangnya dan cara berjalannya jadi aneh.


"Nona sakit?"


"Aku datang ke sini untuk melihat keadaan!"


Kemudian Gretel mencari ponselnya untuk berfoto dengan manager itu.


"Aku harus melapor pada Ethel," ucapnya.


Kalau dipikir-pikir Gretel belum memberi kabar sama sekali pada saudaranya itu. Jadi, setelah kunjungan selesai, Gretel duduk di food court untuk menghubungi Ethel.


"Gree..." panggil Ethel ketika mendapat panggilan dari saudaranya. "Apa Hansel sudah menemukanmu?"


"Aku tidak menyangka suamiku akan cepat menemukan aku dan ternyata kami hanya salah paham," jawab Gretel.


"Untung aku belum menghajarnya," ucap Ethel.


"Kau tahu, aku sudah membuat anak. Ternyata rasanya sungguh menakjubkan sampai badanku sakit semua," ungkap Gretel.


"Sakit semua? Jesa tidak seperti itu," balas Ethel.


"Itu karena hubungan kalian aneh, coba kau tanya padanya, jangan hanya menuruti nafsumu saja," ucap Gretel memberi saran.


Ethel mengerutkan keningnya karena mendapat saran seperti itu. Dia kemudian melihat Jesa yang ada di mejanya.


"Cintaku..." panggilnya.


Jesa menatap Ethel dan menunggu lelaki itu berbicara lagi.


"Apa badanmu sakit semua setelah kita membuat adonan Mochi?" tanya Ethel.


Jesa mengangguk. "Kadang bahkan sampai lecet, kau tidak mau berhenti melakukannya!"


"Astaga, aku menyakitimu!" seru Ethel sambil berdiri dari tempat duduknya.


Ethel berjongkok di depan Jesa dan ingin melihatnya sendiri dengan menaikkan rok Jesa. "Coba sini aku lihat!"


"Jangan, aku tidak mau! Kita sekarang berada di kantor!" tolak Jesa.


"Tapi aku ingin melihatnya sekarang!" Ethel tetap memaksa.


Bersamaan dengan itu, Keenan masuk ke ruangan Ethel dan melihat putranya yang memaksa Jesa membuka rok.


"Apa yang kau lakukan!?" geram Keenan.


"Aku menyakiti pabrik Mochiku, Dad," jawab Ethel.


"Mocha Mochi, pikiranmu hanya itu terus! Kalian berdua masuk ke ruanganku sekarang!" perintah Keenan.