
Gairah yang sebelumnya menggebu-gebu langsung surut seketika. Keadaan kembali canggung, baik Gretel maupun Hansel belum membuka suara.
Mereka duduk saling membelakangi tapi Gretel berniat untuk memutus hubungan Hansel dengan keluarga Abel itu. Lebih cepat lebih baik.
"Suamiku..." panggil Gretel yang masih membelakangi Hansel. "Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?"
"Apa kau masih ingin menceraikan aku setelah enam bulan pernikahan kita?"
Hansel tentu kaget karena Gretel ternyata mengetahui janjinya itu pada Abel.
"Bagaimana kau tahu, Gree?" tanya Hansel.
"Saat kau meninggalkanku di malam pertama kita, aku mengikutimu ke rumah sakit dan mendengar semua itu," jawab Gretel.
Sontak Hansel langsung membalik badan supaya bisa melihat wajah istrinya. Gretel pasti sakit hati mendengar itu.
"Maafkan aku, Gree," ucapnya.
"Bukankah aku memang sering ditolak?" tanggap Gretel tidak begitu peduli. Dia hanya peduli dengan perasaan Hansel yang sekarang. "Apa kau akan menolakku untuk ke 17 kalinya, Suamiku?"
Hansel meraih tengkuk Gretel dan mencium istrinya, entah bagaimana perasaannya sekarang yang jelas dia tidak ingin melepas Gretel.
"Aku tidak akan pernah menolakmu lagi, Gree," ungkapnya setelah melepas ciuman.
Senyum mengembang di bibir Gretel, dia menjerit dalam hatinya.
"Kalau begitu, apa kau mau memutuskan hubunganmu dengan Abel? Masalah perusahaan, aku akan membantumu, Suamiku. Kalau mereka terbukti memanfaatkanmu artinya itu bukan balas budi lagi," ucap Gretel yang tidak terima jika Hansel tunduk di bawah kaki keluarga Abel.
"Kau percaya padaku, kan?"
Hansel tertawa mendengarnya, dia tidak bisa mengelak kalau dibalik keanehan Keenan, mertuanya itu memang mempunyai aset yang banyak dan relasi bisnisnya ada di mana-mana.
"Kalau kau menikahi Abel mungkin nasib pernikahan kalian akan sama seperti pernikahan kita karena kau melakukannya dengan terpaksa." Gretel sadar sepenuhnya dengan apa yang dia katakan.
"Tapi, asal kau tahu, Suamiku. Aku tulus menyukaimu dan aku bersumpah tidak pernah punya niat untuk memanfaatkanmu. Aku hanya ingin menjadi istrimu dan membuat anak yang akan menjadi pahlawan dunia," tambah Gretel.
Perasaan Gretel sudah tersampaikan sepenuhnya pada Hansel. Lelaki itu sudah tidak punya alasan untuk menolak istrinya lagi.
"Kalau begitu, ayo kita temui Abel supaya tidak ada pengganggu lagi untuk membuat pahlawan dunia!" ajak Hansel dengan mengerlingkan matanya.
Hansel akan mengikuti mimpi konyol istrinya itu, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke kediaman keluarga Abel untuk memutuskan hubungan dan melakukan perjanjian.
Perjanjian hitam di atas putih supaya ke depannya tidak ada sangkutan yang akan dituntutkan pada Hansel.
"Aku akan menghubungi tim hukum keluargaku," ucap Gretel ketika di perjalanan.
Mereka harus melakukan itu supaya keluarga Abel tidak berani macam-macam lagi. Kalau pun terbukti keluarga Abel yang membuat bangkrut perusahaan Hansel selama ini, mereka tidak akan memperpanjang masalah asal hubungan keluarga itu putus.
Keluarga Abel sendiri tidak menduga jika Hansel dan Gretel akan datang ke kediaman mereka.
"Berani-beraninya kau datang kemari dengan membawa perempuan perusak hubungan ini!" geram papa Abel ketika menyambut kedatangan sepasang suami istri itu.
"Jangan menyebut istri saya seperti itu," balas Hansel yang membela istrinya.
"Jadi kau membela perempuan ini karena uang? Ternyata kau memang laki-laki murahan," cibir papa Abel.
Gretel mendengus kasar dan berkata. "Kalau memang suamiku murahan maka lepaskan dia dan putus hubungannya dengan putrimu!"