
Lagi-lagi Eggy harus mendengarkan kisah cintanya dengan Hansel yang penuh batu kerikil. Gretel pun bercerita mengenai insiden yang menjadi pemicu dirinya kabur.
Eggy mendengarkan dengan memakan sandwichnya.
Selesai bercerita, Gretel meminum kopinya. Rasanya lega sudah berbagi cerita apalagi Eggy adalah pendengar yang baik.
"Apa kau mau tahu tanggapanku?" tanya Eggy.
Gretel mengangguk tidak sabar.
"Pengecut!" Eggy berkata dengan gamblang.
"Kau itu tidak tahu rasanya jadi aku, aku sudah ditolak puluhan kali dan terus berjuang, aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk suamiku. Tapi, apa balasannya?" Gretel tidak terima dibilang pengecut.
"Lantas kenapa kau lari?" tanya Eggy. Kali lelaki itu menatap Gretel. "Lari adalah tindakan pengecut karena kau tidak mau menghadapi masalah!"
"Seharusnya kau tanya dulu apa tujuan suamimu dan mendengar sendiri dari mulutnya jika memang dia membela mantan kekasihnya barulah kau mundur!"
Gretel masih menganggap benar langkah yang sudah dia ambil.
"Sepertinya kalau dia tidak peduli padamu, dia tidak mungkin mencarimu," sambung Eggy.
"Coba kalian bicara berdua dulu, jangan kabur-kaburan begini!"
Sebelumnya, setelah membuang waktunya untuk mengejar Ethel. Hansel akhirnya memutuskan untuk mencari Gretel sendirian.
Lelaki itu mencoba mencari melalui sinyal GPS dan mengecek jadwal penerbangan atas nama istrinya. Dia tidak peduli jika harus mengeluarkan biaya yang besar.
"Boy, jaga perusahaan untukku! Laporkan dan kirim ke email padaku jika ada masalah. Aku harus pergi menemui Gretel," ucap Hansel berpamitan setelah tahu dia mana istrinya berada.
"Baik, Bos," jawab Boy. Dia berharap kesalah pahaman di antara mereka cepat selesai.
Tepat saat pesawat Hansel mendarat di pulau Borgia, hujan turun di pulau itu dan membuat sebagian tempat banjir. Namun, Hansel tetap berusaha mencari istrinya bahkan lelaki itu menanyakan pada kepolisian setempat.
"Tenang dulu, Tuan. Lebih baik anda istirahat dulu," ucap salah satu polisi yang miris melihat penampilan Hansel. Lelaki itu memang belum tidur semenjak dari insiden racun Abel.
Hansel tidak akan istirahat sebelum melihat istrinya.
Dan pagi itu, Hansel melakukan pencarian tepat saat banjir sudah surut. Ada beberapa polisi yang membantunya.
Sebelum wajah Gretel menjadi daftar orang hilang di pulau itu, akhirnya Gretel memutuskan untuk mengaktifkan ponselnya dan menghubungi suaminya.
"Aku akan kirim lokasiku!" Gretel langsung mengirimkan lokasinya berada.
Hanya hitungan menit, Hansel masuk ke swalayan itu dan mendapati Gretel duduk sendirian. Ternyata Eggy sudah berpamitan pergi.
Hansel memeluk Gretel di sana tanpa peduli dengan sekitarnya.
"Syukurlah," ucap Hansel sambil mengeratkan pelukannya.
Gretel diam tidak membalas, dia ingin mendengarkan penjelasan Hansel setelah itu baru dia akan mengambil tindakan.
"Kau salah paham padaku, Gree..." Hansel menjelaskan apa tujuannya mendorong Gretel menjauhi Abel. Dan dia juga mengaku salah dengan caranya itu.
"Aku benar-benar tidak ingin kau terkena racun itu," ucap Hansel berusaha meyakinkan.
Gretel menatap wajah lusuh suaminya, dia belum memberi respon apapun.
Sampai Hansel bersimpuh di depannya untuk meminta maaf.
"Maafkan aku, Gree. Aku tidak mau kita bercerai, aku ingin melakukan banyak hal denganmu," ucapnya menyesal.
Semua pengunjung swalayan sampai bertepuk tangan untuk memberi dukungan Hansel.
"Maafkan! Maafkan! Maafkan!"
Sepertinya mereka harus pindah tempat karena Gretel jadi malu sekarang.
"Ayo pergi dulu!" ajaknya.
"Pergi kemana?" tanya Hansel.
"Yang jelas cari tempat sepi,"
"Di hotel, mau? Sekalian kita buat Hero!"
_
Pembuatan Hero rada vanas ya ges🙈