The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 35 - Spontan



"Apa? Kau ini bicara apa?" Tessa tidak habis pikir dengan pertanyaan putrinya. "Daddy itu tidak mau menambah anak setelah kau dan Ethel lahir jadi daddy melakukan vasektomi!"


Gretel bernafas lega mendengar itu. "Aku hanya memastikan saja, Mom!"


"Kau ini ada-ada saja, jangan lupa nanti malam, okay," sambung Tessa.


"Tentu saja, jangan lupa makanan favoritku, I love you, Mom," ucap Gretel.


Kemudian Gretel memutuskan panggilannya, saat ini dia dan suaminya tengah dalam perjalanan ke pemakaman.


Hansel yang menyetir mobil jadi tertawa sendiri. "Aku kan cuma bercanda, kenapa kau bertanya pada mommy, Gree?"


"Kalau ada niat membuat adik untukmu pasti sudah dari dulu," tambahnya.


"Entahlah, pikiranku jadi kacau gara-gara Ethel yang curi start, sok polos itu bisa-bisanya membuat anak duluan," kesal Gretel. Sebenarnya tidak masalah hanya saja Ethel suka pamer padanya.


Namun, Gretel harus mengusir perasaan kesal itu karena takut akan merusak acara kencan pertamanya. Kalau dipikir-pikir, ini untuk pertama kalinya mereka satu mobil.


"Suamiku, aku mau mengambil potret kita berdua," ucap Gretel seraya mengarahkan kamera ponselnya ke arah Hansel yang menyetir mobil.


Mereka mengambil beberapa potret yang membuat Hansel berpikir mood Gretel sudah kembali lagi.


"Gree, aku masih punya lollipop," ungkap Hansel sambil satu tangannya masuk ke kantong bajunya untuk mengambil lollipop.


Hansel memberikan lollipop itu pada istrinya dan sepanjang perjalanan Gretel memakan lollipop dengan mulut bersenandung mengikuti musik yang dinyalakan di dalam mobil.


Butuh waktu beberapa jam untuk sampai ke pemakaman, Hansel membawa bucket bunga sebelum turun dari mobil begitu juga dengan Gretel.


Mereka bergandengan tangan saat masuk ke pemakaman dan mencari di mana makam orang tua Hansel.


Namun, ada penampakan tak terduga di sana. Ada seorang perempuan yang duluan memberi penghormatan pada orang tua Hansel, siapa lagi kalau bukan Abel.


"Kenapa dia ada di sini?" gumam Hansel yang takut akan terjadi keributan.


Hansel dan Gretel meletakkan bucket bunga mereka kemudian berdiri di depan makam tanpa memperdulikan keberadaan Abel.


"Kalian seperti pasangan suami istri sungguhan, ya," sindir Abel seraya menyenggol bahu Gretel yang berdiri di sampingnya. Dia berjalan dan berganti posisi ke samping Hansel tapi lengannya dicekal oleh Gretel dengan kuat.


"Jangan ganggu, Suamiku!" ucap Gretel tegas.


Sekarang Hansel tampak sedih dengan matanya yang berkaca-kaca pasti laki-laki itu teringat masa lalunya.


"Aku ingin menghibur, Hansel!" Abel berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman Gretel.


Tapi, Gretel tidak melepasnya dan tidak membiarkan Abel mendekati Hansel.


Sampai beberapa menit kemudian Hansel sudah bisa menguasai dirinya. Dia menggandeng tangan Gretel.


"Ayo, pulang!" ajaknya.


Di detik itu juga, Gretel melepaskan Abel lalu mengikuti suaminya.


"Hansel!" teriak Abel karena Hansel yang lebih memilih Gretel dari pada dirinya. "Mana janjimu!"


Hansel mendengarnya tapi dia tetap tidak menoleh ke belakang. Dia justru ingin cepat pergi dari sana.


"Suamiku," panggil Gretel. "Apa kau baik-baik saja?"


"Aku rasa tidak," jawab Hansel sekenanya.


"Apa yang harus aku lakukan supaya suasana hatimu kembali membaik?" tanya Gretel.


"Lakukan upacara pemanggilan setan, sepertinya jika setan mesum mu kembali akan lebih baik," jawab Hansel. Dia hanya spontan saja mengatakannya.


"Jadi, kau suka melihatku tidak memakai baju, Suamiku?"