The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 60 - Bumbu Fitnah



"Boy, pesankan kamar suite dan minta pihak hotel untuk menghiasnya!" perintah Hansel pada asistennya itu.


Boy senyum-senyum sendiri mendapat perintah itu, akhirnya keinginan besar Gretel akan segera terwujud.


"Baik, Bos." Boy segera menjalankan perintah atasannya itu.


Sebagai teman yang baik, Boy memesankan kamar dan meminta pihak hotel untuk menghiasnya seromantis mungkin.


"Pasti Gree akan menyukainya," gumam Boy. Dia bahkan mengirimkan video kamar yang di pesannya pada Gretel.


Gretel yang menerima pesan itu kegirangan bukan main, dia sampai lonjak-lonjak di atas kasur karena saking senangnya.


"Tenang Gree... tenang..." Gretel mulai mengatur nafasnya. Lebih baik dia segera mempersiapkan diri untuk menemui suaminya. Hansel memang mengatakan kalau mereka langsung bertemu di hotel saja.


"Aku harus memberitahu Ethel kalau besok aku tidak kerja," tambahnya.


Gretel pun mengirim pesan pada Ethel jika dia meliburkan diri pasca pembuatan anak.


Malam itu, Gretel merias wajahnya dan memakai gaun malam yang cantik. Setelah selesai, dia memesan mobil limusin untuk mengantarnya ke hotel.


Gretel tidak menyadari jika gerak-geriknya itu diamati oleh seseorang.


"Awas kau!" ucap Abel yang melihat Gretel baru memasuki lobi hotel.


"Tunggu waktu yang tepat baru kita akan muncul," bisik papanya yang ada bersamanya.


Dua manusia itu sudah merencanakan sesuatu untuk membalas Gretel.


Di restoran hotel, Hansel sudah menunggu istrinya datang.


"Suamiku..." panggil Gretel yang membuat Hansel langsung menyambut kedatangan istrinya.


Hansel mengecup salah satu telapak tangan Gretel. "Kau cantik malam ini, Gree!"


Wajah Gretel memerah mendengar pujian suaminya, dia rasanya tidak sabar untuk bergelut di atas ranjang. Tapi, dia tidak boleh terlalu agresif atau suasana romantis mereka akan hancur.


Pasangan suami istri itu makan malam bersama dengan diiringi musik romantis yang lagunya sudah dipilih oleh Hansel.


"Ini lagu favoritku," komentar Gretel.


Hansel tersenyum, dia sebelumnya sudah bertanya pada Ethel. Untuk urusan ini kakak iparnya itu cukup berguna.


"Tentu saja mau,"


"Kalau begitu, aku akan meminta lagunya diganti, kau harus tahu lagu favoritku,"


Hansel berdiri dan mendatangi tempat musik di restoran itu untuk mengganti lagu.


Dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh Abel untuk menjalankan rencananya.


Abel mendekati meja Gretel dan duduk di tempat Hansel sebelumnya tanpa rasa malu.


"Kau! Mau apa kemari?" Gretel langsung memasang wajah masam.


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat karena pernikahanmu bukan pernikahan bisnis lagi," ucap Abel. Dia sebelumnya sudah membawa gelas berisi wine di tangannya.


Abel mengangkat gelasnya untuk minta bersulang dengan Gretel. "Kita harus merayakan ini!"


Saat Abel meminum winenya itu, Gretel hanya memperhatikan saja. Dia berniat mengusir Abel supaya tidak mengganggunya lagi.


Namun, tiba-tiba Abel mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Kau apakan putriku?" seru papa Abel.


"Aku tidak melakukan apa-apa!" Gretel yang panik ingin memeriksa keadaan Abel yang jatuh ke lantai.


"Dia meracuni putriku! Apa belum cukup kau mengambil calon suaminya sekarang kau ingin membunuhnya!" Papa Abel menambahi bumbu fitnah yang kejam.


Gretel tidak menanggapi karena dia ingin membantu Abel terlebih dahulu. Tapi, tiba-tiba pundaknya di dorong seseorang.


"Minggir!" teriak Hansel yang baru datang.


Gretel terkejut akan sikap suaminya itu, apa Hansel berpikir jika dia meracuni Abel?


Pikiran Gretel langsung membeku apalagi ketika melihat Hansel menggendong Abel pergi dari restoran itu.


_


Maaf baru up ges, seperti yang othor bilang ada bawang tapi dikit aja kok.