
Di sisi lain, Ethel masih berusaha mencari Jesa di seluruh penjuru sauna. Dia merasa dipermainkan oleh perempuan itu. Bisa-bisanya Jesa meninggalkannya dalam keadaan kelaparan.
"Kebiasaan tidak bertanggung jawab," gerutu Ethel.
"Katanya mau traktir!"
Karena lelah, Ethel hanya bisa meringkuk seperti keong di lantai.
Dan hal itu menarik perhatian ibu-ibu yang tengah berbaring di lantai sauna itu.
"Kau kenapa, Nak?" tanya salah satu dari para ibu-ibu itu.
"Aku dicampakkan oleh perempuan yang usainya 6 tahun lebih tua dariku, dia mengambil sesuatu yang berharga dariku kemudian memberiku harapan untuk mengajak berkencan. Aku pikir dia akan berubah dan bertanggung jawab tapi sekarang...." Ethel mulai mendramatisir keadaan.
Ibu-ibu yang mendengar itu menjadi iba, mereka kemudian membelikan Ethel beberapa makanan dan meminta lelaki itu makan.
"Makanlah, Nak," ucap mereka.
Ethel bangkit dan makan karena kelaparan, dia sempat mengerutkan keningnya karena melihat ada telur rebus.
"Ini baik untuk Mochi karena mengandung protein tinggi," ucap Ethel seraya memasukkan telur itu ke kantong celananya.
Biasanya di tempat sauna memang identik dengan telur rebus dan Ethel baru tahu akan hal itu.
"Aku harus apa setelah ini?" gumam Ethel bingung.
Dia pun memutuskan untuk berendam di kolam air panas sambil menunggu Jesa. Tapi, dia curiga kalau Jesa memang sedari tadi ada di sana.
"Nah kan!" serunya saat mendapati Jesa tengah berendam di kolam air panas dengan santai. Kolam air panas memang terbuka untuk umum tapi setiap pengunjung mempunyai kolam pribadi.
Jesa terlihat menikmati waktunya sambil menyenderkan tubuh dan memejamkan matanya.
"Astaga!" Ethel merasa gusar karena perempuan itu hanya memakai bikini dan terlihat sangat seksi.
"Jesa..."
Mendengar namanya dipanggil, Jesa membuka matanya dan melihat Ethel sudah berdiri di depannya.
"Akhirnya kau menemukan aku," ucap Jesa malas. Dia ingin memejamkan mata lagi tapi Ethel tampak membuka bajunya di sana. "Satu kolam satu orang, cari kolam lain sana!"
"Aku tidak mau!" Ethel memaksa masuk ke kolam Jesa sambil memberikan perempuan itu telur rebus.
"Protein untuk Mochiku. Cepat makan!" Ethel memaksa Jesa membuka mulutnya.
Jesa yang tahu jika Ethel akan melakukan segala cara jika dia menolak, mau tak mau harus membuka mulutnya dan memakan telur rebus itu.
"Aku memang calon daddy yang baik," ucap Ethel bangga.
Jesa melotot tajam sambil mengunyah telur rebus pemberian Ethel. Dia cepat-cepat mengunyahnya supaya cepat habis.
Setelah habis, Jesa mengatur nafasnya dan ingin berbicara pada Ethel dengan baik-baik.
"Aku sebentar lagi datang bulan," ungkap Jesa.
"Dari mana kau tahu?" tanggap Ethel. Dia sudah berpikiran negatif.
"Biasanya aku merasa nyeri di buah dadaku dan aku merasakannya pagi ini," jawab Jesa.
"Jadi, kita tidak ada hubungan apa-apa lagi setelah kita pulang dari sauna. Aku akan melupakan kegilaanmu tapi tolong jangan ganggu hidupku lagi,"
Jesa meminta dengan bersungguh-sungguh dan berharap Ethel akan mengerti.
"Mochiku!" Ethel menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena sedih. Ternyata Mochi tidak pernah ada.
"Berhenti bertingkah seperti itu!" pinta Jesa lagi karena mereka jadi pusat perhatian sekarang.
"Kau tidak tahu rasanya diberi harapan palsu!" teriak Ethel yang merasa tersakiti.
Semua yang ada di kolam jadi tambah memperhatikan mereka.
"Padahal aku sudah baik hati memberikan telurku padamu!" seru Ethel.
Kalimat ambigu Ethel itu disalah artikan dan yang mendengar pasti berpikiran kalau yang dimaksud adalah telur lightsaber.
"Apa kau memberikannya dua-duanya, Nak?" tanya salah satu pengunjung yang penasaran.
"Aaaa... bukan telur itu!" Jesa jadi panik sendiri.
_
Bentar lagi Ethel sadar kok ges, nikmati prosesnya ya😅