
BRAK!
Tiba-tiba Gretel menggebrak meja sampai membuat Hansel kaget.
"Ada apa?" tanya Hansel yang duduk di kursinya.
"Aku sudah menemukan akar permasalahannya," jawab Gretel.
Gadis itu berdiri dan memakai blazernya kembali lalu mendekat ke arah meja suaminya.
"Aku akan menyelesaikannya, Suamiku. Tapi, hari ini aku harus ke kelas masak dan harus menunjukkan batang hidungku pada daddy ku jadi aku pergi dulu," ucapnya berpamitan.
Sebelum pergi, Gretel mencium pipi Hansel. "Jangan lupa makan siang!"
Hansel seperti orang bodoh, dia hanya terdiam diperlakukan manis seperti itu. Hansel bingung harus merespon seperti apa, dia hanya bisa melihat punggung Gretel yang semakin menjauh dan hilang dari balik pintu.
"Boy..." panggil Gretel saat keluar. Dia mencari asisten suaminya itu.
"Ada apa, Gree?" Boy langsung keluar dari ruangannya.
"Aku sudah menemukan masalahnya, yang jelas bukan dari dalam tapi ada yang membobol data dari luar. Maka dari itu, kau harus mengumpulkan staff IT untuk memperkuat firewall perusahaan," jelas Gretel.
"Kau memang selalu teliti dari dulu hanya sayang saja di kisah percintaanmu," komentar Boy seraya menepuk pundak temannya itu.
"Aku nyonya Meyer sekarang, bersikaplah sopan!" Gretel berlalu pergi begitu saja, dia tidak merasa tersinggung.
"Baiklah, Nyonya." Boy justru semakin menggoda Gretel.
Keluar dari perusahaan suaminya, Gretel pergi ke kelas masak dulu sebelum pergi ke kantornya. Dia harus bisa memasak karena waktunya tinggal empat bulan lagi. Kalau benar-benar Hansel akan menceraikannya dalam waktu enam bulan.
Tapi, siapa sangka di kelas memasak hari ini ada seseorang yang ikut kursus memasak juga.
"Mau menggoda suamiku dengan masakanmu?" tegur Gretel pada Abel di sana.
Abel tampak acuh, dia tidak mau menanggapi Gretel lebih jauh. Dan hal itu merupakan boomerang baginya.
"Lihatlah, teman-teman. Di sini ada wanita yang selama ini mendekati suamiku, dia pasti mengikutiku dan ingin merusak pernikahanku," ucap Gretel minta pembelaan dari teman-teman kelas masaknya.
"Oh iya? Punya buktinya?" tantang Gretel.
Abel melemparkan teflon ke arah Gretel, beruntung teflon itu tidak mengenainya. "Tidak selamanya kau bisa menggunakan kekuasaanmu itu!"
Menjadi pusat perhatian, Abel memilih pergi dari kelas memasak itu, dia berencana akan mengadukan ini pada Hansel tapi hubungan mereka mulai merenggang karena Hansel yang sulit dihubungi.
...***...
Jam makan siang tiba, Ethel menunggu April di salah satu restoran. Dia yakin jika perempuan itu akan membawa Jesa bersamanya.
Dan sesuai dugaan, April datang dengan Jesa yang mengiringinya di belakang.
"Saya terkejut anda mengundang makan siang," ucap April seraya duduk.
Perempuan itu kemudian meminta Jesa untuk menunggu di meja lain.
"Biarkan asisten anda ikut bergabung," ucap Ethel yang ingin Jesa satu meja dengannya.
Sebenarnya April keberatan tapi demi menjaga image pada Ethel, dia mau tidak mau membiarkan Jesa duduk di satu meja yang sama.
Ethel terus memandangi Jesa tapi Jesa tidak membalas tatapan lelaki itu.
"Kalian saling mengenal?" tanya April jadi penasaran.
"Tentu saja, Jesa adalah kekasihku dan kami sedang bertengkar," jawab Ethel dusta.
April membelalakkan mata tidak percaya. "Apa saya tidak salah dengar?"
"Bukankah usia anda lebih muda 6 tahun?"
Ethel mendesaah panjang sebelum menjawab. "Jesa tergila-gila padaku karena aku kasihan padanya jadi aku menerima cintanya. Karena Jesa adalah kekasihku sekarang, aku mau menempatkannya di sisiku!"
"Maksud anda apa, ya?" tanya April bingung.
"Bukankah sudah jelas, pecatlah Jesa karena aku tidak mau kekasihku kau jadikan babu!" jawab Ethel.