The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 30 - Tidak Sengaja



Hansel kaget karena mendapat pelukan dari Abel di tempat umum seperti itu. Walau bagaimana pun, dia adalah laki-laki beristri.


"Apa yang kau lakukan?" Hansel berusaha menjauhkan tangan Abel yang melingkar diperutnya.


Mendapat respon seperti itu tentu membuat Abel marah karena perubahan sikap Hansel sangat jauh berbeda dari sebelumnya.


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu! Kau menghindariku akhir-akhir ini, aku seperti orang ketiga padahal istrimu yang merebutmu dariku," ucap Abel dengan suara keras sampai orang yang lalu lalang melihat mereka.


Hansel gusar dan menarik tangan Abel, mereka berjalan ke arah mobil dan Hansel membawanya masuk ke sana.


"Kau harus menepati janjimu, ingat kau harus menceraikan istrimu saat usia pernikahan kalian berumur enam bulan!" tuntut Abel saat mereka sudah masuk mobil.


Kalau sebelumnya mungkin Hansel akan menginyakan tapi situasinya sekarang berbeda.


"Hansel!" teriak Abel ketika melihat lelaki itu hanya diam saja.


"Maafkan aku tapi sebaiknya kita tidak usah bertemu dulu selain berjanji padamu, aku juga berjanji pada istriku untuk tidak menemuimu lagi," ucap Hansel kemudian.


"Apa?" Abel tidak percaya Hansel akan berkata seperti itu. "Istri? Jadi, kau sudah menganggap dia istrimu?"


"Besok hari peringatan kematian orang tuamu, aku ingin kita datang ke pemakaman bersama-sama seperti tahun-tahun sebelumnya!"


Abel masih berusaha membujuk Hansel tapi lelaki itu tetap kekeh dengan keputusannya. Dan membuat Abel jadi emosi.


"Kau melupakan jasa orang tuaku, Hansel!"


"Jangan mengancamku seperti itu!"


"Bukankah istrimu sama saja!"


"Gree... berbeda! Jadi, cepat keluarlah!"


Hansel akhirnya mengusir Abel supaya keluar dari mobilnya dan dia segera pergi sampai melupakan gula kapas yang dibelinya.


Untuk menebus itu, Hansel membeli lollipop.


Sesampainya di gedung apartemen, Hansel segera naik ke lantai paling atas di mana penthouse nya berada bersama Gretel.


Rupanya Gretel sudah pulang dan tengah melakukan perawatan di kamar mandi.


Mulut Gretel bernyanyi seraya menggosok tubuhnya dengan lulur mahal yang baru saja dia beli. Dia tidak sadar jika pintu kamar mandi dibuka oleh Hansel.


"Gree..." panggil Hansel yang mencari keberadaan istrinya.


Saat pintu terbuka, Gretel merasa kaget, refleks dia menutupi aset berharganya memakai kedua tangannya, atas dan bawah.


"Gawat! Aku sudah lama tidak bertelanjang di depan suamiku. Aku jadi malu!" batin Gretel.


"Ah, maafkan aku! Aku tadi melihat mobilmu di parkiran makanya aku mencarimu!" Hansel sebenarnya juga kaget tapi dia berusaha biasa saja. "Aku akan menutupnya lagi!"


Hansel segera menutup pintu begitu saja dan berusaha menghilangkan bayangan tubuh Gretel.


"Padahal aku kan sudah sering melihatnya tapi kenapa rasanya sangat berbeda sekarang," batin Hansel.


Sementara Gretel segera mempercepat mandinya, dia tidak menyangka Hansel akan pulang secepat itu.


"Suamiku baru pulang dan langsung melihat tubuh telanjangku," gerutu Gretel sambil membasuh tubuhnya.


Kalau dulu Gretel akan pasang wajah tembok sekarang dia jadi malu sendiri.


Setelah selesai, Gretel segera memakai handuknya dan keluar dari kamar mandi. Dia mengira Hansel ada di luar kamar ternyata lelaki itu masih ada di dalam kamar.


Dengan gugup Gretel melangkah menuju walk in closet sementara Hansel duduk bermain ponsel di sofa kamar.


Gretel melewati suaminya dan karena kurang hati-hati kakinya menyandung karpet yang permukaannya mencuat. Tubuh Gretel limbung dan jatuh tepat di atas tubuh Hansel.


"Aku bisa jelaskan, Suamiku. Ini tidak sengaja!" seru Gretel sambil memegang handuknya kuat-kuat. "Jangan salah paham, ini bukan salah satu usahaku membuat anak. Tenang saja, aku sudah mengusir setan mesum yang ada di kepalaku!"