
Melintasi gerbang akademi tidak pernah bergemetar seperti ini sebelumnya. Hiro melihat banyak sekali orang dewasa yang diketahui sebagai para pencari bakat muda yang dikirim oleh klub-klub di Jepang.
Hari ini adalah hari dimulainya turnamen. Jersey dengan nama 'Hiro' di punggung sudah terpakai. Hiro memasuki lapangan turnamen Zekka bersama Ryota dan tim terbaik dari kelompok usia 12-14. Sesuai jadwal di fase grup, mereka akan melawan tim 10-11 tahun, lalu melawan tim 17-19 tahun, dan dilanjutkan melawan tim 15-16 tahun.
Di atas kertas, tim Hiro diperkirakan akan menang mudah pada laga pertama ini. Namun Takashi, sang pelatih, telah mengatakan kepada anak asuhnya jika kelompok usia 10-11 tahun juga sedang bagus tahun ini. Mungkin mereka lemah, namun mereka kompak.
Takashi berkata, "Satu lagi yang harus kalian ingat, bahwa kiper dari tim 10-11 tahun sangatlah bagus! kalian mungkin akan melihatnya sendiri nanti," Pesan sang pelatih sebelum laga.
Hiro, Ryota dan rekan-rekan mereka memandang lawan dengan mudah. Namun di pinggir lapangan, Takashi terus mengingatkan jika harus tetap fokus, jangan sampai lengah.
"Fokus..! fokus Hiro..!" Hiro meyakinkan dirinya dalam hati tepat sebelum laga dimulai.
...
...
Setelah Pertandingan berakhir, Tim Hiro berhasil menang atas tim 10-11 dengan skor tipis 2-1. Hiro mencetak satu gol pada pertandingan ini. Timnya harus berjuang susah payah menghadapi lawan yang bisa di bilang bukanlah unggulan.
Takashi sebagai pelatih sangat kecewa dengan cara bermain anak-anaknya. "Hey! apa yang aku katakan?? tetap fokus!" Teriak Takashi. Seluruh pemain diam.
"Jika kalian terus bermain seperti itu, Pertandingan selanjutnya akan lebih sulit, dan aku yakin kalian pasti akan kalah!"
Laga selanjutnya, Kelompok usia 12-14 tahun akan menghadapi kelompok usia 17-19 tahun yang baru saja kalah 3-0 dari kelompok usia 15-16 tahun, yaitu tim dari Daichi. Walaupun hanya bermain dengan waktu beberapa menit, tetap saja para pemain masih kelelahan.
Peringkat sementara turnamen Zekka:
Tim 15-16 tahun (3poin)
Tim 12-14 tahun (3poin)
Tim 10-11 tahun (0poin)
Tim 17-19 tahun (0poin)
*tim yang berhasil peringkat 1 dan 2 di fase grup akan lolos ke final.
Tim 17-19 tahun butuh kemenangan jika mereka mau menjaga asa lolos ke final. Namun lawan mereka tidaklah mudah, yaitu tim 12-14 tahun. Sudah pasti Hiro sangatlah mereka waspadai.
"Baiklah.., dengarkan aku baik-baik," Takashi memberikan pesan kepada anak-anaknya kembali sebelum memulai pertandingan kedua mereka pada hari ini. "Jangan takut kepada lawan hanya karena mereka lebih senior! Kita harus tetap bermain seperti apa yang sudah di latih! paham semuanya?!"
"Paham!" Sahut para pemain. Hiro berteriak paling keras.
"Kalau begitu sekarang kalian masuklah ke lapangan, dan kalahkan lawanmu!" Ujar Takashi.
Para pemain pun masuk ke lapangan dengan bersemangat. Berbeda dengan tim 17-19 tahun yang mentalnya masih belum stabil setelah kalah telak di laga sebelumnya. Ini menjadi kesempatan bagi Hiro dan kawan-kawan untuk menang dan memastikan mereka lolos ke babak final. Jika menang kali ini, hasil pertandingan melawan tim 15-16 tahun tidak akan mempengaruhi peringkat.
...
Pertandingan ini, lebih banyak para pencari bakat yang melihat pertandingan. Dada Hiro bertalu. Penonton juga lebih banyak dari sebelumnya. Dia merasakan demam panggung.
Hiro mencoba menenangkan dirinya berkali-kali, namun tidak bisa. Ryota juga sudah terus meyakinkannya bahwa jangan takut. "Jangan takut Hiri! inget kata pelatih! fokus pada bola!" Ucap Ryota.
Akhirnya Pertandingan itu berjalan ketat. Saling membalas gol terjadi. Hingga akhirnya sekor akhir adalah 3-2 untuk kemenangan tim 12-14 tahun. Para pengamat bakat sangat antusias melihat hasil akhir yang menarik. Tentu ini menjadi angin segar bagi Hiro, berharap namanya sudah di catat oleh salah satu pencari bakat.
Takashi senang atas kemenangan pemainnya. Namun kegembiraannya berubah menjadi kekhawatiran setelah tahu jika di saat yang sama tim 15-16 tahun juga menang atas tim 10-11 tahun dengan skor 5-0. Daichi mencetak Hattrick alias tiga gol dalam kemenangan itu, menjadikannya top skor sementara turnamen ini dengan 4 gol dari 2 laga.
"Ini gawat," Gumam Takashi. Di tambah lagi setelah ini timnya akan bertanding melawan tim 15-16 tahun.
Peringkat sementara turnamen Zekka:
Tim 15-16 tahun (6poin)*
Tim 12-14 tahun (6poin)*
Tim 17-19 tahun (0poin)
Tim 10-11 tahun (0poin)
*tim 15-16 tahun dan 12-14 tahun otomatis lolos ke final karena poin merek tidak mungkin dikejar.
Walaupun tim 12-14 dan 15-16 tahun sudah dipastikan lolos ke final, tapi tetap saja ini adalah pertandingan gengsi antara dua mesin gol, yaitu Daichi (4 gol) dan Hiro (3 gol) dari 2 Pertandingan turnamen ini.
Saat istirahat, Takashi tetap memberikan ucapan-ucapan motivasi kepada anak asuhnya. "Kerja bagus. Pertandingan selanjutnya, aku akan melakukan pergantian pemain agar kalian tidak terlalu lelah untuk bermain di final nanti,"
"Baik pelatih!"
"Tapi, Ryota dan Hiro akan tetap bermain ya," Tambah Takashi.
Ryota dan Hiro saling melirik. Mereka berpikir sesuatu yang sama. "Apakah pelatih tidak tahu kalau kita sangatlah lelah??" Ucap hati Hiro dan Ryota yang ternyata sama.
Sejauh ini, Ryota dan Hiro selalu menjadi andalan Takashi di tim 12-14 tahun. Ketajaman Hiro sebagai penyerang, serta keterampilan Ryota dalam bertahan merupakan salah satu kunci permainan mereka. Mau tidak mau, Hiro dan Ryota tetap bermain di laga melawan tim 15-16 tahun setelah ini.
"Baik, laga selanjutnya akan dimulai 10 menit lagi. Saya akan pergi ke luar dulu, nanti akan kembali lagi. Saya harap kalian beristirahat dengan tenang." Takashi pun pergi ke belakang, entah ke mana.
...
Dari arah berlawanan, tiba-tiba Daichi dan teman-teman satu timnya datang menghampiri wilayah latihan 12-14 tahun. Nampaknya mereka sudah menunggu Takashi pergi sebelum mereka masuk ke lapangan khusus 12-14 tahun ini.
"Ah mereka lagi, apa mau mereka?!" Ryota sangat membenci Daichi dan teman-temannya.
Hiro sedang berpikir apakah Daichi kembali datang kepadanya karena ingin membuatnya menangis lagi? Kalau iya, mungkin Hiro sudah harus bersiap mental.
Tetapi, perkiraan Hiro keliru besar. Saat sudah dekat dengan Daichi, Hiro malah langsung disalami oleh Daichi sambil mengatakan, "Selamat sudah berhasil sejauh ini. Aku tidak sabar bertemu denganmu di final," Senyum menggantung di bibirnya. Seluruh teman-temannya juga bersikap ramah.
"Eh?! bukan ingin mengejekku ternyata? ini aneh," Pikir Hiro.
Setelah menyelamati Hiro dan seluruh tim 12-14 tahun, Daichi dan teman-temannya langsung kembali ke lapangan mereka untuk bersiap untuk laga selanjutnya di fase grup sebelum babak final.
Hiro merasa ada yang aneh, "Kok mereka jadi baik ya Ryo? kau menyadarinya?" Tanya Hiro.
"Iya," Jawab Ryota dengan tatapan tajam ke arah Daichi yang menjauh. "Sepertinya kau harus hati-hati kepada Daichi, Hiro. Aku merasakan jika ada sesuatu yang sedang direncanakan olehnya nanti,"
"Iyakah..?"