The Dreamer

The Dreamer
Lebih keras



...


...


Sepekan setelah pertandingan persahabatan FIFA.


...


Langit cerah di atas Kota Heerenveen menjadi tambahan semangat untuk Hiro berlatih hari ini. Beberapa hari lagi Liga akan kembali di mulai, Hiro harus bersiap menghadapinya.


Hiro ingin kedepannya dia bisa meningkatkan performanya agar di waktu yang akan datang Yamamoto dapat kembali memanggilnya ke timnas untuk event besar selanjutnya.


...


"Huffttt..huffttt..!" Napas Hiro terengah-engah setelah berlari bolak-balik lapangan lima kali, sebagai bagian dari pemanasan.


"Oke semua, Liga akan kembali di mulai empat hari lagi. Kita harus kembali membentuk kebugaran fisik dan pemahaman taktik yang baru. Aku yakin lawan-lawan kita sudah mendikte cara kita bermain!" Celoteh Eduardo kepada para pemainnya.


Hiro dan kawan-kawan harus bisa mempertahankan, dan kalau bisa harus meningkatkan kualitas jika mereka ingin bertahan di papan atas Liga Belanda.


...


...


Saat ini seluruh pemain sedang berdiri di tengah lapangan sambil menyimak Eduardo yang memberikan penjelasan taktik dan latihan yang akan dilakukan hari ini.


"Sangat pantas jika Eduardo meminta kita untuk berlatih keras. Sudah lama tim ini tidak berada di 10 besar klasemen." Celetuk Matthew.


Beberapa pemain yang mendengarnya pun tertawa kecil, tak terkecuali Hiro.


"Hahaha, saking lamanya, sepertinya Matthew sudah merasakan pahit dan asamnya bermain di sini ya?"


"Hehehe, pakai tanya kau," Matthew merasa geli di ledek oleh juniornya. "Tapi entah mengapa, tahun ini rasanya tim ini bisa berbicara lebih banyak dari musim-musim sebelumnya."


"Kenapa kau bisa merasa yakin?" Hiro melanjutkan percakapannya.


"Tidak tahu.., aku hanya merasakan. Tidak secara pasti, namun yakin."


"Hah, ada-ada saja. sepertinya aku meragukan keyakinanmu," Canda Hiro.


...


"Hey! Hiro, Matthew! Sedari tadi ku perhatikan kalian bercanda saat aku sedang menjelaskan!"


Tampaknya Eduardo mengetahui bahwa Hiro dan Matthew tidak memperhatikan arahannya.


"Push up 30 kali! cepat!" Bentak Eduardo.


...


...


...


⛅⛅⛅


...


Latihan ringan hingga berat kembali menempa tubuh Hiro. Fisik yang prima menjadi kewajiban setiap pemain. Besok Heerenveen akan kembali bermain setelah jeda beberapa hari untuk pertandingan persahabatan FIFA. Hiro sudah siap untuk kembali memberikan yang terbaik untuk timnya.


...


...


Pekan ini, FC Almere akan menjadi lawan bagi Heerenveen selanjutnya. Sesuai prediksi, Heerenveen berhasil mengalahkan pasukan Almere dengan skor 0-4. Hiro kembali mencatatkan assist.


...


Pekan berikutnya, tepatnya pekan 9, Heerenveen kemudian bermain melawan Vitesse di kandang sendiri. Kemenangan pun berhasil kembali di raih walaupun susah payah. 3-2 merupakan hasil akhir pertandingan ini.


...


Dua kemenangan beruntun membuat pasukan Eduardo sedikit lengah menghadapi lawannya. Pada pekan 10, ketika Heerenveen bertandang ke Feyenoord, mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah 3-1, sekaligus menjadi kekalahan kedua Heerenveen musim ini. Hiro pun akhirnya bisa mencetak gol pertamanya untuk Heerenveen walaupun tidak bisa menyelamatkan timnya dari kekalahan.


...


...


...


Kekalahan dan kemenangan sudah Hiro rasakan. Bagaimana atmosfer pertandingan di Liga Belanda begitu berbeda dengan di Jepang. Lingkungan serta suasana yang berbeda kini mulai Hiro telaah satu persatu.


...


Tak terasa sekarang sudah memasuki bulan Mei. Ini artinya sudah lima bulan Hiro menetap di Belanda. Banyak pengalaman berharga yang ia dapat.


Saat ini Hiro sedang berbaring di kamarnya dengan kedua tangan terlipat di belakang kepala, dia menunggu Saki selesai membuatkan mereka makan malam.


Di dalam lubuk hatinya, Hiro sebenarnya ingin mencari tantangan baru, dengan kata lain ia ingin pindah klub. Walaupun belum genap satu musim di Heerenveen, namun Hiro sudah tidak sabar menanti perjalanan selanjutnya pada karirnya.


"Masih belum berjalan setengah musim, tapi aku merasa belum menampilkan yang terbaik," Gumam Hiro.


1 Gol dan 5 Assist dari 10 pertandingan memang bukan statistik yang buruk bagi seorang pendatang baru seperti Hiro. Namun tentu saja Hiro memiliki standar sendiri yang menentukan apakah dirinya sudah layak di bilang hebat atau belum.


...


"Hiro.., makan malam sudah siap! Ayo turun!" Teriak Saki dari dapur memecah keheningan yang dibuat Hiro di dalam pikirannya.


"Aku datang," Sahut Hiro.


...


Hari demi hari, latihan demi latihan, semua terasa begitu lancar, namun tidak dengan apa yang terjadi di atas lapangan. Jangan sampai lupa kalau bola itu bundar. Jika bisa menang, kekalahan pasti juga bisa mendatangi.


Pekan 11, pekan 12, pekan 13, dan pekan 14, merupakan deretan kekalahan yang dialami Heerenveen pada bulan Mei. Ini artinya sudah satu bulan mereka belum menang. Masing-masing pekan mereka kalah dari PSV Eindhoven 2-1, Utrecht 4-2, Waalwijk 1-0, dan Volendam 1-0.


Tentu ini menjadi masalah serius bagi Eduardo dan staf kepelatihan lainnya untuk memperbaiki performa tim. Apa yang salah? Kini Heerenveen harus terperosok ke peringkat 12 klasemen sementara. Hiro menjadi sorotan publik karena tampil melempem pada empat laga itu.


Mental yang kuat harus dibutuhkan oleh pemain hebat. Jangan sampai ucapan orang lain merasuki pikiran. Tetap dengarkan mereka namun saring sebelum menerimanya. Itulah yang Hiro coba untuk lakukan saat ini.


"Jangan rasakan, cukup dengarkan saja. Biarkan mereka bicara apa yang mereka mau, sementara kita harus berikan apa yang kita punya."


...


...


Sepekan lagi, pertandingan lainnya sudah menunggu Heerenveen pada Liga utama Belanda. Zwolle adalah lawannya. Laga ini harus menjadi titik balik kebangkitan bagi Heerenveen. Oleh karena itu, setiap harinya Eduardo menambahkan jam latihan sebanyak satu jam sebelum latihan dan satu jam setelah latihan. Semua dilakukan demi kembali mendapatkan performa apik seperti awal musim.


Melawan Zwolle yang merupakan tim medioker adalah saat yang terbaik untuk meluapkan semua kekesalan pada empat kekalahan sebelumnya.


...


Saat hari di mana pertandingan antara Heerenveen melawan Zwolle berlangsung, seperti biasa Hiro menjadi pemain utama. Hiro pun keluar dari lorong stadion menuju lapangan menjelang laga di mulai. Hiro melihat banyak spanduk bertuliskan kata-kata mulai dari cacian, semangat, ejekan, ataupun dukungan. Semuanya memenuhi pandangan Hiro.


Hiro tidak yakin, namun suporter memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam situasi saat ini. Hiro paham akan hal itu.


...


PRIITT!


Ketika pertandingan di mulai, pemain Heerenveen mendapatkan arahan dari Eduardo untuk terus melakukan tekanan ke jantung pertahanan Zwolle karena mengetahui bahwa pemain bertahan Zwolle mudah panik dan kehilangan bola.


Benar saja, pada menit 27 babak pertama, kesalahan pemain Zwolle yang kehilangan bola di tepi kotak penalti akhirnya dihukum oleh sepakan mendatar Hiro yang membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Heerenveen.


Beberapa menit berselang, giliran Hiro yang melayani rekannya untuk mencetak gol kedua ke gawang Zwolle. Skor 2-0 pun bertahan sampai akhir babak pertama.


Pada babak kedua, Heerenveen bermain lebih agresif, mereka mengincar lebih banyak gol datang. Tetapi taktik agresif ini membuat pertahanan Heerenveen sedikit berlubang. Ketika unggul 4-0, Zwolle sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-2, namun pada akhirnya Heerenveen berhasil mengatasi perlawanan Zwolle dengan kembali mencetak dua gol tambahan.


Pertandingan pekan ke-15 ini pun berakhir. Hiro bermain penuh 90 menit dan mencetak 1 gol dan 1 assist. Kemenangan mutlak 6-2 atas Zwolle menjadi kado indah Hiro sekaligus membuat Heerenveen naik ke peringkat 10 klasemen sementara dengan 21 poin.


Akhirnya sejak bulan April, Heerenveen bisa kembali meraih kemenangan pada bulan Juni ini. Eduardo pun kembali tersenyum ke arah anak asuhnya. "Kita harus terus menjaga kerja keras ini."


Hiro pun juga senang. Dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya atas kemenangan ini. Tambahan gol dan assist dalam laga ini membuat Hiro merubah statistiknya menjadi 2 gol dan 6 assist dari 15 laga. Namun lagi-lagi Hiro masih belum puas. Statistik ini masih jauh dari 'standar' yang ia inginkan.