
Percakapan panjang melalui telepon antara Hiro dengan Darwin terjadi. Sejak Fajar hingga pagi menjelang siang, Hiro terus memohon kepada Darwin untuk mencarikannya klub baru setelah sebelumnya dia meninggalkan Akihabara FC begitu saja.
Namun percakapan berjalan alot karena Darwin masih sedikit kesal dengan ulah Hiro yang dia anggap tidak etis. Hiro telah sadar jika tindakannya itu bukanlah hal yang patut di contoh. Dia juga sudah meminta maaf kepada Darwin karena keputusannya yang meninggalkan tim secara mendadak.
Sebagai agen pemain yang profesional, Darwin masih memaklumi sikap kurang etis dari Hiro yang ingin berganti klub walaupun sebenarnya masih memiliki kontrak dengan Akihabara. Darwin memahaminya karena Hiro memang masih perlu banyak belajar.
...
Setelah Panjang lebar Hiro menjelaskan pembelaan setelah apa yang dia lakukan, Darwin pun memaafkan Hiro dengan catatan kejadian yang lalu adalah peringatan terakhir bagi Hiro. Jika Hiro mengulang kembali tindakan yang sama, maka Darwin tidak akan lagi menjadi agen pemain Hiro.
Setelah persetujuan di ambil, Darwin pun melayani permintaan Hiro untuk mencarikannya klub baru dengan senang hati. Hiro berterima kasih kepada Darwin yang bersedia membantunya lagi.
...
(Percakapan di dalam telepon)
Darwin: Sebenarnya ada banyak sekali tim-tim papan atas yang meminati jasamu, Hiro.
Hiro: Benarkah?
Darwin: Iya, itu benar. Tapi selama ini aku tidak menyampaikannya kepadamu.
Hiro: Kenapa?
Darwin: Sebab... Kau adalah aset berharga bagi tim! Akihabara FC tidak ingin kehilanganmu..!
....
..Namun sekarang aku sadar bahwa kau juga ingin keluar mencari tantangan baru.
...
.. Setelah ini, kau akan memilih klub yang sudah aku seleksi untukmu. Jika sudah yakin dengan pilihanmu, tolong nanti telepon aku kembali.
Hiro: Baiklah, terimakasih banyak Darwin.
...----------------...
Darwin pun mengirimkan email kepada Hiro yang berisi informasi dari klub-klub besar yang menginginkan Hiro selama ini. Darwin meminta Hiro untuk memilih klub yang telah direkomendasikannya. Dari belasan tim yang mengajukan penawaran terhadap pemain 22 tahun ini, total hanya ada 4 klub besar yang tersisa untuk tanda tangan kontrak Hiro di musim berikutnya.
Herenveen (Liga 1, Belanda)
Yokohama FC (Liga 1, Jepang)
Ludogarets (Liga 1, Bulgaria)
Sendai Fuso (Liga 1, Jepang)
Itu adalah empat tim terbaik yang sudah direkomendasikan oleh Darwin. Hiro harus bisa memilih dengan tepat tujuan selanjutnya bagi karirnya.
"Untuk Yokohama dan Sendai, rasanya itu adalah pilihan paling realistis, tapi kalau bisa..aku ingin mencoba tantangan baru di Eropa,"
"Here Veen memang bermain di Liga 1 Belanda, tapi aku tahu jika tim ini cukup kesulitan untuk menghadapi tim yang lebih besar di liganya seperti Ajaz Amsterdam dan Feyenoord,"
"Ludogarets adalah tim langganan juara Liga Bulgaria. Bermain di Europa league ataupun Conference league sepertinya akan terjamin. Tapi aku yakin persaingan mendapatkan tempat utama di tim tidak akan mudah."
Hiro masih belum bisa memilih salah satu. Semuanya sangatlah meyakinkan. Hiro juga kagum dengan cara yang digunakan Darwin sehingga dia bisa mendapatkan tawaran dari klub-klub besar. Tentu semua ini juga terjadi karena permainan menawan Hiro musim ini bersama Akihabara FC yang mencetak 12 gol serta 7 assist, menarik perhatian banyak tim di luar sana.
Dari empat klub itu, sudah pasti Hiro menginginkan kesempatan untuk bermain di panggung Eropa. Oleh karena itu, pilihannya kini tinggal tertuju pada Here Veen atau Ludogarets.
Jika Hiro benar-benar akan berlabuh ke Eropa, maka dia harus bekerja lebih keras karena persaingan yang juga semakin ketat.
...
...
Hingga siang hari, Hiro masih belum yakin dengan klub pilihannya.
"Kira-kira siapa yang bisa kuajak berdiskusi ya?" Pikir Hiro.
...
...
Sepasang kaki melangkah dengan penuh semangat menuju sebuah tempat di mana separuh hatinya berada. Ialah Saki, yang begitu senang ketika mengatahui jika Hiro telah kembali ke Sapporo. Senyum penuh harapan telah kembali terlihat dari bibir Saki. Dia masih belum puas dengan hubungannya dengan Hiro sejauh ini. Saki ingin menjalin hubungan yang normal dengan Hiro, yaitu hubungan antara kekasih yang sebenarnya.
...
Kemarin sore, ketika Hiro mengirimkan pesan singkat kepadanya, Saki langsung senang layaknya seorang anak kecil. Saat ini, Saki sedang berjalan menuju rumah Hiro di tengah kota setelah tadi Hiro memintanya untuk datang.
Baru kali ini Saki datang ke rumah Hiro. Saki belum mengetahui secara pasti untuk apa Hiro memanggilnya mendadak seperti ini karena dia memang tidak diberitahu.
📱
...----------------...
Hiro: Saki, bisakah kau datang ke rumahku sekarang?
Saki: Eh, siang ini?
Hiro: Iya mumpung hari Minggu, kau bisa tidak?
Saki: Ehmm, akan kuusahakan.
Hiro: Baiklah, akan kuberikan alamatnya kepadamu..
...----------------...
Begitulah isi pesan dari Hiro beberapa saat lalu. Tanpa pikir panjang, Saki langsung mengiyakan ajakan Hiro.
...
"Hmm.., kalau di lihat dari petanya, seharusnya rumah Hiro dah deket..," Gumam Saki.
Sambil melihat alamat rumah Hiro di ponselnya, Saki berkata "Biasanya jika pacar meminta datang ke rumahnya itu berarti mengajak kencan bukan?" Gumam Saki. "Semoga dugaanku benar," Dalam hati.
Saki sudah siap dengan segala kemungkinan. Bahkan saat ini Saki tengah mengenakan pakaian yang bagus dan dengan riasan wajah yang cantik. Dia sangat mengharapkan Hiro mengajaknya untuk kencan. Wajar saja, mereka berdua belum pernah melakukannya selama ini.
...
...
...
Angin berhembus menyeret dedaunan yang berserakan di jalanan. Memang biasanya selalu seperti ini jika ingin memasuki musim dingin.
Hiro duduk di ruang tamu rumahnya, menunggu kedatangan Saki. Ponselnya masih ia pegang setelah sebelumnya bercakap-cakap dengan Darwin melalui telepon.
Hiro menghela nafas. Matanya menerawang jendela menuju persimpangan jalan di mana akhirnya Saki pun datang.
Hiro tersenyum manis menyambut Saki. Dia mempersilakan Saki masuk terlebih dahulu ke rumahnya.
"Silahkan masuk, maaf rumahku hanya seperti ini..," Ujar Hiro.
"Iya..," Sahut Saki. Sebenarnya Saki sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa rumah Hiro terlihat begitu tua.
...
Di ruang tamu, mata Hiro tidak bisa lepas dari wajah Saki yang terlihat menawan. Namun Hiro harus fokus. Hiro memanggil Saki datang ke rumahnya bukan untuk melihat wajahnya.
"Fokus Hiro, katakan saja kepadanya!" Hiro meyakinkan dirinya sendiri.
...
"Ee, Hiro.., di mana Ayahmu?" Tanya Saki tiba-tiba. Sedari tadi memang Saki terlihat celingukan mencari seseorang.
"Aduh, kenapa harus bertanya sekarang?"
"Oh, Ayahku sedang berada di rumah sakit untuk kontrol kesehatan jantungnya. Nanti sore aku baru akan menjemputnya kembali,"
"Ya ampun..! Ayahmu sakit apa?!" Saki terkejut mendengar kondisi terkini Ayah Hiro.
"Ayahku terkena serangan jantung. Aku baru menyadarinya setelah pulang dari Akihabara kemarin ini. Ternyata sudah bertahun-tahun Ayahku mengidap penyakit jantung."
Wajah Saki menjadi pilu. "Semoga lekas membaik kondisinya. Aku tahu Ayahmu adalah orang yang penting bagimu."
"Iya.., semoga saja,"
...
Suasana menjadi hening dan terasa canggung seketika.
...
"A--Aku ke belakang sebentar ya, Saki."
Hiro pun langsung bergegas menuju dapur mengambil secangkir teh hijau untuk Saki. Hiro berharap agar suasana menjadi lebih baik setelah barusan membahas tentang Ayahnya.
"Saki.., silahkan minum teh ini,"
"Oh, iya! terimakasih!"
Saki pun menyeruput secangkir teh hangat. "Wah, enak!"
"Fyuuhh..," Hiro menghela nafas. Beruntung keadaan sudah terasa tidak canggung lagi. "Baiklah, sepertinya sekarang aku sudah bisa ngobrol lagi dengan Saki."
...
"Saki..," Hiro memanggil Saki.
"Ya?" Sahut Saki. Dia meletakkan cangkir teh di atas meja. "Ada apa?"
"I--itu.., aku memanggilmu ke sini karena aku ingin menanyakan sesuatu secara langsung kepadamu,"
"Apa itu?"
"Berapa lama lagi program studi tambahanmu di Universitas?"
"Eee..., sekitar satu semester lagi," Jawab Saki.
"Oh, begitu,"
Saki penasaran dengan pertanyaan Hiro barusan. "Kenapa kamu tanya begitu?"
"Eeekhmm..," Hiro membersihkan tenggorokannya. "Kamu mau liburan bareng aku ke Eropa gak?"
...
Wajah Saki masih setengah ragu. Dia belum yakin dengan apa yang dikatakan oleh kekasihnya. "Liburan ke Eropa?"
"Iya.., ke Eropa!"
Ya, ternyata memang tidak salah dengar. "Kapan?!!" Saki bersemangat.
Matanya bersinar dan penuh dengan dengan bayang-bayang liburan yang sudah menanti.
"Mungkin bulan depan,"
"Desember ya?!"
"Iya.., kita akan memanfaatkan libur akhir tahun."
"Asyikk!!" Saki gembira. "Kau serius kan?"
"Tentu saja..!"
Tanpa disadari, Saki langsung memeluk Hiro dengan erat. "Terimakasih sayang..!!"
"S--Sayang..?!" Hiro tersipu malu dipanggil seperti itu.
...
Sebenarnya, tujuan utama liburan ini adalah untuk melihat secara langsung negara dari klub-klub Eropa yang akan di bela Hiro musim depan. Hiro ingin melihat tempatnya berkarir secara langsung, sekaligus berdiskusi dengan Saki mengenai klub barunya. Siapa tahu, Hiro juga bisa menemukan tempat tinggal sementara di sana.
...
"Kemana kita akan pergi, Hiro?" Tanya Saki.
"Ke Belanda dan Bulgaria..,"