The Dreamer

The Dreamer
Yakin!



Ada sebuah kata yang sanggup membuat semua mimpi dan harapan orang-orang terasa mudah di dapat. Namun ketika kata itu tidak ada di dalam hati seseorang, maka segala harapan serta mimpi apapun pasti sulit untuk di gapai. Tidak percaya?


...


🍃🍃🍃


...


Hiro tidak menyangka kompetisi kasta kedua ini begitu ketat. Semua tim di Liga seperti memiliki keinginan yang sama dengan Akihabara FC, yaitu promosi ke Liga 1 Jepang. Pertandingan-pertandingan yang telah dijalani oleh Hiro dan kawan-kawan tidak berjalan dengan baik. Mereka juga merasa kesulitan di setiap laganya.


Malam ini, seluruh pemain Akihabara FC sedang berada di asrama pemain. Kebanyakan dari mereka tidak bisa tidur. Ada suara di dalam imajinasi yang menghantui pikiran mereka.


Suasana asrama pemain begitu sunyi senyap. Di dalam kamarnya pun Mata Hiro juga masih terbuka karena dia tidak bisa tidur. Dia masih terbayangkan tentang banyaknya peluang mencetak gol yang tidak bisa dia manfaatkan untuk menjadi gol.


Hiro meratapi nasibnya, "Apa yang terjadi padaku? kenapa aku begitu tidak beruntung?" Gumam Hiro sambil memikirkan tentang buruknya penampilan dirinya di Liga 2 Jepang sejauh ini.


"Kalau terus begini, aku tidak yakin apakah aku bisa menjadi pemain sepakbola hebat..," Pikir Hiro. Semua keraguan ini muncul karena performa Hiro ternyata masih belum bisa menyamai seperti apa yang diharapkan. Baru 3 gol 3 assist yang Hiro sumbangkan untuk tim.


...


Hingga saat ini, tim Akihabara FC telah melakoni 19 pertandingan dari 38 pertandingan di Liga 2 Jepang. Mereka sekarang masih tertahan di peringkat 9 kelasemen sementara. Meski cukup bagus, namun peringkat 9 bukanlah tujuan mereka dari awal. Tujuan mereka sebenarnya adalah berada di peringkat 3 besar hingga akhir musim. Akihabara FC(27 poin) masih terpaut jauh dari tim Osaka Steel(36 poin) yang berada di peringkat 3. Bahkan peringkat pertama saja yaitu Kyoto Dragons sudah memiliki 51 poin.


19 laga sudah dilalui, kini tinggal 19 lagi untuk mengetahui ke mana langkah Hiro dan Ryota bersama dengan Akihabara FC. Akhir yang bahagia tentu sangat diinginkan, namun jangan lupa dengan akhir yang buruk.


...


...


Hingga pukul 12 tengah malam, Hiro masih termenung di atas tempat tidurnya. Dia masih menyesal telah gagal mengeksekusi tendangan penalti pada pertandingan sebelumnya ketika kalah 1-0 dari Kobe United.


Jika saja penalti Hiro berhasil gol, maka skor akan menjadi 1-1. Jika saja imbang, maka Akihabara FC setidaknya bisa mencuri 1 poin dari laga itu. Namun sayangnya, semua ini hanya berdasarkan 'Jika'.


Banyak pendukung dari Akihabara FC yang belum puas dengan performa Hiro di klub. Bahkan mereka juga mengatakan di media sosial jika Hiro adalah pembelian pemain yang sia-sia.


"Kenapa Hiro selalu bermain padahal performanya buruk?"


"Sungguh mengecewakan,"


"Kenapa kalian begitu percaya dengan pemain yang masih bocah?!"


Begitulah kira-kira kondisi kolom komentar yang ada di aku media sosial Akihabara FC. Saki menjadi sedikit kasihan setelah tahu bahwa Hiro mendapatkan komentar miring dari orang lain. Ternyata, Saki juga kerap kali memantau perkembangan kekasihnya di Akihabara FC.


"Apakah Hiro akan baik-baik saja?" Pikir Saki saat melihat semua komentar negatif di ponselnya dari rumah.


...


...


Namun bukan Hiro namanya jika tidak memiliki hati yang kuat. Hiro sudah merasakan rasa sakit di hatinya sejak kecil. Lebih buruk dari apa yang bisa orang lain bayangkan. Dan kini, semua komentar negatif ini hanyalah sebuah lalat yang akan segera berlalu bagi Hiro.


...


Seichi sang pelatih juga masih mempercayai Hiro sebagai pemain yang mengatur serangan timnya. Mau bagaimana lagi, saat ini masih belum ada pemain yang bisa menggantikan peran Hiro di tim.


Hanya ada satu rangkaian kalimat yang selalu menjadi andalan Seichi untuk membuka sesi latihan timnya. Kalimat itu tentu diharapkan menjadi motivasi bagi Hiro, Ryota dan yang lain.


"Kita selalu kalah.., namun itu mengajarkan kepada kita untuk takut kalah!" Kalimat pertama. "Jangan segan untuk menang! Karena cobalah segala cara untuk mendapatkannya!" Kalimat kedua. Seichi memang paling bisa untuk memberikan kalimat penyemangat bagi pemain-pemainnya.


...


Hari ini, Ryota sudah diberikan kesempatan untuk berlatih bersama dengan Hiro dan yang lain. Seichi mengambil keputusan ini karena sejujurnya dia merasa kasihan kepada Ryota yang selalu berusaha keras walaupun tetap belum maksimal.


Kesempatan ini tidak akan di sia-siakan oleh Ryota. Dia pasti akan memberikan segalanya untuk memikat hati Seichi sang pelatih.


"Yosshh..., Aku akan berusaha sekuat tenagaku!" Ryota bertekad di hatinya.


...


Jelang siang, Porsi latihan yang diberikan Seichi semakin intensif. "Ayo! dimana semangat kompetisi kalian?!" Seichi terus memberikan semangat dan motivasi serta tujuan sebenarnya dalam latihan ini yaitu taktik dalam permainan. "Hey! ingat! jangan terburu-buru! jangan panik memegang bola! lihat teman di belakangmu!"


Hingga akhirnya, latihan hari itupun diakhiri dengan sempurna. Matahari perlahan terbenam lembut di barat. Seichi puas melihat anak-anak asuhnya semakin mengerti dengan apa yang dia inginkan, terutama untuk Ryota. Hari ini, Ryota telah menunjukkan bahwa dia memang pantas untuk masuk ke tim utama Akihabara FC. Ryota berharap, semoga pandangan Seichi terhadap dirinya mulai berubah menjadi lebih baik.


"Hari ini kalian semua bermain dengan baik, terus pahami taktik yang kuberikan! Yakinlah bahwa hari di mana kita bisa promosi ke Liga 1 akan tiba!" Ucap Seichi. "Oh iya, ngomong-ngomong hari ini aku sangat senang melihat cara bermain dari Ryota, dia benar-benar luar biasa hari ini," Lanjut Seichi.


Seketika seluruh pemain Akihabara FC melirik ke arah Ryota. Tatapan mereka seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pelatih tentang Ryota.


Mendengar di puji oleh Seichi, Ryota tidak lupa berterima kasih kepadanya. Ryota senang kerja kerasnya di hargai orang lain.


"Syukurlah..," Batin Ryota.


...


"Wuehhee..! coba lihat siapa yang habis di puji pelatih?? hahaha," Tiba-tiba Hiro datang menghampiri Ryota dan langsung merangkulnya.


"Berisik," Ucap Ryota. "Aku kan cuma melakukan apa yang harus dilakukan."


"Hihihi.., malah jadi sok bijak gini kamu, hahaha!" Hiro tertawa melihat tingkah temannya ini. "Kalau begitu, lanjutkan performamu Ryo! Kalau kau terus begini, mungkin pelatih akan memberikan kesempatan kepadamu untuk bermain di tim utama!"


"Benar juga Hiro! Aku akan jadi bisa bermain bersama denganmu setelah sekian lama di sini! hahaha!"


"Yaahh.., kalau mau begitu, kamu harus bisa membuktikan kemampuanmu kepada pelatih Ryo!" Ujar Hiro menyemangati.


"Iya..!"


Sebagai pemain, Ryota juga ingin bermain. Dia tidak ingin selalu duduk di bangku cadangan dan hanya memandang Hiro bermain dengan susah payah menghadapi lawan. Ryota juga ingin bermain.


...


"Kompetisi masih panjang! Kita adalah orang-orang pemimpi! Kita tidak ingin dan tidak akan menyerah!" Teriak Seichi membakar semangat para pemainnya sore itu. "Yakinlah!"


Lagi-lagi kata 'Yakin' yang selalu dilontarkan dari mulut Seichi kepada para pemainnya. Memang, hanya dengan keyakinanlah mereka bisa berjalan bersama melewati semua rintangan. Hanya dengan keyakinanlah mereka akan menggapai mimpi.