
Momen-momen pembuktian Hiro terus ia lakukan. Hari demi hari berlatih demi impiannya. Meski berbeda Kota dengan kekasihnya, berbeda benua dengan orang tua serta sahabatnya, namun Hiro tetap teguh pada jalanya sendiri agar kelak dia bisa menemui kembali orang-orang yang dia sayangi dengan perasaan bangga.
...
26 Agustus, tengah hari.
Tak terasa Liga berjalan dengan cepat. 22 laga sudah terlalui dan bulan Agustus sudah hampir berakhir. Kehidupan sehari-hari terasa semakin bosan. Hanya ada dirinya dan Saki, orang Jepang yang tinggal di lingkungan perumahannya. Mungkin bagi Hiro, dia masih memiliki banyak teman di tim, namun bagi Saki tidak demikian.
...
"Saki, apakah kau jenuh ketika aku meninggalkanmu sendiri di rumah?" Tanya Hiro melalui telepon. Saat ini Hiro sedang beristirahat sekaligus makan siang di tempat latihan biasanya.
Memang Hiro tidak bisa setiap hari pulang ke rumah. Ketika Hiro berada di Heerenveen, Hiro hanya bisa berkomunikasi dengan Saki lewat telepon. Biasanya Hiro selalu beristirahat di wisma Heerenveen, dan akan kembali ke Amsterdam ketika jeda antara pertandingan cukup lama.
...
"Yaa.., gimana ya, yang jelas aku pasti kesepian lah, tapi mau bagaimana lagi." Jawab Saki.
Hiro sudah menduga jawaban itu. "Hmm, sayang sekali Ayahku tidak mau ikut ke sini waktu kuajak. Ngomong-ngomong, kau sudah berbicara dengan Ibumu tentang hal ini?"
"Iya sudah, tapi Ibuku juga tidak bisa meninggalkan Jepang begitu saja, semua harta benda keluargaku ada di sana."
Hiro hanya bisa menghela nafasnya.
Ketika Hiro ingin kembali berbicara, Saki terlebih dahulu mengatakan, ".. oh iya, kau tahu tidak? masa kemarin saat aku mengajak Ibuku untuk menemaniku di Belanda, I-Ibuku malah menyuruh kita untuk segera menikah?"
Deg.. deg..
Jantung Hiro berdetak lebih kencang. Dia jadi lupa ingin mengatakan apa. "A-Apa? Maksudnya? M-Memang Ibumu benar-benar mengatakan hal seperti itu?"
Namun jawaban Saki juga terbata-bata karena malu menjawab. "I-Iya. I-Ibuku berkata seperti itu kemarin."
"Apa hubungannya menikah dengan kesepian? Memangnya setelah menikah tidak akan kesepian? hehe, ada-ada aja,"
...
Setelah ucapan Hiro barusan, perlahan mereka berdua mulai memikirkan maksud dari saran Ibu Saki. Nampaknya mereka baru sadar maksud dari saran Ibu Saki, kenapa dengan menikah menjadi tidak kesepian lagi.
Saki dan Hiro pun tak bisa berkata-kata selama beberapa detik.
...
"Jadi bagaimana Yoko? Apakah kita bisa mempertimbangkan saran Ibuku?" Tanya Saki.
"Se-Sebentar. Jangan bahas hal itu dulu. Aku bahkan belum membicarakannya dengan Ayahku."
"Oh.., iya juga, aku terlalu buru-buru. Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu keputusanmu." Jawab Saki.
"Hmm, tetapi sepertinya aku juga akan mempertimbangkan persoalan ini. Kita kan juga sudah cukup umur untuk menikah. November besok aku sudah 23 tahun."
"Iya, aku juga berpikiran sama. Tidak terasa ya, sudah hampir dua tahun kita berpacaran sejak aku mengenalmu di Universitas."
"Halah, jangan di bahas. Kamu juga kan yang waktu itu mengejar-ngejarku untuk menjadi pacarmu? Hahaha."
"Hush, sudah jangan membuatku mengingatnya."
Hiro tidak memedulikan peringatan Saki. "Dulu kau sampai berteriak-teriak dengan pengeras suara jika kau menyukaiku kan? Hahaha."
"Sudahlah, jangan dibicarakan lagi."
"Kau yang memulaiku untuk membicarakannya bweekk." Hiro membuat Saki kesal. "Kau juga pernah sampai mengetahui semua rahasiaku waktu itu, aku hampir takut denganmu. Hehe, rasanya seperti kau selalu mengikutiku."
Tuut.. tuut.. tuut...
"Lho.., Saki?"
Tiba-tiba telepon terputus. "Hahaha, dia ngambek. Saki.. Saki..,"
Hiro pun menyimpan ponselnya kembali ke tasnya.
...
...
Setelah memanfaatkan istirahat siang ini untuk menelpon Saki, Hiro kembali bersiap untuk kembali berlatih di lapangan.
...
"Baiklah, aku segera kesana," Ucap Hiro.
Setelah mengikatkan tali sepatunya, ia pun segera berlari ke lapangan.
Hiro dan pemain Heerenveen lainnya harus mempersiapkan laga pertama pada bulan September ini, yakni melawan Ajax Amsterdam yang merupakan lawan berat. Ini adalah pertemuan kedua tim pada musim ini setelah di pertemuan pertama Heerenveen secara mengejutkan berhasil mengalahkan Ajax 2-1.
Namun sekarang, keadaan sudah berubah, Heerenveen berada di peringkat sembilan klasemen, sementara Ajax terus membututi Feyenoord di peringkat pertama. Kemenangan akan membuat Ajax menggusur Feyenoord dan menjadi pemimpin klasemen sementara. Maka dari itu, sudah pasti Ajax akan bermain dengan serius ketika menghadapi Heerenveen nanti.
"Saatnya kembali fokus ke lapangan!"
...
Latihan terus gencar dilakukan. Ini merupakan pertandingan yang penting, bukan hanya bagi Heerenveen namun juga bagi Hiro pribadi, karena pertandingan besok melawan Ajax merupakan pertandingan terakhir sebelum ada jeda kompetisi untuk pertandingan persahabatan FIFA di bulan September ini.
Tentu Hiro ingin kembali di panggil Yamamoto ke timnas senior Jepang untuk laga uji coba selanjutnya setelah pada bulan Maret lalu, debut Hiro di timnas tidak begitu mengesankan. Kali ini Hiro tentu sudah lebih baik daripada sebelumnya. Namun apakah Yamamoto masih akan mempercayainya?
...
...
Dan tibalah saatnya ketika Heerenveen harus bertanding melawan Ajax di pekan ke-23 Liga Belanda. Pasukan Ajax yang dalam motivasi besar akan menjadi ancaman serius bagi Hiro dan kawan-kawan.
Masalahnya kali ini pertandingan di gelar di Kota Amsterdam, kandang dari Ajax Amsterdam. Otomatis Saki bisa melihat langsung pertandingan ini di Stadion. Hiro mengetahui akan hal itu setelah Saki mengabarinya sebelum pertandingan. Hiro tidak ingin Heerenveen kalah dengan mudah dari Ajax di depan kekasihnya. Ini merupakan semangat ekstra sekaligus resiko ekstra.
...
Hiro menarik nafas panjang sebelum masuk ke lapangan. Selalu sulit untuk tidak gugup ketika memasuki lapangan walaupun sudah terbiasa.
Wajah Hiro terus di sorot kamera saat berjalan. Wajar saja, dia adalah seorang pemain yang sedang ramai dibicarakan karena penampilannya yang cemerlang sejauh ini bersama Heerenveen dengan mencetak 5 gol dan 9 assist dalam 22 pertandingan.
Saki yang duduk di kursi penonton begitu senang ketika orang-orang disekitarnya terus membicarakan tentang berbahayanya Hiro di lini serangan Heerenveen.
"Aku tidak bisa membayangkan kalau musim ini Heerenveen bermain tanpa Hiro."
"Kok bisa Hiro beradaptasi di Liga Belanda begitu cepat? Biasanya pemain luar harus beradaptasi setidaknya dua musim."
"Baru kali ini aku melihat pemain Jepang sebagus ini di Liga Belanda. Pasti musim depan dia akan menjadi rebutan tim-tim elite jika terus konsisten."
Sayup-sayup terdengar, begitu banyak orang yang mengakui kualitas Hiro. Bahkan sekelompok supporter Heerenveen begitu mengelu-elukan namanya dengan bersorak semangat ketika nama Hiro disebutkan dalam susunan pemain.
"Hiro..! Owuooo Hiroo...! Uwwooo.. Our Savior!"
...
...
Suporter tuan rumah dan suporter tim tamu terbagi rata di tribun. Terdengar dengan jelas dua dukungan yang berbeda. Masing-masing dari mereka menginginkan kemenangan, namun hanya ada satu yang akan mendapatkannya.
...
Priiitt!!!
Selama pertandingan berlangsung, kondisi tidak seimbang pun terjadi. Penguasaan bola hampir 80% millik Ajax. Heerenveen hanya sibuk bertahan. Dengan begitu, Hiro sama sekali tidak mendapatkan kesempatan untuk mengolah bola di lapangan.
Hasil akhir pertandingan sudah terlihat sejak awal. Heerenveen sama sekali tidak memiliki kesempatan. Heerenveen terlalu percaya diri melawan Ajax.
...
Kemenangan pun didapatkan oleh tuan rumah, Ajax Amsterdam di depan para pendukungnya. Skor 4-1 menjadi bukti bahwa Ajax merupakan tim yang superior di kandang.
Seusai pertandingan, Eduardo tidak bisa berkata-kata lagi dengan kekalahan ini. Tidak ada yang bisa di bela kepada media tentang kekalahan ini. "Kita memang bermain buruk hari ini," Ungkap Eduardo.
Para pemain pun berjalan lesu menuju ruang ganti tanpa sedikitpun berbicara.
Hiro begitu kecewa dengan kekalahan ini. Bukan hanya dia gagal membantu timnya menang, namun juga kepada Saki. Namun tanpa Hiro ketahui pun Saki tetap menjadi seorang yang mendukung Hiro bagaimana pun kondisinya.
...
Hal terakhir yang membuat Hiro terus memikirkan kekalahan ini adalah karena dia khawatir tidak akan terpilih sebagai bagian dari timnas Jepang untuk laga persahabatan selanjutnya pada bulan ini. Pertandingan melawan Ajax ini seharusnya bisa menjadi tolok ukur kemampuannya melawan tim papan atas, namun gagal.
Hiro meragukan dirinya sendiri akan di panggil kembali oleh Yamamoto. Walaupun sudah mencetak 5 gol 9 assist, namun Hiro harus sadar jika masih banyak pemain Jepang yang bermain di Eropa, bermain di Liga yang lebih bergengsi dan bermain lebih bagus darinya layaknya Daichi yang kini membela Monchengladbach di Liga Jerman. Hiro membutuhkan keberuntungan agar Yamamoto kembali memanggilnya.
"Aku benar-benar harus berusaha untuk bisa menjadi lebih baik darinya jika aku ingin merebut tempat utama di timnas darinya."