The Dreamer

The Dreamer
Sang pemimpi



Detak jantung setiap pemain begitu kencang sebelum peluit babak kedua dimulai. Jika Sapporo kalah pada pertandingan ini, maka selesai sudah mimpi mereka di turnamen ini. Mereka akan otomatis tidak lolos fase grup jika kalah melawan Osaka.


...


Priit!!


"Ayo!! semangat Hiro!!" Teriakkan Izumi terus menggema.


Sepanjang babak kedua, Sapporo terus menekan pertahanan Osaka. Seluruh penonton tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Osaka yang merupakan salah satu kandidat juara, bermain kesulitan melawan tim km kuda hitam (tidak diunggulkan) dari Sapporo.


Beberapa menit sebelum pertandingan usai, keajaiban terjadi bagi Sapporo. Berkat kecerobohan pemain bertahan Osaka, Sapporo berhasil mendapatkan hadiah tendangan penalti setelah terjadi handball di kotak penalti.


Hiro maju kedepan sebagai penendang penalti yang bisa jadi penentu kemenangan Sapporo atas Osaka.


...


Hiro mengambil napas panjang, dan Gol! Hiro berselebrasi ke arah Izumi yang menonton dari tribun penonton. Izumi senang ketika Hiro mempersembahkan gol ini untuknya.


...


Priit!!


Peluit panjang tanda berakhirnya laga.


Sapporo berhasil menang. Selanjutnya di pertandingan penentuan di fase grup, mereka harus menghadapi Yokohama.


Universitas Yokohama sebenarnya tidak begitu tangguh, di laga sebelumnya, mereka kalah dari Tokyo dan Osaka. Seharusnya ini menjadi laga mudah bagi Hiro dan kawan-kawan.


Benar saja, Sapporo berhasil mengalahkan perlawanan Yokohama dengan skor 4-1. Hiro mencetak 2 gol dan 1 assist di pertandingan ini.


Aksi-aksi memukau Hiro di lapangan mendapatkan apresiasi dari seluruh penonton. Bahkan ada beberapa orang pencari bakat yang sengaja melihat turnamen ini untuk mencari bakat-bakat muda terbaik.


Diantara para pencari bakat yang bersembunyi di balik penonton itu, ada seseorang bernama Darwin Benjiro. Seorang pencari bakat yang sudah tertarik dengan performa Hiro di lapangan.


"Hmm, akan terus kupantau perkembangan anak ini," Gumam Darwin.


...


Dengan kemenangan ini, Sapporo berhasil melaju ke 16 besar setelah lolos dari fase grup sebagai runner-up di bawah Tokyo.


Di tribun penonton, Izumi masih setia menunggu hasil akhir pertandingan dari Universitas Sapporo. Dia selalu menginginkan Sapporo menang di setiap laga hingga ke final.


Hiro yang menyadari bahwa Izumi masih setia menunggu, membuat hatinya menjadi sedikit terbuka. "Izumi.., terimakasih atas dukungannya," Gumam Hiro.


...


Di 16 besar, Sapporo berhasil menang atas Akihabara dengan skor Tipis 1-0. Lagi-lagi Hiro adalah yang mencetak gol penentu.


...


Di 8 besar, Sapporo juga berhasil mengalahkan perlawanan sengit dari tim kuat Nagoya dengan skor mencolok 3-0. Walaupun Hiro tidak menciptakan gol, namun Hiro berhasil memberikan 3 assist.


Seluruh penonton termasuk pendukung Sapporo sendiri tidak percaya dengan kemenangan ini. Nagoya adalah tim yang superior di turnamen ini, bagaimana bisa kalah dengan mudah di tangan Sapporo?


Kemenangan ini membuat semakin banyak pencari bakat yang mulai penasaran dengan salah satu pemain Sapporo yang paling menonjol, yaitu Hiro.


Di sisi lain, para pemain Sapporo tidak percaya mereka dapat melaju hingga ke semifinal.


"Ini gila!"


"Luar biasa!"


"Tidak bisa di percaya!"


"Apakah ini mimpi?!"


Seluruh pemain dari tim Sapporo termasuk Hiro dan Ryota sangat senang dengan pencapaian mereka. Namun dalam kesenangan ini Ryota sempat bertanya kepada Hiro. "Hiro, bagaimana jika kita memenangkan turnamen ini? apakah kau masih mau menepati janjimu terhadap Izumi?"


"Kita lihat saja kedepannya," Ujar Hiro.


"Baiklah,"


...


Di semifinal, Sapporo bertemu lawan kuat lainnya, yaitu Kobe. Pemain-pemain dari Kobe begitu tinggi dan besar. Mereka sangat kuat dengan duel-duel udara.


Pada babak pertama saja, Kobe berhasil unggul atas Sapporo dengan skor 3-1. Sungguh Pertandingan yang sulit bagi Sapporo. Mereka sudah mulai berpikir untuk siap-siap kalah dan tersingkir dari turnamen.


Para pendukung Sapporo dan beberapa pengamat bakat juga sudah mulai meninggalkan tribun penonton. Semuanya terasa sunyi. Tidak ada lagi sorak-sorai penonton Sapporo. Yang ada hanya suara nyanyian dari suporter Kobe yang semakin bersemangat.


"Haduh bagaimana ini? kita tidak bisa melakukannya,"


Para pemain Sapporo terlihat sudah kehilangan keinginan untuk menang.


"Hey? apa yang kalian pikirkan?" Namun Hiro masih mencoba memberikan semangat. "Bagaimanapun juga, kita harus tetap semangat! support Sapporo akan kecewa jika kita bermain tidak semangat."


"Tidak, belum semuanya," Hiro menunjuk ke arah Izumi yang masih menunggu babak kedua dimulai. "Kau lihat itu? itulah suporter kita! kita tidak boleh mengecewakannya!"


...


Priit!!


babak kedua dimulai. Izumi terus memberikan semangat kepada Hiro dan Ryota serta kawan-kawan untuk bisa memenangkan pertandingan ini.


"Ayoo!! kalian bisa!!" Teriak Izumi sendirian diantara para pendukung Kobe.


Teriakan satu orang inilah yang memompa semangat pemain Sapporo untuk bermain sekuat tenaga.


Hingga mereka akhirnya bisa memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 melalui gol Hiro.


Lalu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat sundulan kepala Ryota.


Hingga keajaiban kembali hadir untuk Sapporo, ketika para pemain Kobe sudah kelelahan, Hiro masih memiliki sedikit stamina untuk berlari sedikit lagi.


"Ayolah Hiro!! Kerahkan seluruh tenagamu!!" Hiro berkata kepada hatinya untuk yakin dengan diri sendiri.


Hiro berlari cepat dari belakang pertahanan lawan dengan menyambut umpan dari rekannya.


Dengan mudah Hiro menyambar bola liar itu dan masuk ke dalam yg gawang Kobe. Seluruh pendukung Kobe terdiam. Mereka tidak menyangka kalau timnya akan kalah 3-4 setelah sempat unggul 3-1.


Hiro, Ryota, dan seluruh pemain Sapporo merayakan gol di detik-detik terakhir ini. Dengan ini, mereka berhasil lolos ke babak final.


Pemain-pemain Sapporo menangis bahagia berkat kemenangan ini. Ini adalah Turnamen UFF pertama mereka, dan mereka datang dengan persiapan seadanya. Namun berkat kerja keras, mereka saat ini mampu melaju hingga babak final dan mengejutkan semua orang.


...


Di final, turnamen UFF, Sapporo harus kembali bertemu dengan Tokyo. Kini ujian berat harus dihadapi.


Di laga ini, juga banyak para pencari bakat yang melihat pertandingan. Mereka memantau nama-nama tertentu untuk di rekomendasikan kepada klub-klub profesional di luar sana.


Hiro tahu akan hal ini. Maka dari itu dia tidak akan menyia-nyiakannya. "Baiklah Hiro.., kesempatan kedua tidak datang dua kali," Gumam Hiro.


Di tribun penonton, ada dua orang yang tidak pernah melepaskan pendangannya dari Hiro. Dua orang itu adalah Izumi dan Juga Darwin.


Izumi, masih yakin jika Sapporo bisa juara, sedangkan Darwin masih memastikan keputusan untuk seorang remaja bernama Hiro. Apakah Hiro layak untuk bermain di klub sepakbola profesional?


"Baiklah Hiro, mari kita apakah kau memang sebagus yang diharapkan," Gumam Darwin.


...


Ketika laga dimulai. Sudah pasti jantung setiap pemain dari kedua tim sangatlah berdegup kencang. Pemain-pemain dari Tokyo sadar jika Sapporo yang akan mereka lawan kali ini berbeda dengan sebelumnya.


Kali ini Sapporo adalah sebuah tim yang menakutkan setelah secara mengejutkan berhasil lolos hingga final. Semuanya terasa berat karena beban setiap pemain itu berbeda.


...


Priit!!


Laga final dimulai. Pemain dari Tokyo tampak begitu tegang dan melakukan banyak kesalahan. Hal ini yang di manfaatkan oleh pemain Sapporo.


...


Sepanjang pertandingan, Sapporo terus mendominasi permainan. Bahkan mereka sempat unggul 1-0 melalui gol dari Hiro pada babak kedua.


"Yaaayy!! Hiro!!" Di tribun penonton, Izumi nampak yang paling senang di banding dengan penonton lainnya. Bahkan dia sampai menangis setelah gol Hiro.


...


Priit!!


Waktu berakhir.


...


Di luar dugaan! Universitas Sapporo berhasil menjadi juara di Turnamen antar Universitas seluruh Jepang itu.


Gol tunggal Hiro berhasil membawa kemenangan 1-0 untuk Sapporo dan membuat mereka menjadi juara di Turnamen Akbar ini.


Di tribun penonton, Darwin yang sedari awal terus memperhatikan setiap langkah Hiro, dibuat yakin oleh penampilannya di Final.


"Baiklah Hiro, nampaknya aku akan memberikanmu kesempatan,"


Darwin pun langsung bergegas menuju ke pintu keluar untuk mencegat Hiro di sana nanti ketika dia keluar dari lapangan, dan langsung menawarkannya kontrak sebagai seorang pesepakbola profesional. Dengan catatan, jika Hiro mau.


Darwin akan memberikan kesempatan kepada Hiro untuk menjadi pemain sepakbola profesional. Darwin sangat berharap Hiro setuju dengan tawarannya karena Hiro adalah pemain yang sangat berbakat.


...


Di saat yang sama, Hiro senang sekaligus bimbang. Dirinya punya janji yang harus ditepati kepada Izumi. Walau begitu, Hiro sudah tahu apa yang dia harus katakan kepadanya.