The Dreamer

The Dreamer
Panggilan timnas



⚽⚽⚽


Sejak hari pertama Hiro berteman dengan Matthew, membuat hari-hari setelahnya menjadi lebih mudah bagi Hiro untuk mendapatkan teman baru sekaligus rekan setimnya dikarenakan Matthew selalu mengenalkan Hiro kepada pemain-pemain lain.


Selain Matthew, ada juga Bastian, Marteen, Justin, dan Bryant yang menjadi teman dekat Hiro di tim ini. Bastian merupakan pemain Italia berumur 27 tahun, Justin dan Bryant merupakan pemain Inggris, sementara Marteen adalah pemain dari Belanda berusia 17 tahun.


Begitu banyak perbedaan diantara teman-teman Hiro. Baik senior maupun junior, Tinggi atupun pendek, Berkulit hitam atau putih, hingga perbedaan agama. Tetapi semua itu tidaklah lain bertujuan supaya mereka semua bisa saling menerima dan membantu. Agar tercipta sebuah tim yang hebat, bukan hanya dalam prestasi, namun juga hingga Chemistry.


...


3 Minggu berlalu dengan cepat ketika Hiro berlatih dengan bahagia bersama tim barunya. Eduardo serta staf pelatih lainnya juga nampak puas dengan kondisi tim serta kualitas pemain-pemain yang mereka miliki pada musim ini.


Bulan Februari telah tiba untuk menyambut pekan pertama Liga 1 Belanda yang akan di mulai tidak lama lagi.


Sekali lagi Eduardo menekankan kepada timnya agar dapat menjalankan taktiknya dengan baik di lapangan. Semua kesalahan serta kekalahan tim merupakan tanggung jawabnya sebagai pelatih. Eduardo tidak ingin ada perasaan bersalah pada setiap diri pemain yang akan mengganggu jalannya pertandingan.


...


Hari ini, sebelum laga pertama FC Heerenveen di mulai, Eduardo memberikan semangat serta motivasi kepada anak buahnya.


"Pertandingan pertama pada sebuah Liga akan selalu krusial untuk menentukan mentalitas tim hingga akhir musim! Maka dari itu aku ingin kalian menunjukkan pertunjukan sulap di atas lapangan pada hari ini!" Ujar Eduardo menggebu-gebu.


Hingga kemudian para pemain Heerenveen keluar menuju lapangan dengan penuh percaya diri. Tidak ada lagi rasa takut yang berada di dada mereka, terutama untuk Hiro. Sekarang Hiro juga bisa merasakan keyakinan bahwa mereka juga bisa menang! Heerenveen adalah salah satu tim terbaik dari Belanda yang bisa bertahan di Liga utama sejak lama! Musim ini Heerenveen mungkin mustahil untuk mengejar juara, namun musim ini mereka harus bisa sekali lagi membuktikan bahwa Heerenveen adalah tim Liga 1 Belanda.


...


...


Beberapa pekan pun sudah berlalu. Heerenveen sebagai tim 'lemah' dan tidak diperhitungkan sebagai pesaing Liga membuat kejutan ketika mereka duduk di peringkat 6 papan klasemen sementara.


Dari 7 pertandingan awal, mereka sudah mengantongi 12 poin dari 3 menang 3 seri dan 1 kalah. Salah satu pertandingan yang Hiro ingat adalah ketika Heerenveen menang atas Ajax 2-1 pada pekan ke dua.


Sejauh ini, Hiro selalu menjadi pemain utama bagi Heerenveen. Dari 7 laga, Hiro sudah menyumbang 3 assist walaupun belum bisa mencetak gol. Namun sebagian gelandang serang, statistiknya bisa dibilang cukup bagus untuk pendatang baru di Liga Belanda.


Performa apik Hiro bersama timnya telah membuat lebih banyak mata tertuju kepadanya saat ini. Hingga yang paling mengejutkan bagi Hiro adalah ketika dia mendapatkan panggilan untuk membela timnas senior Jepang pada bulan maret ini. Hanya butuh 7 laga di Liga 1 Belanda agar pelatih timnas melirik Hiro dan memanggilnya ke timnas senior.


...


Suatu malam, Hiro menerima pesan singkat dari nomor tidak dikenal. Seseorang itu mengatakan jika dirinya adalah pelatih timnas senior Jepang, Hajime Yamamoto. Bahkan dirinya sempat menelpon Hiro dengan panggilan video selama beberapa menit agar Hiro percaya bahwa memang betul ini adalah pelatih timnas Jepang.


"Takehiro, saya adalah Hajime Yamamoto, pelatih timnas senior Jepang,"


Suara yang terdengar, serta wajah yang muncul dalam panggilan video di ponselnya merupakan bukti bahwa ini tidak salah lagi. Memang benar pelatih timnas Jepang, Hajime Yamamoto lah yang menghubunginya.


"Pada kesempatan ini, tepatnya untuk pertandingan persahabatan FIFA pada bulan maret, antara Jepang melawan Chile dan Honduras. Japan Football Association (JFA) telah memanggilmu ke dalam skuat timnas Jepang."


...


Hiro hanya bisa mendengar dari ponsel dan belum bisa mengatakan apapun. Dia bingung ingin berkata apa.


"A.. Eee.., S--Saya berterima kasih untuk kesempatan ini..,"


"Seluruh pemain yang masuk ke dalam skuat timnas harus berada di Tokyo pada tanggal 18 maret untuk memulai latihan perdana." Lanjut Yamamoto dari telepon seakan tidak memedulikan ucapan syukur Hiro sebelumnya.


"Saya mengucapkan terimakasih kepada kamu atas rasa nasionalisme yang tinggi dan berjuang untuk negaramu. Terus berkarir di Eropa ya anak muda. Saya yakin dengan kamu."


Dan dengan demikian, Telepon pun terputus sesaat setelah Yamamoto mengucapkan terimakasih kembali atas kesediaan Hiro untuk Timnas Jepang.


...


Hiro tidak bisa berkata-kata lagi malam ini. Dia memegang belakang kepalanya sambil membuka mulutnya seakan tidak percaya pada apa yang baru saja dia dengar dari percakapan dengan Yamamoto melalui panggilan video.


...


Hiro keluar dari kamar rumahnya dan tergesa-gesa menuju dapur ketika Saki sedang mempersiapkan makan malam.


Saki yang sedang memotong tomat pun terkejut dengan kedatangan Hiro yang mendadak sambil berteriak.


"Ya, ampun, sampe kaget kamu teriak kenceng banget," Saki mengelus dadanya. "Bilang apa kamu tadi?"


"Aku.. di panggil.. timnas!" Ujar Hiro sekali lagi menegaskan dengan nada tinggi dan senyum lebarnya.


Sekarang Saki baru mendengar dengan jelas yang dikatakan Hiro. Saki pun ikut senang dan memeluk Hiro, meninggalkan pisau yang masih menancap pada tomat yang dia sedang potong.


"Eh! beneran yank! Hehe..., Selamat ya!!"


Hiro pun juga memeluk balik Saki dengan erat. "Iya, aku juga gak nyangka!"


"Horee..! akhirnya pelatih timnas sadar kalo kamu emang pemain bagus! Hehe," Ucap Saki.


Hiro tidak bisa menolak pujian kekasihnya dan hanya bisa tersenyum.


Hiro pun duduk di kursi meja makan. Dia duduk santai menunggu makan malam sambil bermain dengan ponselnya dan membuka media sosial.


Di kontaknya, Hiro mendapatkan banyak ucapan selamat dari teman-temannya, tak terkecuali dari Ryota yang menunggunya di Jepang.


"Hey! Akhirnya di panggil timnas ya! Gimana rasanya? seneng? Hehe. Kalo udah sampe di Jepang kabari aku, aku ingin menjemputmu di Bandara!" Tulis Ryota dalam pesan singkatnya.


Selain Ryota, Ayahnya juga mengucapkan selamat kepadanya karena ini semua tidak akan berhasil tanpa usahanya sendiri.


...


Hiro juga mengecek postingan terbaru JFA(Federasi sepak bola Jepang) yang memperlihatkan nama-nama pemain lainnya yang juga di panggil timas seperti dirinya.


Hiro senang ketika melihat ada namanya di dalam daftar itu, dan membuat Hiro sekali lagi yakin bahwa dirinya memang di panggil timas. Namun ketika Hiro sedang melihat nama lainnya pada daftar tersebut, Hiro melihat nama pemain yang membuat seluruh perhatian Hiro tertuju pada nama itu.


Pemain itu berasal dari Freiburg, tim Liga 1 Jerman. Namanya begitu jelas terukir pada memori Hiro sejak lama. Dialah pemain yang ingin Hiro lampaui.


Kolom komentar pada postingan daftar pemain yang di rilis oleh JFA ini pun juga dipenuhi oleh penggemar yang mengelu-elukan nama pemain itu. Membacanya saja membuat Hiro malas dan ingin segera tidur saja.


"Huuffttt.., dia lagi.. dia lagi...," Dalam hati Hiro.


...


"Kenapa sayang? kok muka kamu jelek gitu sih?" Tanya Saki ketika menghampiri Hiro di meja makan dengan membawa piring berisikan lauk makan malam.


Hiro langsung tersadar dan membuat ekspresi yang seperti memperlihatkan raut 'baik-baik saja' dari mukanya.


"Oh, gak ada apa-apa kok," Hiro pun menutup ponselnya. "Yuk makan aja!"


...


...


Berita dipanggilnya Hiro ke timnas Jepang sudah sampai di telinga Eduardo serta rekan setimnya di Heerenveen. Mereka terlihat mendukung Hiro sekaligus bangga dengan Hiro. Tidak banyak banyak pemain dari FC Heerenveen yang di panggil negara mereka untuk melakoni pertandingan persahabatan FIFA pada bulan ini.


Hari-hari setelahnya, Hiro terus berlatih dengan giat bersama Heerenveen. akhir minggu ini Hiro akan menjalani pertandingan terakhir sebelum dia berangkat ke Jepang untuk berkumpul dengan pemain timnas yang lain untuk berlatih.


...


...


15 Maret


Hiro bersiap untuk kembali ke kampung halamannya, Jepang. Saki memutuskan untuk tinggal di Belanda menjaga rumah mereka. Kali ini Hiro pergi sendiri ke Jepang.


Langkah Hiro seperti bimbingan menuju Bandara Amsterdam. Satu sisi, Hiro senang karena dirinya bisa dipercaya sebagai salah satu pemain terbaik Jepang untuk timnas. Namun di sisi lain, ada urusan yang belum ia selesaikan dengan seseorang di Jepang.