The Dreamer

The Dreamer
Menghitung bintang



Di dalam hidup, selalu ada seseorang yang tentu lebih baik dari diri sendiri. Tidak ada yang tahu kapan dan di mana orang itu akan datang dan membuat hidup kita menjadi lebih sulit. Kehidupan akan melemparkan kita ke jalan yang lain ketika kita merasa telah nyaman di jalan ini.


...


...


Liga 2 Jepang tinggal menyisakan dua pertandingan terakhir. Akihabara FC telah melakukan musim yang fenomenal. Mereka saat ini berada di peringkat 4 kelasemen sementara, berjarak 4 poin dari peringkat ketiga. Dengan menyisakan 2 pertandingan di musim ini, Akihabara FC harus memenangkan kedua pertandingan tersebut, mulai dari melawan Fukuoka Football (peringkat 14), dan terakhir melawan Osaka Steels(peringkat 3). Pertandingan melawan Osaka akan menjadi krusial bagi Akihabara demi kelancaran misi mereka menuju 3 besar. Akan tetapi, laga melawan Fukuoka juga tak kalah penting.


...


...


Hari ini, adalah hari pertandingan antara Akihabara FC melawan Fukuoka dimulai. Melihat bahwa Fukuoka merupakan lawan mudah, Seichi sebagai pelatih pun berani menurunkan para pemain cadangannya seperti Ryota. Dia diberikan kesempatan bermain sejak awal oleh pelatih ketika melawan Fukuoka. Seichi memutuskan mencadangkan para pemain utamanya dan lebih memilih untuk memainkan pemain lapis kedua seperti Ryota dan juga beberapa pemain lain. Hiro dan pemain inti lainnya pun harus menunggu kesempatan dari bangku cadangan.


"Jadi begini rasanya dicadangkan," Batin Hiro.


Hiro memang tidak pernah dicadangkan oleh Seichi musim ini. Baru kali ini Seichi berani mencadangkan Hiro. Bukan tanpa alasan, kontribusi Hiro memang sangat besar kepada tim. Dia sudah mencetak 12 gol dan 7 assist dari 34 pertandingan liga menjadikannya pencetak gol kedua terbanyak di Akihabara FC setelah Aaron Carletty, striker asing asal Inggris yang telah mencetak 17 gol untuk tim. Aaron Carletty juga merupakan rekrutan anyar Akihabara FC musim ini yang juga membantu mendongkrak performa tim hingga bisa melaju sejauh ini. Hiro dan Aaron sama-sama tidak diturunkan sejak awal pada laga ini.


...


Sebelum pertandingan, Seichi sebagai pelatih memberikan semangat kepada pemain yang akan bermain lebih dahulu.


"Walaupun Fukuoka sedang terpuruk, namun kalian jangan sampai lengah! Pemain dari Fukuoka pasti akan bermain lebih lepas dan tidak memiliki beban di pundak mereka! kita harus tetap waspada!" Ujar Seichi menyemangati para pemainnya Sebelum laga.


"Yoooo!!!" Teriakkan semangat para pemain Akihabara sebelum pertandingan, tak terkecuali Ryota.


Saat pertandingan dimulai, kedua tim bermain seimbang. Fukuoka bermain lepas, sedangkan Akihabara masih kesulitan menembus pertahanan lawan dengan tim lapis kedua mereka.


Hingga babak pertama berakhir, skor masih imbang 0-0. Seichi mulai was-was dengan keadaan ini. Dia tidak mau membuat kesalahan dalam mengambil keputusan. Akhirnya pada babak kedua, Seichi memasukkan pemain-pemain inti Akihabara seperti Hiro, dan Aaron. Hasilnya, pada menit 62' Akihabara FC berhasil membuat gol untuk keunggulan 1-0 mereka atas Fukuoka melalui gol Aaron memanfaatkan assist Hiro. Delapan menit kemudian, Akihabara FC berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat sundulan kepala Ryota. Inilah gol pertama Ryota untuk Akihabara FC sekaligus menjadi gol yang mengunci kemenangan ini milik Akihabara FC.


Hingga pertandingan usai skor masih 2-0. Pemain Akihabara FC bergembira di lapangan. Mereka merayakan kemenangan ini dengan suka cita. Dengan tambahan 3 poin pada pertandingan ini, Akihabara FC masih tertahan di peringkat ke posisi 4. Mereka tinggal berselisih 1 poin dengan peringkat 3(Osaka). Jika Akihabara FC berhasil menang di pertandingan terakhir melawan Osaka, maka impian mereka untuk finish di tiga besar bukanlah sekedar khayalan lagi.


...


Darwin Benjiro sebagai pemilik klub Akihabara FC juga ikut senang ketika mengatahui timnya dengan gagah berani memberikan segalanya untuk dapat mencapai tujuan mereka di tiga besar.


...


...


"Kerja bagus semuanya! kalian semua pantas mendapatkan kemenangan ini!" Puji Seichi.


Para pemain Akihabara FC terlihat senang. Mereka juga mengatakan bahwa mereka akan terus berusaha hingga mencapai tujuan sebenarnya, yaitu tiga besar!


...


Hiro dan Ryota saling berpelukan. Mereka akhirnya bisa merasakan bermain bersama di dalam sebuah tim. Sudah lama mereka berdua tidak bermain secara bersamaan, dan sekalinya bermain bersama, langsung memberikan kemenangan berarti bagi tim mereka.


"Haha, selamat atas golnya Ryo! Sundulanmu bagus juga!" Ujar Hiro.


"Terimakasih! menurutmu.., apakah aku sudah bisa bermain di tim utama?" Tanya Ryota.


"Wah, kalau itu tergantung pelatih, aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu itu, hehe,"


"-_-," Ryota hanya bisa menerima kenyataan bahwa dirinya memang harus berusaha lebih keras untuk tempat utama. "Yah, memang sepertinya aku harus terus meningkatkan kemampuanku..,"


...


...


Satu minggu dari sekarang, Akihabara FC harus kembali memenangkan pertandingan melawan Osaka Steels jika ingin menjaga asa untuk masuk ke tiga besar kelasemen. Namun itu tidak akan mudah.


Pada pertemuan pertama musim ini, Osaka Steels berhasil mengalahkan perlawanan Akihabara FC dengan skor telak 4-0. Sekarang adalah saat yang tepat bagi Hiro dan rekan-rekannya untuk membalas dendam kepada Osaka yang sudah mempermalukan mereka sebelumnya.


"Osaka..," Desis Hiro sambil melamun.


"Hmm? bicara apa kau barusan?" Tanya Ryota.


"Huh? kenapa.. kenapa kau sampai meragukannya?"


Hiro menoleh ke arah Ryota dengan wajah serius. "Osaka itu memiliki banyak pemain bagus..., bahkan jauh lebih bagus dari diriku sekarang..," Jawab Hiro.


"Iya juga sih.., apa lagi striker mereka yang sangat berbahaya itu..., eee... siapa namanya? aku lupa,"


"Dasar kau ini pelupa.., dia kan yang membobol gawang kita tiga kali di pertemuan pertama!" Ujar Hiro.


"Hehe, iya juga,"


Hiro geleng-geleng kepala karena dia kembali mengingat sosok yang sangat berbahaya dari tim Osaka. "Kyuzu Morita.., namanya Kyuzu Morita,"


"Ahh! iya benar! itu namanya!" Ryota akhirnya mengingat nama itu. "Iya sih, dia memang sangat berbahaya. Musim ini dia menjadi pencetak gol terbanyak di Liga dengan 25 gol!"


"Iya..," Desis Hiro.


Ryota melirik Hiro sambil sedikit tertawa kecil. "Kalau dibandingkan denganmu yang baru mencetak 12 gol.., rasanya Kyuzu lebih baik daripada kam--,"


"Iya," Ucap Hiro tanpa membiarkan Ryota menyelesaikan perkataannya. "Aku tahu itu, makanya aku sangat pesimis dengan laga kita selanjutnya melawan Osaka itu."


...


"Aaahh.., kenapa kau begitu pesimis??!" Tiba-tiba saja ada suara seseorang yang datang menghampiri Hiro dan Ryota.


"Ini bukan Hiro yang kutahu..," Lanjut orang itu.


Hiro dan Ryota menoleh ke belakang dan melihat Aaron yang datang menghampiri mereka berdua. "Aaron?"


"Hmm.., aku dari tadi memperhatikan kalian berbicara.., hehe maaf menguping pembicaraan," Aaron menggaruk kepalanya yang botak.


"Iya, tidak mengapa," Ujar Hiro.


"Nampaknya kau semakin lancar berbahasa Jepang ya, Aaron?!" Ujar Ryota. "Biasanya kau mencampur adukkan bahasa Inggris dengan Jepang.., jadinya aneh, hehe."


"Tentu saja.., memangnya tidak boleh? haha. Lagi pula sudah satu tahun aku di Jepang," Ucap Aaron. "Hei.., ngomong-ngomong, tentang pertandingan selanjutnya.., aku hanya ingin mengatakan sesuatu,"


"Apa?" Hiro penasaran.


"Aku berjanji.., kita akan menang!!!" Ujar Aaron bertekad. "Tak peduli siapa yang akan kita hadapi.., namun kita harus tetap percaya diri dan bermain dengan sungguh-sungguh!"


"I--Iya," Sahut Hiro dan Ryota dengan wajah ragu.


...


Entah darimana datangnya Aaron, namun dia memang orang yang sangat percaya diri. Striker botak dari Inggris berusia 32 tahun ini sudah seperti seorang mentor bagi para pemain yang lain sebab kepercayaan dirinya yang sangat besar.


"Aku dengar tadi, kalian takut dengan striker Osaka bernama Kyuzu itu ya?" Tanya Aaron.


"Benar..," Jawab Hiro dan Ryota.


"Hahaha," Aaron tertawa. "Kyuzu itu cuma orang biasa.., kita tidak perlu takut kepadanya. Lagi pula, Kyuzu itu adalah temanku.., setahuku dia tidak menggigit kok..,"


Aaron kemudian melangkah lebih dekat kepada Hiro dan Ryota lalu merangkulnya. Aaron berkata, "Kita itu adalah sebuah tim.., dan sebagai tim kita harus tetap bekerja sama.. apapun hasilnya."


"Apapun hasilnya?"


"Apapun.. hasilnya..," Ujar Aaron.


Hiro tahu alasan mengapa Aaron mengatakan hal ini kepadanya adalah untuk menenangkan dirinya dari rasa pesimis. Namun dalam hati Hiro, dia masih saja terpikirkan dengan nama seseorang dari Osaka Steels itu, yaitu 'Kyuzu Morita'. Hiro sampai sangat terkejut karena ternyata masih banyak pemain yang lebih baik dari dirinya. Aaron Carletty, Kyuzu Morita,dan mungkin masih ada ratusan bahkan ribuan.


Inilah yang disebut dengan 'Menghitung Bintang' di mana Hiro sadar bahwa dia harus bersaing dengan bintang-bintang lainnya di sepakbola. Hiro masih belum yakin, apakah dirinya ini bisa menjadi seperti apa yang dia inginkan. Terutama untuk menyamai pencapaian saingan utamanya ketika di akademi Zekka terdahulu. Hiro masih ingat betul nama anak yang menjadi pesaing beratnya 7 tahun lalu 'Daichi Furuoka'.


"Daichi..., apakah aku bisa melampauimu?"