The Dreamer

The Dreamer
Pengalaman baru



Setiap hari setelah Hiro mengenal Izumi. Dia selalu di tanyakan mengenai hal yang sama. "Apakah aku boleh menjadi pacarmu?"


Hiro tetap tidak menggubris pertanyaan itu. Dia hanya mau fokus kepada sepakbola. Hiro tidak ingin ada yang menggangu fokusnya ketika bermain di lapangan hijau. Namun wanita itu tidak menyerah. Dia terus mengejar Hiro.


...


...


Hingga suatu ketika, saat Hiro sedang berlatih sepakbola dengan Ryota dan rekan-rekannya di tim universitas, Izumi dengan nekat melakukan hal ini.


"HIROO!! AKU MENYUKAIMUU!!"


Suara Izumi itu terdengar keras melalui pengeras suara.


Hiro sangat malu. "Aduh, dia lagi," Ucap Hiro dalam hati.


Teman-teman Hiro di lapangan tertawa mendengar suara itu. Beruntung saat ini kampus sedang sepi, sehingga tidak banyak orang yang tahu.


"Hahaha, kau tahu Hiro? aku merasa jika ini semakin menyedihkan. Bagaimana jika kau beri dia kesempatan?" Ryota menawarkan solusinya.


"Ah tidak mau," Hiro bersikeras. "Andai saja waktu itu aku tidak berterima kasih kepadanya, pasti semua ini tidak terjadi."


"Ah, sudahlah, Hiro, jangan menyesal, tapi aku heran.., kenapa kau tidak ingin berpacaran dengannya? menurutku dia cantik, dia juga baik. Dia itu adalah orang yang pernah menyelamatkan nyawamu, kau ingat?"


"I--Iya, tapi..,"


"Tapi apalagi? sudahlah.., apa kau tidak kasihan melihatnya?"


"Sudah pasti kasihan, aku tidak ingin melihat perempuan bersedih, tapi aku juga tidak ingin fokusku terpecah menjadi dua karena berpacaran."


"Hmm, penyataanmu masuk akal," Ryota sedang memikirkan solusi yang tepat.


"Ahha! aku tahu!"


"Tahu apa?" Tanya Hiro.


"Sebentar lagi kita akan mengikuti turnamen UFF kan?"


"Iya, kenapa?"


"Nah," Ryota pun mendekati telinga Hiro dan mulai berbisik, "Kau bilang saja kepada Izumi jika dia ingin menjadi pacarmu, maka dia harus mau mendukung tim Universitas Sapporo ketika bertanding di UFF besok. Kalau kita bisa juara, Izumi bisa menjadi pacarmu, namun jika kalah, maka sebaliknya, bagaimana?"


"Hmm..," Hiro mempertimbangkannya. "Jadi maksudmu, ini adalah cara untuk menolak secara tidak langsung?"


"Benar sekali!"


...


Turnamen UFF adalah turnamen sepakbola terbesar di Jepang yang mempertemukan seluruh klub Universitas di Jepang untuk memperebutkan satu piala.


Sayangnya, di Turnamen ini, Universitas Sapporo berada di grup yang sulit. Mereka harus menghadapi tim-tim tangguh yang sudah berpengalaman.


Itulah mengapa Ryota yakin jika tim Universitas Sapporo tidak akan menjadi juara dan Hiro bisa terlepas dari Izumi yang terus mengejarnya.


...


"Baiklah, aku akan mengatakannya kepada Izumi sekarang juga,"


Hiro pun bergegas mencari menemui Izumi di taman kampus setelah dia menelepon Izumi sebelumnya.


Di taman, Hiro menyapa Izumi yang sedang duduk bersantai. "Izumi!"


"Eh Hiro!" Izumi menyadari kedatangan Hiro. "Ada apa kesini? bukankah seharusnya kau latihan?"


"Iya, aku sedang latihan, tapi barusan aku mendengar suaramu dari pengeras suara."


Izumi senang. "Wah! kau menyadarinya?!"


"Iya, aku kesini untuk menjawab ucapanmu dari pengeras suara tadi,"


"Eh.., Hiro..?"


Hiro mulai mendekati telinga Izumi dan membisikkan, "Aku..juga.. menyukai..kamu,"


Seketika wajah Izumi menjadi merah padam. "Ee.., H--Hiro.., apakah kau..b--benar menyukai a--ku?"


"Tentu saja. Kau itu penyelamatku.., aku merasa nyaman didekatmu," Hiro menatap nata Izumi. "Mulai sekarang, biarkan aku yang melindungimu,"


"A..Ah.. bisa saja,"


Semua yang dikatakan Hiro adalah bohong.


"Tapi.., aku punya satu permintaan kepadamu,"


"Permintaan apa?" Tanya Izumi.


"Mulai Minggu depan, Universitas kita akan mengikuti turnamen sepakbola besar yang diikuti oleh seluruh Jepang. Maukah kau menemaniku selama turnamen?"


"Hmm.., iya! tentu saja! aku akan menjadi pendukung untukmu!" Izumi bersemangat.


"Tapi.., ada tapinya," Ucap Hiro.


"Jika kita kalah dalam turnamen itu, aku tidak akan melanjutkan hubungan bersamamu. Tapi jika berhasil juara, hubungan kita akan tetap berlanjut. Bagaimana?" Inilah sebenarnya rencana Hiro.


"Eee..," Izumi bingung.


"Kau boleh menyerah sekarang jika kau mau," Tawar Hiro.


"Tidak! aku tidak mau menyerah! aku harus mencobanya kan? hehe," Ucap Izumi dengan tawa polosnya.


"Baiklah," Ucap Hiro. "Sampai berjumpa Minggu depan saat turnamen! aku harap bertemu denganmu di sana!" Ucap Hiro seraya melambaikan tangan ke arah Izumi.


Sepanjang jalan kembali menuju lapangan, Hiro tidak berhenti tertawa geli atas keputusan Izumi.


"Hihihi.., dasar Izumi. Mana mungkin kita bisa menang di turnamen itu? hahaha!" Dalam hati Hiro.


...


...


Satu Minggu telah berlalu. Kini saatnya Hiro, Ryota, dan rekan satu timnya berjuang di atas lapangan hijau.


Turnamen UFF ini adalah yang pertama kali diikuti oleh Hiro. Tingkat kesulitannya pun bukan main-main. Kebanyakan dari pemain yang bermain di turnamen ini adalah pemain profesional dan berpengalaman namun masih merupakan mahasiswa.


...


Di pertandingan pertama, Universitas Sapporo harus menghadapi juara bertahan turnamen, yaitu Universitas Tokyo.


Hiro sudah menyiapkan diri untuk kalah. Namun dia mendengar suara Izumi dari bangku penonton.


"Semangat Hiro!! kau pasti bisa...!" Teriak Izumi.


Hiro yang melihat Izumi di bangku penonton, langsung mengepalkan tangannya ke udara, pertanda dia juga akan berjuang keras.


...


Priit!!


Pertandingan dimulai, Universitas Sapporo terus ditekan oleh Tokyo. Sapporo sama sekali tidak memiliki kesempatan. Hiro bahkan tidak bisa bergerak di pertahanan lawan.


Hingga akhirnya, skor babak pertama berakhir dengan keunggulan 2-0 untuk Tokyo. Seluruh pendukung Sapporo mulai sadar bahwa tim yang mereka dukung tidak mungkin menang.


Namun ada seorang yang masih yakin akan hal itu. Siapa lagi kalau bukan Izumi. "Ayo Sapporo!! masih ada babak kedua! kalian pasti bisa!!!"


Hiro, Ryota, dan rekan setimnya yang mendengar teriakkan Izumi menjadi sedikit lebih tenang. Walaupun tetap, mereka menganggap Izumi sebagai pendukung 'gila'.


...


Di babak kedua, Sapporo bermain Lebih baik dari babak pertama. Bahkan mereka berhasil mencetak gol ke gawang Tokyo hingga skor berubah menjadi 2-1.


Sayangnya kedudukan tidak berubah, dan Sapporo tetap kalah.


"Aduh..Tokyo tangguh sekali ya..," Ucap Hiro. "Tidak salah mereka adalah juara bertahan,"


...


Di pertandingan kedua, Sapporo harus bermain menghadapi Osaka. Osaka merupakan salah satu favorit juara di Turnamen ini. Lagi-lagi Hiro sudah bersiap untuk kalah.


Namun dia masih melihat Izumi bersemangat di bangku penonton. Terus berteriak memberikan semangat walau matahari begitu terik siang ini.


Izumi memberikan kepalan tangannya kepada Hiro, sebagai tanda agar Hiro mau berusaha lebih keras.


"Izumi...," Gumam Hiro.


"Apakah dia benar-benar berusaha menjadi pacarku?" Pikir Hiro.


Hiro membalas kepalan tangan Izumi dan meyakinkan dirinya sendiri. "Aku akan berusaha!"


...


Priit!!


Pertandingan telah dimulai. Kedua tim bermain seimbang. berbagai peluang terjadi. Namun belum ada gol tercipta hingga babak pertama berakhir. Skor masih 0-0.


Performa Sapporo begitu meningkat di banding pada saat bermain melawan Tokyo sebelumnya.


"Ayo teman-teman! kita pasti bisa melakukan ini! kita pasti bisa menang!" Hiro memberikan semangat.


Ryota yang mendengar Hiro bersemangat, menjadi bingung. Apakah sebenarnya Hiro sudah lupa dengan rencananya? "Hey Hiro! apa kau yakin menang?"


"Iya! aku yakin! Demi Universitas Sapporo, kita harus tetap berusaha!"


"Ayoo!!" Teriak rekan-rekan lainnya.


...


"Haduhh..," Gumam Ryota. Nampaknya Hiro sudah lupa dengan rencana awal.


Hiro akan terus berjuang demi Universitasnya dan kebanggaan teman-temannya. Menjadi juara di Turnamen UFF mungkin akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Hiro. Namun dia tidak boleh melupakan perjanjiannya dengan Izumi.