
...❄️❄️❄️...
.......
.......
.......
Romeo berjalan dengan santai saat mereka masuk ke dalam apartemen milik nya. Meskipun punggungnya masih terasa sedikit ngilu Romeo tetap membukakan pintu untuk Juliet.
Apartemen itu adalah apartemen baru yang dibelikan oleh Wiratama sebagai hadiah pertama sebagai bukti keseriusan janji Wiratama pada putranya.
Hadiah sebelum pernikahan Romeo dan Juliet. Dengan kata lain, ini adalah bukti keseriusan perjanjian mereka dan masih banyak lagi hadiah yang akan diterima Romeo di kemudian hari.
Meskipun sejujurnya Romeo sedikit merasa enggan untuk menerima apartemen tersebut, sebab ia tidak berniat untuk tinggal di Jakarta.
Tapi ayahnya bersikeras agar sebelum pernikahan Romeo bisa segera kembali ke Jakarta dan mempersiapkan pernikahan bersama-sama dengan calon istrinya. Juliet.
Dengan berat hati Romeo pun menerima apartemen tersebut atas namanya sendiri. Dan sekarang ia berada di sini bersama dengan wanita yang akan menjadi calon istrinya kelak.
"Masuk aja. Lo bisa lakuin apa aja yang Lo mau." Romeo melepaskan jas nya dan menyisakan kemeja yang saat inipun sudah ia sinsing.
"Apartemen Lo bagus. Nyaman juga. Udah lama Lo tinggal di sini?" Juliet berkeliling untuk melihat fasilitas yang ada di apartment Romeo.
Romeo berjalan ke arah pantry dan menuangkan segelas minuman dingin untuk dirinya, "Gue gak tinggal di sini. Dan apartemen ini baru aja di kasih ke Gue." Romeo berjalan kembali ke ruang tamu.
Juliet mengangguk samar, "O,ya Lo bilang Lo punya Tv. Dimana?" tanya Juliet. "Di kamar gue." Romeo menunjuk dengan dagu nya.
"Ya udah gue mau istirahat, Lo bebas mau ngapain aja. Di kulkas makanan banyak. Minuman juga ada, Lo bisa ambil yang Lo mau." Romeo meninggalkan Juliet dan berjalan ke kamarnya.
"Eh Lo mau kemana?" cegah Juliet yang berjalan selangkah mendekati Romeo. Romeo menaikkan satu alisnya dan melipatkan tangan di depan dada. "gue mau istirahat. Kenapa?"
"Dimana?"
"Di kamar gue lah. Mau di mana lagi." sahut Romeo acuh. "Tv Lo?" lagi-lagi Romeo mengernyit, "di dalam." baru saja Romeo menyelesaikan kalimatnya Juliet sudah melewati tubuh Romeo yang masih mematung.
"Lo istirahat di sofa aja. Gue mau liat suami Gue." jelas Juliet yang langsung masuk ke kamar Romeo tanpa permisi.
Romeo yang masih tidak memahami perkataan Juliet pun segera menyusul Juliet dengan cepat, "Lo ngapain sih, inikan kamar gue."
"Liat suami gue lah. Berisik banget sih Lo."
"Tapi kan kita belum nikah. Mana bisa Lo kaya gini. Bar-bar banget sih jadi cewek." sementara Romeo menceramahi tingkah laku Juliet, gadis itu malah sibuk mencari dimana letak remote televisi.
"Gue gak tau Kalau cewek indo kelakuan nya kaya gini. Meskipun tau kita bakal nikah tapi gak seharusnya..." Romeo langsung terdiam begitu televisi di kamar nya menyala.
"Semoga aja suami gue masih ada." gumam Juliet, Romeo lagi-lagi mengernyit. Saat melihat wajah Juliet di penuhi oleh senyum merekah dan mata yang berbinar Romeo pun memperhatikan layar di depannya.
Sebuah film drama Korea sedang di putar dengan adegan seorang pria yang berprofesi sebagai petarung bebas sedang berlaga di atas ring tinju.
"Yes. Masih sempat. O,ya kalau Lo mau tidur ya tidur aja. Gue gak bakalan berisik kok." Juliet berjalan ke arah tempat tidur, meletakan ponselnya di atas nakas kemudian duduk di pinggiran tempat tidur Romeo.
Romeo yang menyaksikan sendiri bagaimana gadis itu bersikap sangat biasa meskipun mereka berada di ruangan yang sama membuat Romeo menggelengkan kepalanya seraya tersenyum kecil.
Ternyata ia sudah salah faham. Gadis di depannya ternyata adalah seorang pecinta drama percintaan dan memiliki daya halusinasi yang luar biasa. Bahkan dirinya yang seorang laki-laki tampan berdiri dengan jarak kurang lebih lima meter pun tidak dianggap sama sekali.
Dalam situasi seperti ini seharusnya seorang wanita merasa malu, berdebar ataupun terpesona dengan keberadaan dirinya, tapi gadis di hadapannya sangat berbeda. Juliet bahkan tidak memandang padanya sama sekali dan hanya menatap pada layar di depannya.
"Terserah Lo." gumam Romeo meninggalkan Juliet dan langsung berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengganti pakaiannya.
Setelah keluar dari ruang ganti Romeo terdiam sejenak untuk memperhatikan wajah Juliet yang sedang fokus melihat pada televisi.
Ekspresi yang di tunjukan nya mulai beragam. Dan Romeo menikmatinya untuk sesaat. Saat diam dan fokus, Juliet terlihat sangat manis.
"Film apaan sih? seru banget kayaknya. Lo suka film Melo kaya gini?" Romeo mengambil tempat di sebelah Juliet dan menutupi dirinya dengan selimut.
"Ini drama favorit Gue. Lo liat deh aktor nya cakep banget. Itu suami gue." sahut Juliet melanjutkan kehaluannya. "Kalau boleh jujur kayanya masih cakep gue sih." Romeo memuji dirinya sendiri. Apalagi ia juga memiliki darah Korea yang berasal dari ibunya.
Mendengar hal itu Juliet pun memalingkan wajahnya kepada Romeo, "Lo gak sakit kan ya?" kata Juliet menyentuh pelan dahi Romeo.
Romeo menaikkan satu alisnya, "Lo yang sakit. Dasar ratu halu." Romeo menarik selimut dan mengarahkan nya kepada Juliet. Membuat Juliet sedikit tersentak. "Ih, Lo pede gila. Dimana-mana juga cakep suami gue lah."
"Ya lah. gue emang cakep kok, tau." sela Romeo masih bersikap menyebalkan.
"Bukan Lo! Park Soe Joon." balas Juliet dengan nada ketus.
"Kenapa Lo gak minta opa nikahin Lo sama dia aja, kenapa harus dijodohin sama gue coba? itu artinya karena gue lebih baik daripada dia. Dan cuma Gue yang di percaya buat jadi suami Lo." sahut Romeo dan berhasil membuat Juliet membulatkan matanya karena kesal.
"Berisik Lo! tidur sana. Ganggu gue aja."
...❄️❄️...
...Satu jam kemudian.....
Juliet yang sudah menyelesaikan film nya pun mematikan televisi dan membiarkan Romeo yang masih terlelap untuk melanjutkan tidur siang nya. Seperti janjinya pada pria itu, Juliet tidak bersuara sedikit pun.
Meskipun ia ingin menjerit dan mengomentari filmnya tapi Juliet berusaha menahan diri agar tidur Romeo tidak terganggu.
Setelah mematikan televisi, Juliet pun langsung berjalan keluar kamar untuk melihat-lihat apartment dari calon suaminya.
Selain berada di pusat kota, apartemen Romeo termasuk apartemen mewah yang menyediakan fasilitas lengkap. Mulai dari ruang untuk Gym dan juga balkon yang terbilang cukup besar dan nyaman.
Juliet tidak memiliki kesibukan lain. Ingin kembali kerumah tapi ia merasa enggan karena pastilah sang nenek akan memberinya pertanyaan beruntun bila ia hanya kembali seorang diri, padahal perintah sang nenek sangat jelas agar mereka menghabiskan waktu sepanjang hari bersama.
Merasa bosan tidak melakukan apapun, Juliet pun kembali berjalan ke arah pantry. Ia melihat isi kulkas dan memilih beberapa minuman serta makanan untuk mengisi perutnya.
Juliet juga berhenti sejenak di ruang perpustakaan mini yang ada di sebelah kamar Romeo. Juliet mengambil beberapa buku dan memutuskan untuk membaca buku tersebut untuk mengisi waktu luangnya.
"Huh, apa setelah menikah kami akan tinggal seperti ini? ini lebih mirip seperti bertapa." gumam Juliet yang sudah meletakan bawaannya di atas meja. Ia duduk di salah satu sofa panjang dan mulai membaca buku. "Timeslide" Buku yang membuat Juliet sedikit penasaran.
...❄️❄️❄️...
Romeo terbangun tepat pukul lima sore. Ia tersadar jika ia hanya seorang diri di kamarnya. Tv sudah dimatikan dan tidak ada tanda-tanda Juliet berada di sana.
"Apa gadis itu pulang sendirian?" Romeo langsung bangun dari atas tempat tidur, memakai sendalnya lalu keluar dari kamar.
Ruang tamu tampak hening. Begitu juga dengan dapur. Tidak ada siapapun di sana. Setelah kembali, Romeo melihat bahwa pintu balkon terbuka, ia pun berjalan keluar.
Dan di sanalah gadis itu. Tertidur dengan buku yang menutupi wajahnya. Sementara bungkus makanan berserakan di atas meja.
"Gue kira udah balik duluan. Taunya malah tidur di sini. Untung aja gak hujan." Romeo mendumel seraya membersihkan sampah dari atas meja.
Romeo yang melihat Juliet masih terlelap pun meninggalkan gadis itu untuk melanjutkan tidurnya sementara Romeo sendiri kembali ke kamar untuk mandi.
Setelah mengganti pakaian nya dengan yang baru Romeo kembali melirik ke arah Juliet yang masih tertidur.
Hari sudah semakin sore dan Romeo tidak memiliki apapun yang bisa ia masak untuk makan malam. Kulkasnya hanya terisi oleh makanan ringan dan juga minuman bersoda yang ia beli sebelumnya.
"Hei.. Hei.. bangun. Udah malam." Romeo menyentuh pelan pundak Juliet untuk membangunkan gadis itu. "Woi, bangun! Lo tidur apa tidur sih. Bangun woi." Romeo menyentuh pundak Juliet dan menyentaknya lebih bertenaga.
"Apa sih Oma. Juliet masih ngantuk. Masih mau tidur." sahut Juliet masih dengan mata terpejam. Dan Romeo tidak memiliki cara lain selain menggendong gadis itu dan membawanya ke dalam kamar.
"Tidur itu di kasur bukan di sofa. Lo kan bukan kucing." gumam Romeo setelah meletakkan tubuh Juliet di atas ranjang dan menyelimuti nya. Kali ini Romeo akan bersikap baik.
"Halo Oma Dena. Ini Romeo. Seperti nya kami akan kembali sedikit terlambat. Juliet sedang berbelanja. Dan kami akan makan malam diluar." Romeo menghubungi Oma Dena agar tidak mencemaskan keberadaan cucu perempuan nya.
"Baiklah nak, tidak apa-apa. Kami akan menunggu kalian kembali. Bersenang-senang lah." sahut oma Dena terdengar bahagia, "Baiklah Oma, Kalau begitu kami akan melanjutkan jalan-jalan kami. Aku akan menjaga Juliet sampaikan salam ku untuk opa Adam." setelah nya Romeo pun mematikan panggilan ponsel nya.
Melihat Juliet yang semakin tertidur pulas, Romeo pun meninggalkan gadis itu di sana. Sementara Romeo sendiri pergi untuk membeli makan malam.
...❄️❄️❄️...
"Astaga. Gue kok bisa ada disini?" Juliet tersadar dan langsung terduduk di atas ranjang. "ponsel gue mana lagi." Juliet melihat ke kanan-kiri dan menemukan ponsel nya di atas nakas.
Jam di ponsel nya sudah menunjukkan pukul delapan malam. Juliet bergegas turun dari atas ranjang dan keluar dari kamar.
Ia mencari-cari keberadaan Romeo dan pria itu sedang berada di balkon tempat Juliet tidur sebelum nya. "Lo kok gak bangunin gue sih? mana udah malam lagi. Oma pasti nyariin." omel Juliet.
Sedangkan Romeo masih menyesap minuman nya dan memalingkan wajah sesaat ke arah Juliet. "Gue udah beliin baju ganti buat Lo. Gue gak tau gimana selera Lo yang milih juga bukan gue."
"Tapi pelayan toko nya. Jadi Lo tinggal pakai aja. Gue juga udah nelpon Oma. Gue bilang kita belanja terus makan malam. Jadi Lo gak usah cemas." jelas Romeo secara runtut menanggapi kecemasan Juliet.
"Oma gak nanya apa-apa gitu? percaya aja sama Lo?"
Romeo mendelik, "Lo pikir gue cowok apaan? ya pastilah gue bisa dipercaya. Lo lupa? Gue tu-na-ngan Lo! Udah mandi sana. Perlengkapan mandi Lo juga udah gue beliin. Gak usah protes pake aja yang ada. Ngerti Lo." Romeo melewati Juliet menuju ke ruang pantry untuk mengembalikan gelas minuman nya yang sudah kosong.
"Barusan tu cowok ngomelin gue kan ya?" Juliet berbalik dan menatap kesal kepada Romeo, "Gak ada yang nyuruh Lo ngurusin gue. Kenapa Lo jadi kaya kesel gitu? nyebelin!" Juliet berdecak kesal.
"Lo urusan gue. Lo lupa? Lo udah pake cincin dari gue.. Lo-ve-ly!"
"What? Gila Lo!"
...❄️...
...❄️...
...❄️...