ROMEO & JULIET

ROMEO & JULIET
RJ-38



...❄️...


...❄️...


...❄️...


Sesampainya dirumah, Romeo kembali memeriksa ponselnya. Ternyata Juliet belum juga membalas pesannya. padahal sudah hampir satu jam berlalu.


Romeo mulai mendelik kesal. Entah kenapa pesan balasan dari Juliet terasa penting bagi Romeo. Pada akhirnya, benda pipih ditangannya pun dibuang begitu saja ke atas ranjang.


Setelah nya Romeo mengambil handuk, kemudian pergi ke arah kamar mandi. Ia butuh menyegarkan diri.


Ah.. sial. Kini isi kepala Romeo mulai di penuhi oleh berbagai macam kemungkinan. Mulai dari Juliet yang mengabaikan pesannya dengan sengaja untuk membalas ia yang sebelumnya juga telah mengabaikan pesan dari gadis itu.


Ataukah, bisa saja saat ini Juliet mengabaikan pesannya karena sedang bersenang-senang dan menikmati pemandangan El Monte yang begitu indah seorang diri. Tanpa dirinya.


Ckck. "Seharusnya aku tidak mengijinkan mu ikut bersama papa." Romeo merasa bahwa suasana kamar itu menjadi tiga kali lebih sunyi dari biasanya.


...❄️...


...El Monte...


Juliet yang sedang melihat pemandangan di sekitar gedung yayasan yang hampir selesai di bangun itu, tak henti-hentinya bergumam kagum atas apa yang sedang dilihatnya.


Bentuk bangunan yang unik. Sungai buatan yang ditanami berbagai macam bunga. Bahkan sampai hutan buatan yang cukup luas dengan bangku-bangku indah di sekitarnya. Semua itu cukup untuk menyita perhatian Juliet.


Sementara Wiratama sendiri tengah sibuk berbincang-bincang dengan para pekerja. Juliet enggan bergabung. Karena ia juga tak akan mengerti isi percakapan tersebut.


Disela-sela pengamatan nya, Juliet justru lebih banyak mengambil potret dari pemandangan di sekitar dengan kamera yang sengaja ia bawa sebelumnya.


Juliet ingin menunjukkan hasil jepretan tersebut pada Romeo. Karena kata papanya, Romeo sendiri pun belum pernah mengunjungi yayasan ini. Karena itulah Juliet semakin bersemangat untuk mengambil lebih banyak photo.


"Nak Juliet, kau sudah selesai?" Wiratama berdiri di depan Juliet yang sejak tadi tengah asik memperhatikan hasil karya tangannya.


"Pa. Papa sudah selesai?"


"Hem. Semuanya sudah selesai. Bagaimana dengan mu? kau mengambil banyak gambar?" Wiratama tersenyum seraya menunjuk pada kamera yang ada di tangan Juliet.


"Papa ingin melihatnya?" tanya Juliet sambil tersenyum senang. Kemudian ia menunjukkan isi galeri nya pada Wiratama.


"Benarkah? bagaimana kalau kita juga berfoto, Juliet ingin menunjukkan pada Romeo." pinta Juliet. Dan dengan senang hati Wiratama juga menyetujui usul tersebut.


Juliet pun mengambil tempat di sebelah Wiratama, dengan keduanya yang sama-sama melihat pada kamera yang Juliet arahkan dengan tangan kanannya.


"1, 2, 3. Ciiiss." Gadis itu memberi instruksi. Keduanya pun sama-sama tersenyum. Kemudian, setelah itu ada beberapa foto lagi yang di ambil dengan pose yang berbeda-beda.


Juliet benar-benar merasa senang dengan perjalanan nya kali ini. Bisa menghabiskan waktu dengan sosok papa yang selama ini selalu dirindukan hati kecilnya, Juliet benar-benar merasa bersyukur.


"Nah, ayo. Kita juga harus kembali ke hotel. Kau pasti lelah bukan?" Juliet mengangguk. "Kalau begitu pergilah ke mobil lebih dulu, papa akan menyusul."


"Baiklah pa."


Di dalam mobil, Juliet memilih salah satu photo terbaiknya dengan Wiratama. Di pindahnya dari memori card ke ponsel, lalu di unggah nya ke sosial media miliknya dengan caption "One of best moments of my life"


...❄️...


Ditempat lain, Romeo yang masih menunggu balasan pesan dari istrinya, membuka ponsel dengan cepat saat sebuah notifikasi berbunyi dari benda pipih. Bukan sebuah notifikasi pesan. Tapi notifikasi dari akun sosial media milik Juliet.


"Lihat gadis ini. Ckck." Romeo menggerutu kesal. Dilihatnya gambar yang baru saja di unggah oleh Juliet.


Wajah tersenyum, dengan pemandangan yang begitu indah. "Ternyata kau benar-benar sedang bersenang-senang di sana ya." gerutu Romeo sekali lagi. Tapi tetap saja ia memberikan like pada photo yang istrinya unggah.


Tak lama setelahnya, Romeo pun menyadari sesuatu. Dan kekesalannya pun semakin bertambah saat memikirkan bahwa Juliet benar-benar mengabaikan pesannya padahal ponsel gadis itu selalu berada dalam genggamannya.


"Ah. Masa bodoh. Terserah kau saja ingin melakukan apa. Semoga kau bersenang-senang karena telah mengabaikan pesanku!" kesal Romeo yang sekali lagi melemparkan ponselnya dengan asal.


...Notifikasi....


...1 massage...


...1 missed call...


...❄️...


...❄️...


...❄️...