ROMEO & JULIET

ROMEO & JULIET
RJ-23



...❄️...


...❄️...


...❄️...


...Ada yang aneh dengan Juliet dari pengamatan seorang Romeo......


Tidak seperti hari-hari sebelumnya, sepanjang hari ini wajah Juliet terlihat muram. Romeo sempat khawatir karena mengira Juliet sedang sakit. Tapi ternyata, Juliet hanya tidak mau bicara pada Romeo.


Bahkan Juliet juga tidak merespon pertanyaan kecil yang Romeo ajukan lewat chat. Juliet seperti sedang menghindari dirinya.


...Romeo jadi bingung sendiri. Apa yang harus dilakukan nya untuk menghadapi wanita seperti Juliet..?...


Sebagai seorang pria dan juga suami dari Juliet- meskipun hanya sebatas kontrak, Romeo tetap ingin berusaha untuk memperbaiki suasana yang tiba-tiba menjadi asing diantara mereka.


Pertama-tama; Romeo membuat rencana untuk mengajak Juliet pergi jalan-jalan dan menikmati liburan kecil mereka selama berada di Bali.


Romeo berharap supaya Juliet bisa kembali ceria seperti biasanya. Saat Romeo meminta pada Juliet untuk pergi bersama, respon yang di berikan Juliet justru membuat Romeo semakin bingung. Akhirnya Romeo membatalkan rencana yang pertama.


Tidak berjalan mulus dengan rencana sebelumnya, Romeo kembali berinisiatif untuk membuat rencana kedua. Romeo sengaja memesan bunga dan mengirimkan nya ke kamar Juliet. Kali ini Romeo berharap Juliet mau bicara padanya. Tapi lagi-lagi Romeo kembali terabaikan.


Entah perlakuan seperti apa yang salah dari Romeo hingga membuat Juliet jadi bersikap seperti ini.


Romeo benar-benar kehabisan akal. Membujuk seorang gadis ternyata tidak semudah yang dipikirkannya.


Tapi bukan Romeo namanya jika menyerah begitu saja. Jika Juliet tidak bisa dibujuk dengan cara baik-baik. Maka kali ini Romeo akan menggunakan caranya sendiri.


...❄️❄️...


Dari dalam kamar, Romeo mencoba untuk menghubungi ponsel Juliet, karena keduanya sudah memesan kamar yang berbeda beberapa hari sebelumnya.


...Panggilan pertama......


...'Tidak terjawab'...


Romeo masih bersabar. Karena ia tahu Juliet hanya seorang gadis manja yang saat ini sedang merajuk.


...Panggil kedua......


Tiba-tiba saja ponsel Juliet berada diluar jangkauan. Yang artinya gadis itu secara sengaja baru saja mematikan ponselnya.


Sial.


Ini sudah cukup. Kesabaran ku juga ada batasnya. kesal Romeo dalam hati. Romeo pun keluar dari kamarnya kemudian berjalan ke arah kamar Juliet.


...Dar... Dar...!...


"Ayolah Juliet." suara Romeo sedikit membujuk. "Maaf kalau gue ngelakuin kesalahan sama Lo. Tapi ini sudah keterlaluan. Kita bukanlah anak kecil lagi. Kalau gue salah seharusnya Lo bilang. Bukannya diemin gue kaya gini."


...Dar... Dar......


"Jul....?" panggil Romeo setengah bersabar.


Baru saja Romeo ingin menggedor pintu untuk yang ketiga kalinya, tapi pintu di depan Romeo sudah terbuka. Dengan Juliet yang berdiri di depan pintu seraya menyilangkan kedua tangannya, sedangkan tatapan nya jelas mengatakan jika ia sedang menyimpan sebuah kekesalan.


Tidak ingin menjadi pusat perhatian tamu lain, Romeo pun mendorong tubuh Juliet untuk masuk ke dalam kamar, sementara pintu di belakang mereka juga langsung tertutup.


Di dalam kamar, Juliet hanya diam masih menatap kesal pada Romeo. Kali ini tidak hanya tatapannya, tapi wajah Juliet juga semakin cemberut. Romeo di landa kegalauan. Gemas.


Romeo balas menatap Juliet, "Lo kenapa sih? gue ngelakuin kesalahan apa sama Lo? perasaan kemarin-kemarin kita baik-baik aja. Kenapa sekarang Lo jadi kaya gini." Romeo mengeluarkan semua pertanyaan yang ada di dalam kepalanya.


Mendengar semua pertanyaan Romeo, Juliet hanya menatap nanar pada pria yang saat ini sudah berstatus menjadi suaminya itu.


Juliet sendiri bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya. Sepanjang hari ia hanya ingin mengurung diri di dalam kamar.


Tidak ingin bicara atau bertemu dengan siapapun. Bahkan jika orang itu adalah Romeo.


"Lo gak salah. Gue yang salah." putus Juliet. Saat ingin berpaling dengan cekatan Romeo menahan tangan Juliet cukup erat.


"Lo gak bisa gini Jul. Gue udah janji Sama opa dan Oma buat jagain Lo. Dan sekarang jujur gue bingung banget." Romeo melepas tangan Juliet kemudian berkacak pinggang. "Sebenarnya gue salah apa sih sama Lo?"


"Lo gak suka liburan kita? atau jangan-jangan Lo emang gak suka karena gue yang di sini bareng Lo? Bilang dong ke gue biar gue tau." kata Romeo frustasi.


"Gue ini manusia, gue mana bisa baca pikiran Lo. Kalau ada yang salah atau yang gak Lo suka, seharusnya Lo ngomong. Jangan diemin gue kaya gini. Gue suami Lo Jul, bukan orang lain. Please. Hem?" Romeo berharap kali ini ia bisa membujuk Juliet.


Mata Juliet hanya bergerak-gerak membalas tatapan Romeo.


"Liat muka Lo." Romeo menengadahkan wajah Juliet dengan jarinya. "Muka Lo pucat gini. Lo juga gak keluar dari kamar. Lo gak makan?" Juliet menggeleng, dan kepala Romeo tiba-tiba terasa pening.


"Tau gini dari kemarin gue dobrak kamar Lo!" Romeo berjalan ke arah telepon untuk memanggil room service dan memesan beberapa makanan untuk Juliet.


"Gue bisa ngurusin makanan gue." sela Juliet, tapi setelah nya langsung terdiam saat Romeo membulatkan matanya.


"Gue gak akan keluar dari kamar Lo sebelum Lo makan dan kita bicara. Gue gak suka Lo diemin gue. Ngerti Lo!"


...❄️...


...❄️...


...❄️...