
...❄️...
...❄️...
...❄️...
...Untuk ku yang hanya seorang pria, pernikahan seperti ini bisa saja ku anggap sebagai permainan. Dan hanya dalam hitungan hari ataupun bulan, dengan mudah aku bisa melupakan semuanya, bahkan tanpa ada yang harus ku sesali....
...Tapi bagaimana dengan dirinya.. ?...
...Gadis ini. Gadis yang sedang tertidur pulas tanpa tahu bagaimana hari esok telah menunggunya....
Romeo menatap dalam kearah Juliet yang berbaring dengan nyaman di atas ranjang.
Bisa-bisanya gadis itu sangat pulas padahal ada seorang pria bersamanya.
...Sejenak aku hanya berpikir bagaimana cara untuk membebaskan diriku dari pernikahan yang tidak pernah ku inginkan....
...Karena itulah aku membuat semua rencana terbaik yang bisa ku pikirkan. Rencana yang tidak akan merugikan diriku dan seharusnya juga tidak merugikan pihak lain yang ikut terlibat......
...Tapi seiring dengan berjalannya waktu.....
...Aku sadar bahwa aku terlalu egois. Aku telah membuat kesepakatan yang nantinya justru akan sangat merugikan seseorang. Yaitu gadis yang telah aku libatkan dalam rencana yang ku pikir sangat sempurna....
Romeo berjalan mendekati ranjang. Dan kembali menatap wajah Juliet.
..."Gue udah janji sama diri gue untuk nggak ngelibatin hati dan perasaan gue dalam rencana ini. Tidak. Bahkan bukan hanya gue, tapi Lo juga kan Jul, itu kesepakatan kita."...
Dada Romeo terasa sesak. Ia mendapati ada yang salah dalam rencananya.
"Kenapa kenyataan nya harus kaya gini?" Romeo kembali terdiam. Matanya tidak bisa teralihkan dari wajah Juliet. Bahkan Romeo tidak sadar sejak kapan ia mulai peduli pada gadis di depannya?
...Semakin aku mengenal nya, semakin aku merasa takut. Takut melihat akhir dari semua sandiwara ini....
...Entah ini sebuah intuisi ataukah prasangka, aku dan dia akan sama-sama terluka....
...Dan jika hari itu tiba......
...Bisakah aku melihat air matanya? bisakah aku menanggung semua rasa ini..?...
...Jika waktu bisa terulang kembali, akankah lebih baik jika seandainya dulu kami tetap bertahan dengan keteguhan kami masing-masing....
...Apapun pilihannya, ku rasa akhirnya tidak akan jauh berbeda....
...❄️❄️❄️...
Juliet membuka dan menutup matanya secara berulang. Tadi ia tidur. Tapi sekarang sudah terbangun. Samar-samar Juliet mendapati Romeo masih berdiam di tempat yang sama.
Apa yang sedang di pikirkan pria ini?
Juliet berusaha menggapai bantal dan selimut yang sedikit menjauhi dirinya untuk menutup diri, "Lo gak tidur?" ujar Juliet memecah keheningan. Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.
Juliet bisa melihat jika Romeo sedikit tersentak karena mendengar suaranya yang tiba-tiba saja bertanya, "Gue bangunin Lo?" Romeo terdengar gusar. Juliet menggeleng pelan, "Gak kok. Lo kenapa gak tidur?"
"Ya udah. Gue lanjut tidur ya. Lo nanti langsung tidur aja." Kata Juliet lagi. Romeo hanya mengangguk samar untuk menjawabi Juliet.
Setelah selesai membersihkan diri, Romeo pun kembali ke kamar tidur. Di sana Romeo juga mendapati Juliet sudah kembali tertidur pulas.
Tadinya Romeo berniat tidur di sofa, tapi matanya tiba-tiba saja jatuh pada satu sisi kosong di samping Juliet. Gadis itu menyisakan tempat untuk dirinya, Romeo pun mengurungkan niatnya dan menerima kebaikan Juliet.
"Selamat tidur." ucap Romeo dengan suara rendah.
"Hem. Selamat tidur Rom." sahut Juliet ditengah-tengah tidurnya yang sedikit terusik.
...❄️❄️❄️...
...BREAKFAST TIME...
Benar-benar tidak nyaman rasanya saat semua mata diam-diam memperhatikan dan menyiratkan keingintahuan tentang apa yang sudah terjadi antara mereka semalam.
Dan anehnya, kenapa juga Juliet harus merasa sepeka ini.
"Lo kenapa bengong? gak suka sarapannya?" Romeo berbisik di samping Juliet. Juliet pun menjawabi Romeo sambil tersenyum pada sebagian orang yang saat ini mencuri pandang pada Juliet.
"Perasaan gue aja atau emang semua orang lagi pada ngeliatin kita sih?" balas Juliet. Romeo mengernyit kemudian mengedarkan tatapannya menyelidik.
Benar apa yang di katakan istrinya, semua orang sedang mencuri pandang kearah mereka. Termasuk ayah Romeo sendiri. Benar-benar!
"Sayang, Lo kan suka ini. Nih makan yang banyak." Romeo sengaja bersuara lembut dan mesra kepada Juliet. Akting time.
Juliet yang mengerti bahwa saat ini mereka harus bersandiwara pun turut memainkan perannya;
"Thanks ya beb. Lo juga gih. Makan yang banyak." balas Juliet. Kemudian keduanya kompak untuk menunjukkan senyum saling memuja nan bahagia.
"Kok Lo manggil gue beb?" Protes Romeo seraya berbisik.
"Lah, Lo ngapain manggil gue sayang..?" sahut Juliet. "Udah jangan banyak protes!" Juliet menyikut pelan tangan Romeo, membuat pria itu membulatkan matanya.
"Duh yang pengantin baru. Mesranya.." celetuk Lily turut membantu drama sang adik, "Bikin iri aja."
Oma Dena tersenyum lembut, "Oma juga senang sekali melihat cucu Oma bahagia dan mesra seperti ini." sambung Oma Dena.
"Nak Romeo. Tolong jaga cucu Oma dengan baik ya. Juliet memang sedikit manja, tapi dia gadis yang manis." pinta Oma Dena.
"Iya Oma. Romeo akan jaga Juliet dengan baik. Oma sama opa jangan khawatir. Sekarang giliran Romeo yang bertanggung jawab sebagai suami. Romeo juga sayang banget sama Juliet." Itu adalah sedikit dari kenyataan yang Romeo rasakan.
"Licin banget mulut Lo. Gue hampir diabetes dengernya." Bisik Juliet mengomentari akting Romeo. Tidak lupa senyum memuja.
"Gue kebanyakan makan madu. Puas Lo!"
...❄️...
...❄️...
...❄️...