
...❄️...
...❄️...
...❄️...
15 menit sebelum acara pernikahan di mulai. Juliet di bawa menuju satu tempat yang ternyata berada di luar ballroom hotel.
Pihak WO mengatakan padanya jika mempelai pria sudah berada di tempat yang sudah di tetapkan. Begitu juga dengan semua tamu undangan. Hanya dia sendirilah yang berada di luar. Dan itu artinya, takdir Juliet sudah semakin dekat.
Tidak lama kemudian, sebuah kereta berbentuk labu khas negeri dongeng di tarik hingga tiba di depan Juliet. Apakah ini kereta Cinderella? Juliet sempat tercengang.
"Naiklah nona." kata salah satu staff yang menemani Juliet saat itu. Ada apa dengan kereta ini. Seingat Juliet bukan seperti ini konsep pernikahan yang dirinya dan Romeo siapkan.
Tanpa banyak bertanya, Juliet pun naik begitu saja. Ia menyimpan semua pertanyaan hanya untuk dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudia kereta labu yang Juliet tempati bergerak. Kereta labunya di tarik oleh seekor kuda berwarna putih nan gagah perkasa. Untuk sesaat Juliet sempat khawatir. Namun setelah melihat seseorang mengikuti dirinya, Juliet pun bisa bernafas lega.
Kuda itu menarik keretanya hingga meninggalkan dan ballroom menuju ke salah satu jalan yang sudah di hiasi sepenuhnya. Bahkan karpet merah dengan taburan bunga pun sudah di bentang sepanjang jalan. Dada Juliet seakan bergemuruh.
Apakah Romeo yang mengubah konsep pernikahan mereka?
Juliet pun semakin penasaran dengan apa yang menanti dirinya. Jika memang Romeo mengubah konsep pernikahan mereka, maka seperti apa pernikahan yang akan Juliet lalui nyaanti. Apakah sama seperti dalam kisah itu? Cinderella dan pangeran berkuda putih? mustahil.
...❄️❄️❄️...
Panjang perjalanan kereta yang Juliet naiki tidak lah terlalu jauh. Tidak sampai lima menit, Juliet sudah bisa melihat kerumunan di depannya.
Romeo benar-benar telah merubah konsep pernikahan mereka sepenuhnya. "Hallo sayang. Kau cantik sekali." Opa Adam mengulurkan tangan pada Juliet.
Opa Adam berperan sebagai pendamping Juliet. Seseorang yang akan menyerahkan dirinya menuju pelaminan.
Dengan senang hati Juliet menerima uluran opa Adam. "Apa opa gugup?" Juliet ingin tahu. "Bukan kau seharusnya opa yang bertanya seperti itu sayang?" Adam tersenyum hangat. "Ah, aku benar-benar gugup opa."
...❄️❄️❄️...
Di depan Altar, Romeo sudah berdiri dengan gagah menantikan kehadiran Juliet. Saat langkah Juliet memasuki Karpet terakhir, para pemain Violin sudah memulai aksinya. Sedangkan para malaikat-malaikat kecil datang menghampiri Juliet dan berbaris di depannya untuk menaburkan bunga menuju Altar.
Kelopak mata Juliet menghangat. Untuk menutupi perasaannya, Juliet hanya bisa mengeratkan pegangan tangannya, sesekali melirik kepada opa yang selalu tersenyum hangat padanya.
"Kau sudah siap sayang..?"
Setelah menyerahkan tangan Juliet kepada Romeo. Dan Romeo pun menerima nya. Romeo menyadari, jika Juliet sudah menjadi tanggung jawabnya. Secara langsung Juliet sudah resmi menjadi bagian dari hidup Romeo.
"Lo cantik banget. Thanks karena udah bersedia berdiri di sini sama gue." Romeo tidak pandai memuji. Meskipun sudah menyiapkan kata-kata sejak semalam, begitu melihat Juliet, Romeo langsung melupakan semuanya.
"Thanks. Lo juga." sahut Juliet.
"Cantik maksud Lo?"
Juliet tertawa kecil. "Tampan."
Sedikit canda yang Romeo lontarkan ternyata mampu menghangatkan hati Juliet. Ketegangan nya pun sudah sedikit berkurang. Dan Juliet bersyukur akan hal itu.
Setidaknya, ia sudah merasa lebih baik. Harapan berikut nya, adalah agar pernikahan nya berjalan dengan lancar.
"Lo yang ngubah konsep pernikahan nya? kok Lo gak bilang?"
"Lo gak suka?"
"Suka kok. Bagus banget."
"Lo gak akan nangis lagi kan di sini?" Romeo menyentuh pelan pundak Juliet.
"Lo pengen gue nangis?"
"Sebaiknya tunda dulu."
"Tapi gue udah mau nangis."
"Lo serius?"
"Iya."
...❄️...
...❄️...
...❄️...