
...❄️...
...❄️...
"Apa yang baru saja kamu lakukan Romeo? apakah akan baik-baik saja meninggalkan mereka seperti itu?" Juliet menyentak lepas tangannya.
"Bukankah ini akan menyulitkan mu di kampus? bagaimana kalau,-
Romeo mendekat dengan cepat lalu memeluk erat Juliet. "Bukankah selama ini juga sulit bagi mu?" katanya. Nafas Juliet memburu.. "Maafkan aku. Tapi aku tak ingin menutupinya lagi Juliet. Aku tak ingin membuat mu kecewa lagi."
"Bukankah sebelumnya sudah ku katakan kalau sekarang aku tak ingin menyia-nyiakan semua waktu yang akan kita lewati bersama?"
"Aku tak ingin lagi menyembunyikan hubungan kita. Terlebih lagi di depan teman-teman ku. Bahkan aku ingin mengatakan kepada semua orang kalau sekarang aku sudah memiliki mu, dan aku juga hanya milikmu seorang." Romeo melepaskan pelukannya dan menatap wajah Juliet.
"Aku bisa melepaskan semuanya demi kamu. Aku tidak peduli jika mereka akan menjauhi ku atau apapun itu, karena bagiku, kamu jauh lebih penting."
"Tapi Rom, bagaimana kalau,-
"Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja. Percaya padaku." Romeo sudah tak ingin dibuat ragu lagi dengan keputusannya.
Mulai sekarang, Romeo hanya akan memikirkan hubungan yang dijalani nya dengan Juliet. Ia tak peduli nama baik, reputasi, dukungan atau apapun itu.. yang terpenting baginya saat ini adalah keberadaan Juliet.
"Kamu benar-benar bodoh!" Juliet memalingkan wajahnya. Ia tak tahu jika Romeo akan melakukan hal seperti ini dengan tiba-tiba. Walaupun dalam hatinya merasa senang, tapi Juliet juga merasa khawatir.
Bagaimanapun, ia tak ingin bersikap egois.
"Kalau mencintaimu membuat ku bodoh. Maka aku rela menjadi bodoh untuk dirimu."
...❄️...
James sudah menceritakan semuanya tentang kebenaran hubungan diantara Romeo dan juga Juliet. Meskipun sedikit merepotkan, tapi beginilah akhirnya..
James tidak melebih-lebihkan apapun. Ia hanya menceritakan semua yang diketahuinya.. mulai dari..
Mengapa mereka berdua menyembunyikan status pernikahan mereka karena suatu alasan yang tidak bisa dipublikasikan, serta tentang kebohongan mereka sebelumnya dihadapan semua teman-teman Romeo yang mengatakan bahwa Juliet adalah sepupu jauhnya yang datang untuk berkunjung sementara. Bahkan James pun ikut serta dalam kebohongan tersebut.
Dan semua kebohongan itu sukses membuat teman-teman Romeo percaya sepenuhnya. Tidak hanya itu, bahkan ada dari teman Romeo yang menaruh hati pada Juliet karena berpikir bahwa Juliet benar-benar hanya sepupu jauh dari Romeo. Mereka tak menyia-nyiakan kesempatan kecil sedikitpun.
Tapi hari ini, tiba-tiba saja semua kebenaran yang mereka percayai berubah menjadi sebuah kebohongan. Semua itu hanyalah tipuan. Cerita karangan yang dibuat sedemikian rupa agar dipercayai oleh semua teman-teman Romeo.
Ais.. semua orang merasa seperti sedang mengalami April mop dari Romeo.
Sebenarnya tak ada yang perlu dipermasalahkan dari status mereka yang tiba-tiba saja berubah dari sepupu menjadi suami-istri.
Hanya saja, semua itu memang sedikit mengejutkan, dan juga sedikit membingungkan; karena jujur saja menurut teman-teman kampus Romeo, hal seperti ini tak seharusnya di sembunyikan.
Sebagai teman, tentu saja mereka akan merasa bahagia jika salah satu dari teman baik mereka juga merasa bahagia.
Sejak awal Jessie memang menyimpan perasaan untuk Romeo, tapi setelah mengetahui jika Romeo sudah menikah dengan Juliet, Jessie pun berniat untuk mengubur perasaannya.
Selain itu, Jessie juga merasa sedikit bersyukur. Karena orang yang berada disisi Romeo adalah Juliet, dibandingkan dengan wanita menyebalkan sebelumnya tentu saja Jessie lebih merelakan jika Juliet lah yang mendapatkan Romeo.
"Sebenarnya aku kira semua itu hanya lelucon, Kawan." Gabe tersenyum samar pada Romeo. Ia mengambil tempat tepat di depan keduanya layaknya seorang penyidik. "Aku pikir itu hanya alasan mu untuk mengusir Becca. Siapa yang menyangka jika ini sungguhan. Aku benar-benar merasa tertipu."
"Maafkan aku karena tak bisa menceritakan semuanya sejak awal. Ada sesuatu yang tak bisa ku ceritakan pada kalian teman-teman. Inilah keputusan kami." Romeo menatap Juliet dan meraih tangannya, "Tapi bukankah yang terpenting sekarang adalah kalian sudah tahu hubungan kami?" Romeo tersenyum.
"Dan menurut ku semuanya belum terlambat. Karena kami hanya menyembunyikan hubungan kami selama beberapa bulan saja. Anggap saja ini sebuah kejutan." Mengakuinya ternyata lebih melegakan bagi Romeo.
Semua ini karena ia perlu waktu untuk menyadari tentang perasaannya. Dan ternyata, ia benar-benar jatuh cinta pada Juliet. Wanita itu telah mengacaukan permainan sejak awal mereka bertemu.
"Aku sudah curiga saat melihat kalian berdua di pesta malam itu." timpal Jessie. "Kedekatan dan juga interaksi diantara kalian seperti tidak biasa. Hanya saja, aku juga tidak mengira jika hubungan kalian bukan hanya sepasang kekasih biasa, melainkan suami istri." ada sedikit kekecewaan dalam suaranya.
Tapi setelah itu Jessie kembali tersenyum, "Selamat untuk pernikahan kalian. Dan Juliet, maafkan aku karena mengira bahwa pria yang sebelumnya itu adalah kekasih mu. Aku bahkan mengatakan nya pada Romeo. Aku sungguh minta maaf."
Diam-diam James tersenyum saat memandangi wajah polos Jessie yang sedang merasa bersalah. "Bukankah sudah Ku katakan sebelumnya, yang terlihat diluar belum tentu sebuah kebenaran." Yah, itulah sebuah petunjuk yang diabaikan Jessie sebelumnya. Ia pikir saat ini James hanya bersikap sok bijak saja.
"Kami benar-benar minta maaf. Kami bukannya ingin membohongi kalian, hanya saja saat itu kami memutuskan untuk tidak mengatakan hubungan kami agar semuanya bisa tetap tenang seperti sekarang." Juliet bahkan lebih tak percaya, jika pada akhirnya, hubungannya dengan Romeo justru akan menjadi seperti sekarang.
"Tidak apa-apa Juliet." Gabe menyela. "Kami bisa mengerti. Bahkan jika kalian jujur sejak awal pun, kami bisa mengerti. Dan sekarang, aku memang merasa sedikit kecewa." Juliet menatap Gabe menyesal, "Karena aku benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk merayu mu." Oh ****! Gabe tertawa kecil.
"Aku bercanda." katanya lagi. Semua orang juga ikut tertawa.
"Kau memang tidak bisa melakukan itu kawan." sambung Romeo yang juga ikut tersenyum. "Karena Juliet adalah milikku. Dan sebagai permintaan maaf kami, bagaimana kalau kita berpesta." usul Romeo.
Pria itu tiba-tiba saja terpikirkan satu cara untuk membuat semua orang merasa bahagia.
"Dirumah kami. Aku dan Juliet mengundang kalian semua. Jumat malam, pukul tujuh. Bagaimana sayang, kau setuju kan?" katanya meminta pendapat Juliet.
"Hem. Itu terdengar bagus."
"Itu baru sikap yang benar kawan." Gabe bersorak kesenangan. "Itu adalah cara meminta maaf terbaik. Dan tentu saja kami tidak akan melewatkan yang namanya pesta. Kami akan datang." tukasnya.
"Baiklah. Kalau begitu, aku rasa interogasi ini sudah cukup sampai di sini." Romeo mengambil tas nya dan kembali menggandeng tangan Juliet. "kami harus menyiapkan pesta. Kami pergi." katanya keluar dari ruang perkumpulan.
James dan yang lain hanya bisa tersenyum sambil mengangguk samar.
"Dasar pengantin baru... buat iri saja."
...❄️...
...❄️...
...❄️...