ROMEO & JULIET

ROMEO & JULIET
RJ-25



...❄️...


...❄️...


...❄️...


Apa sebenarnya yang di pikirkan Juliet. Tubuhnya sampai terasa tidak karuan karena pengaruh seorang Romeo.


Tatapan tajam namun penuh kepedulian; suara yang dalam dan menggetarkan membuat Juliet kebingungan untuk menentukan karakter pria yang saat ini telah resmi menjadi suaminya.


Padahal dirinya bukanlah tipe yang dengan mudahnya mengikuti perkataan orang lain; termasuk dengan keluarga nya sendiri. Kecuali perintah Opa Adam..


Tapi kenapa di saat Romeo mengatakan sesuatu atau lebih tepatnya lebih mirip seperti sebuah ancaman, Juliet bahkan tidak bisa berkutik karenanya.


Romeo begitu mendominasi. Awalnya Juliet ingin menjaga jarak dari suaminya; tapi melihat bagaimana pria itu tidak suka di abaikan; Juliet harus berpikir cerdik untuk menyelamatkan hati dan juga jiwanya.


Juliet tidak bisa membiarkan dirinya jatuh untuk Romeo. Sejak awal mereka telah memulai sesuatu yang berbahaya; dan untuk selanjutnya Juliet harus memberikan batasan yang jelas diantara mereka.


Katakanlah itu seperti sebuah garis pengaman untuk hubungan istimewa yang sedang mereka jalani. Sepertinya Juliet memang tidak boleh menunda lagi. Ia harus bicara pada Romeo hari ini juga.


"Tarik nafas. Tahan. Hembuskan." ucap Juliet berusaha menenangkan diri.


"Lo bisa Juliet. Lo pasti bisa. Romeo is Romeo. Cowok itu bisa kok Lo kendalikan. Lo gak boleh kalah, atau Lo yang bakal jadi bonekanya." Juliet sudah bertekad.


Seharusnya hubungan mereka tidak berjalan seperti ini. Saling mengabaikan adalah hal yang paling benar. Mereka juga bisa menjalani kehidupan masing-masing tanpa harus saling berbagi kepedulian ataupun perasaan; meskipun mereka terikat dalam sebuah status yang sah di mata hukum;


Tapi pada kenyataannya; Juliet merasa bahwa Romeo berniat untuk mencengkeram dirinya dan mengendalikan permainan dengan caranya sendiri.


...❄️❄️...


Alih-alih mengirimkan pesan seperti yang Romeo katakan; Juliet lebih memilih untuk mengetuk langsung pintu kamar Romeo..


Tanpa menunggu lama; pintu kamar itu pun langsung terbuka. Romeo sudah siap dengan pakaian yang berbeda.


"Lo udah siap?" Romeo tersenyum, "Tunggu bentar, gue ambil card. Yuk masuk dulu." Romeo menarik tangan Juliet, namun Juliet menahan tangannya, "Gue tunggu di sini aja." kata Juliet menolak.


Romeo mengangguk samar kemudian berbalik dan kembali ke dalam kamar sedang Juliet hanya berdiri di depan pintu.


Berbeda dengan Romeo yang seperti nya benar-benar menyiapkan dirinya untuk pergi bersama Juliet, gadis itu justru melakukan sebaliknya. Juliet hanya mengenakan pakaian yang dirasanya nyaman.


Juliet tidak ingin menunjukkan kepada Romeo bahwa ia berusaha menyenangkan pria itu dengan tampilan yang lebih baik. Juliet tidak ingin di kendalikan oleh Romeo. Juliet bahkan tidak akan mengijinkan hal itu terjadi.


Setelah siap, Romeo pun kembali menghampiri Juliet; "Yuk. Gue udah selesai. Kita mau kemana?" Romeo memberikan pilihan kepada Juliet, karena ia ingin mengikuti keinginan gadis itu.


"Terserah Lo aja." sahut Juliet yang langsung berjalan di depan Romeo.


Juliet tidak ingin bersusah-susah memikirkan kemana tujuan mereka; karena sebenarnya ia tidak ingin pergi kemana pun.


Romeo meringis saat menatap punggung Juliet; Kemudian mempercepat langkah kakinya.


"Silahkan tuan. Mobil anda sudah siap." kata salah seorang pelayan hotel mempersilahkan Romeo dan Juliet. Dan Romeo berinisiatif membukakan pintu mobil untuk Juliet; "Silahkan masuk istri ku." ujar Romeo bersikap manis.


Tapi Juliet justru memberikan respon yang sebaliknya; Sambil mengerutkan keningnya Juliet menatap heran pada Romeo, "Lo akting di depan siapa sih. Aneh banget!" cibir Juliet.


"Ya ampun. Tinggal jawab Makasih sayang..aja susah banget sih Lo!" balas Romeo yang akhirnya tersenyum canggung di depan karyawan hotel tersebut.


"Selamat menikmati perjalanan anda, tuan dan nyonya." pelayan itu mengantarkan kepergiaan keduanya.


...❄️❄️...


Di dalam mobil; Juliet lagi-lagi diam seribu bahasa. Dan Romeo harus kembali memutar otak agar Juliet mau bertukar kata dengan dirinya.


...Ah. Ini benar-benar canggung....


Tidak seperti dirinya yang seharusnya bersikap cuek dan dingin. Romeo justru harus bersikap sebaliknya di depan Juliet.


Romeo menyenggol pelan bahu Juliet; dan Juliet pun memberikan perhatian seperti yang Romeo harapkan.


"Lo takut hantu gak?" pertanyaan random yang lagi-lagi membuat alis Juliet mengernyit. "Lo mau jalan atau nyari hantu?" balas Juliet asal.


"Jawab dulu." kata Romeo lagi, "Lo takut hantu gak?"


Juliet menggeleng; karena ia yakin bahwa selama ini dirinya tidak pernah percaya pada hal-hal yang berhubungan dengan dunia mistis; termasuk hantu seperti yang Romeo tanyakan.


Romeo tersenyum simpul; "Gue pengen ngajakin Lo ke banyak tempat sebelum waktu liburan kita abis." Romeo sudah memikirkan tempat-tempat yang ingin dikunjunginya bersama Juliet; salah satunya adalah desa Trunyan yang terkenal karena penguburan jenazah dengan cara yang unik.


Karena itulah Romeo menanyakan pendapat Juliet tentang hal-hal yang berbau mistis.


"Lo beneran gak penakut kan?" sekali lagi Romeo memastikan; Juliet memicingkan matanya karena mulai curiga;


"Gue bingung deh. Lo mau ngajakin gue jalan atau adu nyali sih? pertanyaan Lo aneh banget." Juliet mulai menatap kesal pada Romeo.


"Mending Lo gak usah aneh-aneh deh Rom. Atau kita balik aja lagi ke hotel. Emang tujuan Lo apa ngajakin gue jalan? nangkap hantu biar bisa Lo bawa pulang ke California? ada-ada aja!" kesal Juliet.


Juliet bersikap tegas untuk menentang semua rencana gila yang ada di isi kepala Romeo.


"Iya. Iya. Gak aneh-aneh kok. Gue cuma mau ngajakin Lo jalan biar fun aja. Gue janji gak bakalan bikin Lo badmood lagi." Turut Romeo yang seperti nya harus mengurungkan rencana awalnya.


...Nasib-nasib. Gini amat istri gue, galak banget!...


...❄️...


...❄️...


...❄️...