ROMEO & JULIET

ROMEO & JULIET
RJ-26



...❄️...


...❄️...


...❄️...


Rencana awal Romeo yang ingin mengajak Juliet mengunjungi salah satu destinasi unik namun sedikit menyeramkan di Bali kini pupus sudah.


Belum lagi ia mengatakan ingin mengajak gadis itu kemana; Juliet sudah lebih dulu menunjukan bahwa ia tidak setuju dengan apa yang sudah Romeo rencanakan.


Akhirnya Romeo memilih satu tempat yang menurutnya bisa memperbaiki hubungan mereka yang akhir-akhir ini telah berubah renggang.


"Lo yakin ngajakin gue kesini?" Juliet mengedarkan pandangannya saat turun dari mobil. Sedangkan Romeo sudah tersenyum puas saat mereka tiba di tempat tujuan.


"Yakinlah. Kalau gak yakin kita gak akan sampai di sini." Romeo menuntun Juliet untuk mengikuti langkahnya. "Kita akan ketemu sama tour guide nya di sana." ujar Romeo yang sudah lebih dulu mempersiapkan segala sesuatu yang mereka perlukan.


"Emangnya harus pake tour guide?" sela Juliet terdengar ragu dengan keputusan Romeo.


Romeo tersenyum; "Enggak juga sih. Asalkan Lo tau daerah ini aja. Nah yang jadi pertanyaan, emangnya Lo tau?" tantang Romeo membuat Juliet seketika memberengut.


"Kok malah nanya gue. Yang ngajakin gue kan Lo." balasnya. "Karena gue juga gak tau makanya gue pesan tour guide buat nunjukin jalan." jelas Romeo dengan sabar. Menghadapi Juliet memang membutuhkan kesabaran ekstra.


"Emang kita mau ngapain di sini?" kali ini Juliet sungguh-sungguh dengan pertanyaan nya. Pasalnya mereka tidak sedang berada di jalan menuju pantai ataupun sejenisnya, melainkan sebuah jalan menuju ke tengah-tengah alam liar..


"PDKT. Lo tau kata itukan?" ujar Romeo dengan niatan menggoda Juliet.


Langkah Juliet terhenti. Begitu pun dengan Romeo. "Emang gak waras Lo. Mana ada orang PDKT di tempat kaya ginian." meskipun berucap ketus, Romeo bisa melihat jika Juliet sedikit penasaran dengan rencana nya.


"Ada dong. Kan kita." Kali ini Romeo benar-benar ingin hubungan mereka kembali seperti sebelumnya. Meskipun tidak terlalu dekat, setidaknya mereka bisa bicara dengan nyaman seperti sekarang.


"Tempatnya bagus kok. Gue udah liat review nya, dan rata-rata komentarnya memuaskan." tambah Romeo masih berusaha meyakinkan Juliet.


"Kan bisa aja review palsu." Juliet memang bukanlah orang yang mudah percaya pada sesuatu yang belum ia ketahui sebelumnya. Apalagi dengan pilihan Romeo yang baru menjinakkan kaki di Indonesia.


"Percaya deh sama gue. Gak akan." sahut Romeo dengan percaya diri.


"Yakin banget Lo." kata Juliet masih meragukan. Kali ini keduanya sudah mulai melanjutkan perjalanan.


Romeo kembali menggandeng tangan Juliet, dan menahannya cukup erat, "Iya lah. Ngapain juga gak yakin. Pokoknya Lo gak bakal nyesel datang kesini bareng gue."


"Awas aja kalau Lo ngajakin gue ketempat yang aneh-aneh!"


Sebaiknya Juliet percaya. Karena seandainya pun Romeo termakan oleh review palsu seperti perkiraan nya; mereka bisa segera kembali ke hotel.


Dengan begitu, Juliet punya alasan yang jelas untuk menolak Romeo di kemudian hari jika pria itu kembali merencanakan sesuatu yang tidak Juliet ketahui.


...❄️❄️...


Salah satu destinasi yang sedang mereka kunjungi saat ini adalah; Hideout Bali. Villa yang berada di tengah hutan dengan pemandangan alam yang akan memberikan kesan romantis.


Romeo ingin memberikan kenangan manis kepada Juliet saat mereka masih berada di Indonesia.


"Selamat datang tuan dan nyonya. Kami sudah menyiapkan Villa sesuai dengan permintaan anda. Mari, akan saya tunjukan jalan nya." Tour guide yang di pesan Romeo mengambil alih untuk menuntun mereka hingga tiba di tempat tujuan.


"Lo pesan Villa?" Juliet yang lagi-lagi mempertanyakan pilihan Romeo.


"Iya. Emang kenapa?"


"Kitakan gak bawa pakaian ganti?"


"Lo tenang aja. Udah gue siapin kok. Semua keperluan Lo udah ada di sana." ujar Romeo.


"Dari mana Lo tau apa yang gue butuhin di sana?"


"Terserah Lo deh. Males gue debat ama Lo."


Juliet melepaskan tangannya dari genggaman Romeo dan berjalan mengikuti tour guide yang ada di depan mereka.


Romeo hanya bisa tersenyum melihat tingkah random Juliet.


...❄️❄️...


Sesampainya di tempat tujuan, Juliet benar-benar di buat terpukau dengan pemandangan di sekitar Villa. Seperti yang selalu Romeo katakan; bahwa mereka tidak akan menyesal telah datang kesana.


Villa yang berada di tengah hutan dengan ketenangan alam yang luar biasa membuat semua perasaan yang tadi kacau seketika menemukan tempat nya.


Villa yang di maksud lebih mirip seperti rumah pohon dengan design yang lebih modern dan juga terlihat nyaman.


Kolam renang dan juga tempat bersantai di lantai bawah, dan jika seperti yang Juliet pikirkan, Villa itu hanya menyiapkan satu tempat tidur..


"Silahkan tuan, nyonya. Ini Villa anda. Jika ada yang anda perlukan diluar apa yang anda minta sebelumnya, silahkan hubungi costumer kami. Semoga hari anda menyenangkan."


...❄️❄️...


Sekarang tidak ada orang lain di tempat itu. Hanya ada Romeo dan Juliet. Waktu yang menyenangkan pun akan segera dimulai. Romeo tidak sabar ingin menghabiskan waktu bersama Juliet.


"Lo gak berniat jadi satpam di situ kan?" goda Romeo yang mulai bersiap-siap menaiki tangga menuju ke lantai atas.


"Ngapain gue jadi satpam. Lo aja kalau mau." Dengan berat hati Juliet pun mengikuti Romeo.


Sekali lagi Romeo di buat tersenyum ketika memperhatikan sikap Juliet yang menurutnya sangat menggemaskan.


Romeo mengulurkan tangannya kepada Juliet; "Sini tangan Lo..!" Juliet pun menerima tangan yang terulur pada nya, meskipun sebenarnya ia bisa saja menolak.


Sesampainya di dalam Villa; seperti yang Juliet pikirkan. Hanya ada satu ranjang yang di sediakan.


Meskipun terlihat nyaman dan cukup besar bagi mereka; tetap saja itu menjadi satu kesatuan. Kepala Juliet terasa berayun..


"Kalau capek Lo istirahat aja. Gue mau ganti baju dulu." Romeo meninggalkan Juliet dengan masuk ke balik pintu yang ada di sisi kanan tempat tidur.


Dengan wajah bersemu; Juliet membayangkan bagaimana ia akan melewati malam ini bersama Romeo.


Juliet memegang kedua pipinya yang terasa hangat; "Ya Tuhan. Bagaimana ini? Apa kami akan tidur di atas ranjang yang sama lagi?" Jantung Juliet langsung berdebar. Ketidaknyamanan kini menguasai perasaannya.


"Tenang Juliet. Inikan bukan pertama kali. Anggap aja Romeo kaya guling. Iya kaya guling. Lo kan udah biasa tidur sama guling. Tenang. Tenang. Hem...?"


Argh! Sial.


Jantung Juliet tidak ingin bekerjasama dengan dirinya. Meskipun sejak awal Juliet sudah berusaha untuk mengabaikan keberadaan Romeo, tapi bagaimana ia bisa menganggap pria itu tidak ada jika mereka akan selalu bertatap muka seperti saat ini.


"Lo gak mau ganti baju? gue mau berenang. Gerah. Lo mau ikut?" Romeo hanya mengenakan celana renang dengan piyama yang menutupi bagian tubuh atasnya.


Juliet langsung menutup wajahnya dengan bantal, "Berenang aja Lo sendiri. gue mau tidur."


Romeo kembali tersenyum, "Ya udah. Selamat istirahat istri ku."


..."What....?...


...Argh! Romeo sialan!...


...❄️...


...❄️...


...❄️...