ROMEO & JULIET

ROMEO & JULIET
RJ-32



...❄️...


...❄️...


...❄️...


Setelah makan siang berakhir, Romeo pergi keruang kerja opa Adam. Sedangkan Juliet kembali ke kamar untuk menyelesaikan tugas kuliah yang sempat tertunda.


"Masuklah nak Romeo. Duduk saja di sana." opa Adam mempersilahkan. Dan Romeo melakukan seperti yang opa Adam minta.


Romeo tidak tahu mengapa ia langsung di panggil seperti ini setelah mereka tiba di Jakarta. Jujur saja Romeo sedikit gelisah. Ia sedikit takut jika keluarga Juliet mengetahui sesuatu. Tapi semoga saja tidak seperti yang ia pikirkan.


"Kau pasti bingung kenapa opa memanggil mu seperti ini." Opa Adam tersenyum pada Romeo. "Sejujurnya saya memang sedikit penasaran opa. Karena saya jadi teringat ketika saja berada di California. Seperti Dejavu rasanya." Aku Romeo.


Ketika ia berada di California, Romeo akan selalu di panggil seperti ini jika dirinya telah melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan papanya. Dengan kata lain, Romeo akan di interogasi dan di paksa untuk mengakui kesalahan yang ia perbuat.


Tapi disini sekarang, Romeo tidak bisa menebak sedikitpun tujuan dari opa Adam. "Maaf jika membuat nak Romeo menjadi tidak nyaman."


"Tidak apa-apa opa. Aku hanya mengatakan apa yang ku rasakan saja." mulut gue. Hampir aja. Batin Romeo. "Sebenarnya opa memanggil mu karena opa ingin bertanya apa rencana kalian setelah ini. Apa kalian sudah memutuskan sesuatu? karena setahu opa kau juga akan segera kembali ke California." bias guratan cemas sedikit terlihat pada wajah seorang Adam.


Romeo bisa mengerti apa yang mungkin opa Adam cemaskan. Tentu saja sebagai pengantin baru, seharusnya Romeo tidak meninggalkan Juliet dan juga tidak memisahkan istrinya dari keluarga yang selama ini telah membesarkannya. "Opa tenang saja, aku memang akan kembali ke California, tapi untuk waktu yang sebentar saja, aku akan menjaga Juliet seperti yang ku janjikan pada opa."


"Aku tahu kalau istriku juga tidak bisa jauh dari opa dan Oma. Karena itu aku tidak akan..


"Opa ingin kau membawa Juliet Romeo." kata opa Adam menyela. Romeo terdiam. Sedang tatapan kedua nya ikut terpaku. "Saat kau kembali ke California, tolong bawa Juliet bersama mu nak Romeo." pinta opa Adam sekali lagi.


"Tapi opa, bukannya Juliet.."


"Opa tahu nak. Tapi bukannya kami bermaksud ingin membuat cucu tercinta kami segera meninggalkan kami dan rumah ini, kami tidak pernah berpikir demikian." kata opa Adam sungguh-sungguh.


"Hanya saja, opa dan Oma memiliki keinginan lain yang tidak bisa kami katakan pada cucu kami, terutama Juliet. Dan keinginan kami hanya akan terwujud jika kau bisa membawa Juliet pergi bersama mu. Karena itulah opa mengatakan ini padamu. Karena menurut opa ini demi kebaikan kita bersama."


Adam juga tidak bisa mengatakan pada Romeo alasan di balik permintaan nya itu meskipun Romeo bisa di percaya.


Dan menurut Adam rencananya untuk membawa istrinya berobat keluar negeri hanya bisa terwujud jika cucu yang mereka cintai ditinggalkan bersama orang yang tepat.


Adam dan istrinya tidak ingin membuat cucu-cucu mereka menjadi khawatir. Karena itulah perjalanan mereka di rahasiakan, bahkan dari cucu tertuanya, Lily.


"Kami hanya akan merasa jauh lebih tenang jika kau menjaga Juliet dan membuatnya selalu berada di dekat mu." tanpa di minta pun sebenarnya Romeo memang ingin melakukan hal itu. Karena saat ini Juliet adalah tanggung jawabnya. Tapi permintaan opa Adam tidak sesuai dengan pembicaraan antara dirinya dan Juliet.


Tentu saja Romeo akan merasa luar biasa bahagia jika ternyata ia bisa membawa Juliet pergi ke California bersamanya. Hanya saja, mereka sudah sepakat jika Juliet akan ikut ke California setelah Juliet menyelesaikan kuliahnya di Jakarta. Dan Romeo pun sudah menyetujuinya.


Tapi menimbang kembali bagaimana opa Adam berbicara secara pribadi seperti ini pada dirinya, sepertinya permintaan opa Adam tidak sesederhana yang ia dengar. Apakah mereka belum puas dengan menikahkan cucu mereka? ataukah sebenarnya yang mereka inginkan adalah seorang cicit? Ya Tuhan. Wajah Romeo sedikit bersemu saat memikirkan tentang itu.


"Opa, maaf jika ini kedengarannya sedikit tidak menyenangkan bagi opa. Aku begitu senang saat opa mengatakan hal tadi. Dan sebagai suami, tentu aku juga menginginkan jika istri ku selalu berada di dekat ku. Tapi masalahnya adalah, Juliet sudah membuat keputusan untuk tinggal di Jakarta sampai kuliahnya selesai, karena itu... "


Romeo menyerah. Ia benar-benar tidak bisa menebak sedikitpun apa yang sebenarnya dipikirkan oleh opa Adam.


"Baiklah opa. Aku akan bicara pada Juliet. Tapi aku tidak janji bisa mengubah keputusannya. Opa pasti tahu bagaimana sikap cucu opa." kata Romeo tersenyum samar. Tidaklah mudah mengubah keputusan seorang Juliet.


"Baiklah nak. Semoga saja Juliet mau mendengarkan mu. Opa sungguh-sungguh sangat berharap hal ini bisa terwujud."


...❄️❄️...


Setelah bicara panjang lebar dengan Opa Adam, kini Romeo sudah kembali ke kamarnya. Kamar yang saat ini ia dan Juliet gunakan bersama.


"Hei.. Lo lagi ngapain?" Romeo memperhatikan Juliet yang sedang serius di depan meja seraya mendengar salah satu lagu kesukaannya.


"Oh hai.. udah ngomong nya? ngomongin apa? gue lagi nyelesain tugas yang ketunda aja." Juliet memicingkan mata kepada Romeo. "Opa gak curiga sama kitakan?" tanya Juliet yang sudah memutar kursinya menghadap ke Romeo.


Romeo duduk di atas ranjang sambil tersenyum simpul. Padahal dalam hatinya ia sedang kebingungan mencari cara untuk bicara pada Juliet mengenai permintaan opa Adam.


"Gak kok tenang aja. Opa cuma nanyain tentang rencana gue yang mau balik ke CF bentar lagi." Juliet mengangguk mengerti, sebab ia memang sudah mengetahui rencana Romeo sebelumnya.


"O, ya. Tugas Lo emang banyak banget ya? mau gue bantuin gak?" kata Romeo mengajukan diri untuk menyelesaikan tugas istrinya. "Gak usah deh. Emangnya Lo ngerti? Kitakan beda jurusan." tolak Juliet dengan gamblang.


"Ya siapa tau ajakan gue bisa bantuin Lo." Romeo menghela nafas jarang. Kemudian ia membaringkan tubuhnya sambil melirik pada Juliet. "Emm.. Lo mau keluar gak? ada yang mau gue omongin sama Lo, sekalian ntar mampir di apartment bentar." ajak Romeo.


"Mau ngomongin apa? gak bisa di sini aja gitu ngomong nya sekalian istirahat. Kitakan baru aja nyampe, emang nya Lo gak jet lag..?"


"Gak sih biasa aja. Tapi kalau Lo emang capek ya udah ntar aja juga gak apa-apa kok." ujar Romeo kembali mengurungkan niatnya.


"Emang Lo mau ngomong apaan sih?" tanya Juliet yang kini mulai penasaran. Romeo kembali duduk, menjalin kedua tangannya sambil tersenyum simpul. "Udahlah entaran aja. Lanjut deh belajar Lo, gue mau nelpon dulu. Selamat belajar ya istri ku." ucap Romeo sambil tersenyum gemas.


"Ih... apaan sih, sok romantis deh Lo. Abis kelarin tugas gue, gue langsung siap-siap ya." Juliet pun menyetujui ajakan Romeo sebelumnya.


"Hem. Ya udah. Gue nelpon dulu ya." Setelah nya Romeo kembali keluar dari kamar menuju ke taman yang berada di sisi timur. Di sana ia kembali merenungkan permintaan opa Adam padanya.


Romeo memang tidak bisa menebak sedikitpun alasan dari permintaan opa Adam. Dan apa juga maksud nya ia harus membawa istrinya pergi ke California? bukankah jika Juliet tidak pergi ia bisa melakukan yang sebaliknya?


Tapi apapun hasilnya nanti Romeo tidak akan memaksakan keinginannya, meskipun itu adalah permintaan opa Adam. Sebab Romeo tahu, istrinya mampu memutuskan segala sesuatu dengan baik. Begitulah Juliet yang sudah mulai ia kenali.


...❄️...


...❄️...


...❄️...