ROMEO & JULIET

ROMEO & JULIET
RJ-27



...❄️...


...❄️...


...❄️...


Menggoda Juliet adalah hal yang menyenangkan bagi Romeo. Melihat bagaimana wajah Juliet yang tiba-tiba bersemu.


Juga Juliet yang terlihat salah tingkah setiap kali Romeo menyebutkan sesuatu yang manis tentang dirinya membuat jantung Romeo juga ikut berdebar.


Lucu memang. Hal-hal tentang Juliet selalu menarik minat Romeo. Menurut nya, Juliet sangat manis dengan caranya sendiri. Gadis itu terlihat menggemaskan dengan cara yang berbeda.


Sama seperti sekarang. Hanya karena Romeo menyebutkan kata Istriku reaksi Juliet sangatlah menggemaskan.


"Lo beneran nih gak mau ikut?" kata Romeo yang masih belum puas menggoda Juliet, "Gak Lo aja." sahut Juliet yang masih menyembunyikan wajahnya di balik bantal.


"Padahal seru Lo berenang bareng. Lo yakin gak mau ikut? air nya juga sejuk banget kayanya." lagi-lagi Romeo mengulum senyum sambil memperhatikan bagaimana respon Juliet.


"Berisik banget sih Lo. Berenang aja sana. Kalau perlu tidur aja di kolam renang." balas Juliet terdengar kesal.


"Ya udah kalau Lo gak mau. Tapi kalau Lo nanti berubah pikiran, datang aja. Gue dengan senang hati berenang bareng Lo."


Kali ini Juliet tidak menjawab lagi. Dan karena Juliet tidak memberikan respon, akhirnya Romeo pun meninggalkan Juliet seorang diri. Sudah cukup baginya untuk menggoda Juliet saat ini. Ia akan melakukan nya lagi, nanti.


Setelah Juliet mendengar suara Romeo masuk ke dalam air, Juliet mengintip sebentar untuk memastikan bahwa Romeo benar-benar berada di bawah sana.


"Sialan. Bisa-bisa nya tuh cowok santai begitu. Dasar gak peka." gumam Juliet yang merasa kesal.


...❄️...


Sementara Romeo masih berada di kolam renang, Juliet juga pergi untuk membersihkan diri. Ia pergi ke bilik yang sama dengan tempat Romeo menghilang sebelumnya.


Ruangan itu tidak terlalu besar, namun sudah terisi dengan semua kebutuhan mereka seperti yang Romeo katakan.


Juliet sampai merinding melihat isinya. Bagaimana Romeo bisa menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya sampai seperti ini?


Juliet lagi-lagi di buat tertegun dan sedikit ngeri. Bahkan di ruangan itu terdapat pakaian ganti sampai dengan hal-hal kecil yang biasa Juliet gunakan.


Bagaimana Romeo bisa memikirkan semuanya sampai terlihat begitu detail? Apakah suaminya adalah seorang pria mesum dengan tingkat kegilaan yang menakutkan? Tapi Romeo terlihat normal. Pikiran-pikiran seperti itu membuat kulit wajah Juliet terasa menebal.


Suaminya memang pria di luar nalar.


...❄️...


Setelah membersihkan dirinya dan berganti pakaian, Juliet kembali melihat Romeo dari balik tirai. Pria itu masih berada di dalam air dengan gaya-gaya berenang yang kembali membuat Juliet tercengang. Antara mahir atau aneh. Keduanya terlihat sama.


"Sekalian aja Lo jadi ikan di situ." Juliet kembali ke dalam bilik dan membiarkan Romeo melakukan hal-hal yang di sukai nya. Memikirkan apa yang pria itu lakukan tidak akan pernah masuk akal bagi Juliet.


Selagi menjelajah ke semua tempat, Juliet juga melihat ke arah balkon yang berada di sisi lain tempat tidur. Area itu adalah tempat yang sejak tadi sudah menarik perhatian Juliet.


Tempat yang ternyata adalah area bersantai dengan sepasang kursi dan meja yang terlihat elegan yang juga bisa di gunakan sebagai tempat untuk lunch, maupun dinner romantis ala-ala sepasang kekasih. Terlihat jelas seperti itu..


Di sana juga ada sebuah ayunan rotan yang terlihat cukup nyaman untuk berjemur dan menikmati hangatnya sinar matahari. Juliet pun memilih tempat tersebut sebagai tempat bersantai.


...❄️...


..."RANDY CALLING"...


Juliet tidak langsung menjawab. Ia ragu untuk menjawab panggilan tersebut; selain karena kejadian terakhir kali. Juliet tidak ingin membuat hubungan mereka semakin canggung.


Setelah mengabaikan panggilan yang pertama; Juliet pikir Randy akan menyerah. Ternyata masih ada panggilan lain.


"Ya hallo?" Juliet memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut. "Maaf ya kalau gue ganggu Lo. Makasih udah jawab panggilan gue." Suara Randy terdengar seperti biasanya.


"Kenapa Rand?" tanya Juliet tidak ingin lama-lama berbasa-basi. "Lo belum balik ke Jakarta?" pertanyaan lain yang menurut Juliet hanyalah rasa penasaran Randy. Apakah pria itu masih belum menyerah?


"Belum. Gue masih di Bali." Sahut Juliet seadanya. "Gitu ya. Happy ya di sana. Gue cuma mau pamit aja. Besok gue pergi." Juliet mengernyit; Juliet ingat jika Randy memang memiliki rencana untuk pergi ke luar negeri dalam waktu dekat.


"Kapan?" seharusnya Juliet tidak menanyakan hal itu. Tapi sudah terlanjur ia mengatakan nya. "Gue pergi lusa bareng bokap. Gue cuma mau bilang itu Kok." .


"Hem. Ya udah. Safe flight ya Rand. Sukses juga buat kerjaan Lo di sana." Juliet tulus dengan doanya untuk Randy. "Iya Jul. Thanks ya udah jawab telpon gue. Gue bisa pergi dengan tenang. Have fun ya di sana. And i hope your happy every time."


"Lo juga. Take care Rand. Bye."


Juliet menghela nafas setelah panggilan Randy berakhir. Ia pikir hubungan pertemanan mereka akan lebih canggung. Tapi untungnya tidaklah demikian.


...❄️...


"Siapa yang barusan nelpon, cowok Lo?" suara Romeo membuat Juliet terkejut.


"Apaan sih Lo ngagetin gue aja." sahut Juliet cepat. "Mana Lo muncul udah kaya hantu, gak ada suaranya."


"Tadi siapa?" Pertanyaan Romeo masih sama. Ia ingin tahu istrinya bicara pada siapa. Romeo yakin jika yang bicara pada istrinya adalah seorang pria.


"Temen gue." sahut Juliet acuh kemudian kembali pada posisi sebelumnya. Ia pikir Romeo akan puas dengan jawaban tersebut, sampai akhirnya Juliet merasakan tempat nya bersantai bergerak. Dan Romeo justru duduk di sebelahnya.


Pria itu menatap Juliet seakan ingin memastikan apakah perkataan nya adalah sebuah kejujuran; "Lo yakin cuma temen..?" alhasil Juliet dibuat risih dengan sikap Romeo yang demikian.


"Apaan sih Lo? lagian ini gak ada hubungannya sama Lo. Please deh Gak usah kepo deh sama urusan gue."


Juliet benar-benar tidak habis pikir apa yang Romeo inginkan dari dirinya. Ia sudah mengatakan yang sebenarnya, lalu apa lagi yang ingin pria itu dengarkan?


Sekali lagi Romeo menatap diam pada Juliet. Tapi kali ini dengan tatapan yang berbeda.


"Ya udah kalau emang cuma temen." kata Romeo seakan tidak bisa berbuat apa-apa dengan jawaban tersebut.


"Apaan sih Lo. Lagian emang cuma temen. Lo mau jawaban apa? ngeselin banget." Juliet meninggalkan Romeo begitu saja di balkon sementara ia kembali ke dalam kamar.


"Jangan ganggu gue!" seru Juliet sebelum masuk ke dalam selimut. Romeo yang masih berada diluar hanya bisa diam ditempatnya.


Romeo tidak tahu jika pertanyaan nya akan membuat Juliet berubah kesal seperti saat ini.


"Juli.. " panggil Romeo membujuk. "Jul.. maafin gue ya. Gue gak maksud apa-apa kok. Gue percaya sama Lo. Gue yang salah.. maafin gue ya."


...❄️...


...❄️...


...❄️...