
...❄️...
...❄️...
...❄️...
...Fluida HOTEL...
"Boleh aku tahu kapan kau bertemu istrimu?" James mengedipkan matanya menggoda Romeo. "Aku merasa kalah melihat sahabatku sendiri sudah mengenakan cincin pernikahan di jari manisnya, sedang kan aku masih sibuk bermain-main." tambah James.
"Apa kau pikir pernikahan adalah perlombaan?" Romeo membuang pandangannya. James kembali tersenyum, "Tidak. Memang tidak. Hanya saja aku sedikit penasaran bagaimana kau bisa menemukan wanita seperti istrimu itu."
Romeo mendelik,
"pantas saja selama ini aku tidak pernah melihat mu berkencan dengan siapapun di kampus, ternyata kau sudah memiliki wanita impian mu sendiri. Dan itu cukup mengejutkan bagiku. Ayolah ceritakan padaku sobat. Aku benar-benar ingin tahu." bujuk James yang merasa penasaran dengan kisah percintaan sahabatnya.
Romeo sempat ragu sesaat tentang bagaimana ia harus menceritakan kisahnya kepada James. Ia sangat mengenal James dan memang pria itu sangat bisa di percaya dalam menyimpan rahasia.
Mereka sudah berteman hampir 10 tahun lamanya. Bagi Romeo, James lebih seperti saudara laki-laki di bandingkan seorang teman.
"Ini bukan pernikahanku yang sebenarnya." cerita Romeo. James mengernyit bingung, "Pernikahan ini hanyalah pernikahan kontrak semata. Maksudku aku dan Juliet hanya menikah karena kontrak."
Romeo menatap James penuh peringatan, "Aku menceritakan ini kepadamu hanya karena kau Kau adalah sahabatku." tegas Romeo.
"What? Kau bercanda bukan?" Romeo menggelengkan kepalanya samar. "lalu bagaimana setelah ini? bukankah kuliah mu juga belum selesai? lalu bagaimana dengan Juliet apa kau akan meninggalkannya di sini dan kembali ke California seorang diri?" tanya James lagi.
"Kami sudah bicara dan Juliet setuju untuk ikut denganku pulang ke California setelah semua urusan kami disini selesai. Lagipula ini tidak akan lama hanya untuk beberapa tahun." jelas Romeo.
Untuk saat ini, Romeo masih yakin jika pernikahan mereka akan baik-baik saja. Bahkan tanpa mereka harus melibatkan perasaan di dalamnya.
"Aku sungguh tidak mengerti kenapa kau harus melakukan ini kawan." James kembali bersuara. "Maksudku kenapa kalian tidak menikah sungguh-sungguh saja. Bukankah Juliet cantik? dan aku rasa kau tidak akan rugi jika memiliki istri seperti dirinya."
Tidak ada yang salah dari penilaian James. Juliet memang gadis yang cantik dan baik hati meskipun terkadang gadis itu itu memiliki sifat barbarnya sendiri. Tapi itu tidak masalah, siapapun yang nantinya akan menikahi Juliet pastilah seorang pria yang beruntung.
Mendapati pemikiran seperti itu membuat dada Romeo terasa sesak.
"Kami tidak saling mencintai dan itu adalah faktanya." ujar Romeo lagi.
"Apa kau yakin?" James terlihat ragu saat mendengar pernyataan Romeo tentang perasaannya.
Ataukah ternyata ia sudah mulai peduli dengan gadis itu.
"Hem, aku sudah memastikannya bahwa tidak ada perasaan apapun diantara kami dan pernikahan ini ini murni hanyalah pernikahan kontrak semata." Meskipun terdengar sumbang ditelinga nya sendiri, tapi setahunya, Juliet memang tidak memiliki perasaan apapun terhadap dirinya.
Seandainya saja gadis itu memiliki perasaan kepada dirinya apakah kenyataan akan berubah?
"Well, baiklah jika begitu menurutmu. Aku akan menyimpan rahasia ini seperti rahasia-rahasia kita sebelumnya." turut James.
...From : Juliet...
..."Lo dimana?"...
...From : Romeo...
..."Cafe. Bareng James. Kenapa?"...
...From : Juliet...
..."Lo gak laper?"...
...From: Romeo...
..."Gue balik sekarang."...
"Sepertinya aku harus kembali sekarang, ada urusan yang mendesak." ujar Romeo yang ingin segera menemui Juliet.
"Kita kembali bersama saja. Aku juga ingin pergi ke kamarku." James tersenyum curiga kepada Romeo.
"Baiklah. Ayo."
...❄️...
...❄️...
...❄️...