
...❄️...
...❄️...
...❄️...
Diam seperti ini membuat perasaan Juliet menjadi gelisah. Ia tidak tahu apa yang di inginkan Romeo. Pria itu terlihat ragu setiap kali mencuri pandang kepadanya.
Beberapa kali Juliet mendapati ekspresi Romeo yang berubah-ubah. Seperti pria itu ingin memulai sesuatu tapi tidak tahu bagaimana harus memulai nya.
Apakah Romeo merasa bersalah atas sikapnya tempo hari?
Ataukah pria itu hanya ingin menegaskan status mereka sebelum mereka mengikat hubungan yang lebih jauh?
Entahlah. Juliet enggan untuk menebak-nebak isi pikiran Romeo. Ia tidak ingin perasaan nya menjadi goyah seperti sebelumnya. Bagi Juliet, Romeo dan dirinya tidak akan pernah menjadi kita.
"Kalau gak ada yang mau Lo omongin, gue mau balik ke kamar gue." putus Juliet. Berdiri di sana lebih lama hanya akan membuat keduanya terlihat aneh. Dan juga menyedihkan.
"Makasih buat bunga nya." Tidak ada pergerakan dari Romeo. Dan Juliet pun tidak ingin ambil pusing dengan dengan apa yang akan dan ingin pria itu lakukan. Itu bukan urusannya.
"Jul." Romeo menahan tangan Juliet. Namun tidak terlalu erat. Seperti pria itu tahu betul batas di antara mereka.
"Kenapa?" sahut Juliet terdengar ketus. "Lo maukan ikut gue ke California?" Juliet menghela nafas panjang. Ternyata pertanyaan inilah yang membuat Romeo terlihat ragu-ragu.
Ia kira pria itu ingin mengatakan hal yang lebih penting. Ternyata hanya ingin memastikan kebersediaan dirinya untuk mengikuti pria itu kembali ke tempat asalnya.
"Lo tenang aja. Setelah gue jadi istri Lo. Gue bakal nurutin permintaan Lo, seperti yang tertulis di kontrak kita. Tapi dengan syarat. Lo gak boleh ikut campur dengan kehidupan gue setelah kita pindah ke sana. Gue harap, semua cuma sesuai dengan isi kontrak yang udah kita sepakatin." Juliet tidak ingin lagi berharap lebih.
Lagi pula, baginya dua tahun tidak akan lama. Ia pasti bisa melewati waktu demi waktu dengan damai. Lalu diam-diam bercerai dengan Romeo.
Juliet juga yakin, jika Romeo sudah merencanakan semuanya dengan matang. Jadi mereka hanya perlu menjalani semuanya dengan tenang. Tanpa perselisihan dannjuga tanpa melewati batas yang sudah mereka tetapkan.
Romeo melepaskan tangan Juliet. "Jul, maksud gue.." Juliet berbalik kepada Romeo. "Lo tenang aja. Gue pasti nepatin perkataan gue kok. Sebagai istri Lo." Juliet berucap tenang dengan penekanan di akhir kata-katanya.
"Gue balik duluan." lanjut Juliet yang langsung berbalik. Tapi baru beberapa langkah Juliet kembali berhenti, "O,ya.. gue cuma mau istirahat. Jadi gue gak akan gabung buat makan malam. Sampai ketemu di altar." suara Juliet terdengar dingin.
Seharusnya sikap seperti inilah yang aman bagi keduanya. Dan Romeo pun menyadari jika seharusnya beginilah hubungan mereka berlangsung. Tapi kenapa dadanya terasa tidak nyaman? apakah ada yang salah?
...❄️❄️❄️...
"Bro.. Hei..." Romeo sedikit terkejut saat mendapati James ada di hotel yang sama dengan tempatnya menginap.
"Hai, dud. Apa yang kau lakukan di sini?" Romeo memicingkan mata heran. Namun James justru meninju perut Romeo-bercanda.
"Kau benar-benar teman yang jahat. Tapi aku tidak seperti dirimu. Tentu saja aku akan datang saat sahabat karib ku akan menikah." ujar James, sukses membuat perut Romeo bergejolak.
"Bagaimana bisa?" James tertawa kecil. "Saat aku berkunjung kerumah mu. Uncle mengatakan jika kau sedang mengurus pernikahan mu di sini. Dan sebagai teman yang baik, tentu saja aku harus datang untuk memberikan restu." James tersenyum sambil merangkul pundak Romeo.
"Siapa saja yang tahu tentang ini?" wajah Romeo terlihat ngeri. Pernikahan nya adalah salah satu yang ingin ia rahasiakan dari teman-teman nya. Tapi sekarang tentu saja ia harus berpikir ulang tentang hal itu.
"Kami semua tahu." Wajah Romeo memucat. "Aku bercanda." sambung James. "Hanya aku. Aku merahasiakan nya seperti kau merahasiakan kabar ini dari ku. Apapun alasan mu, aku tidak ingin melangkahi wewenang mu sebagai seorang sahabat." entah Romeo harus merasa lega ataupun waspada. Ia hanya bisa tersenyum kaku saat mendengar penjelasan James.
"Thanks dud. Aku akan menceritakan padamu nanti. Tidak sekarang." ujar Romeo, seraya menghela nafas panjang.
"Nah, karena aku sudah di sini, dimana calon mempelai wanita nya? aku tidak sabar ingin melihat siapa gadis yang bisa menaklukkan dirimu." James tertawa kecil. Romeo pun melakukan hal yang sama.
"Kau bisa melihatnya besok. Bukan sekarang."
...❄️...
...❄️...
...❄️...