ROMEO & JULIET

ROMEO & JULIET
RJ-30



...❄️...


...❄️...


...❄️...


...Airport, Jakarta...


Dari kejauhan Juliet tersenyum sumringah saat melihat rombongan kecil yang sudah berdiri dengan antusias untuk menyambut keduanya. "Hei mereka di sana."


"Oma..?" Juliet berseru sambil melambaikan tangannya senang. Romeo pun memperhatikan ke arah yang sama dengan Juliet. "Kayaknya bakal di interogasi nih." Romeo menyenggol bahu Juliet untuk menggodanya.


Juliet pun mengulurkan tangannya kepada Romeo, dan dengan senang hati Romeo menggenggam tangan mungil milik Juliet. "Harus sempurna kan?"


Meskipun katanya mereka harus mulai berakting mesra di hadapan orang-orang yang mereka cintai. Tapi sebenarnya tidaklah sulit bagi Romeo ataupun Juliet untuk melakukan hal tersebut. Mereka sudah terbiasa sejak beberapa hari yang lalu.


"Sayang. Cucu Oma. Selamat datang kembali." Oma Dena memeluk Juliet dengan hangat. Begitu pun dengan Romeo. Sangat jelas bahwa Oma Dena adalah sosok yang begitu peduli dan penuh kasih kepada keluarganya.


"Juliet kangen Oma." Rengek Juliet bersikap manja seperti biasanya. Opa Adam dan Romeo hanya mengulum senyum saat melihat keduanya saling melepas rindu.


"Sejak pagi Oma mu sudah begitu sibuk untuk menyambut kedatangan kalian berdua." opa Adam menyela.


"Bahkan opa di minta bangun pagi-pagi. Katanya biar tidak terlambat." opa Adam menambahkan. Sementara Oma Dena tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang terlihat berseri-seri. Wanita itu bahagia.


"Seharusnya tidak usah repot-repot seperti ini Oma." kata Juliet, masih memeluk Oma Dena dengan manja.


"Tidak apa-apa sayang. Oma memang sudah rindu pada kalian berdua. Karena itu Oma datang."


"O, ya. Oma juga sudah menyiapkan makan siang. Ayo. Sebaiknya kita segera pulang. Kalian juga pasti lelah dan lapar." ajak Oma Dena.


"Oma memang yang terbaik." sekali lagi Juliet memeluk Oma Dena dengan manja sebelum mereka sama-sama meninggalkan airport.


...❄️❄️...


...MENSION DOMINIQUE...


"Ah.. akhirnya! Aku merindukan mu." Juliet memeluk guling kesayangan miliknya. Dan berbaring dengan nyaman di atas kasur.


...Tok..Tok.. ...


Suara kecil menyela kenyamanan Juliet. Romeo mengetuk pelan pintu kamarnya yang terbuka hingga membuat perhatian Juliet teralih. "Mau di taruh dimana?" Romeo menunjuk pada koper milik Juliet dan juga miliknya.


Juliet buru-buru bangun untuk menutup pintu di belakang Romeo. "Masuk aja. Taruh aja di sana. Biar ntar gue yang beresin. Lo pasti capek juga kan? Lo istirahat aja." kata Juliet.


...Hampir saja ia lupa jika saat ini ia tidak sendiri. ...


...❄️❄️...


Ini adalah kali pertama bagi Romeo untuk melihat ruangan pribadi milik istrinya. Kamar itu cukup besar. Bahkan hampir lebih besar dari kamar di apartment Romeo.


Dan barang-barang milik gadis itu yang tertata dengan rapi. Jelas sekali bahwa kamar itu selalu di bersihkan meskipun pemilik nya tidak berada di sana.


"Malam ini gak apa-apa kan kalau kita nginap di sini. Aku masih kangen sama Oma." kata Juliet. Rencana awalnya mereka hanya akan mampir sebentar kemudian pulang ke apartemen milik Romeo. Tapi setelah bertemu dengan opa dan Oma nya Juliet merasa enggan untuk pergi lebih cepat.


"Iya. Gak apa-apa kok. Santai aja." turut Romeo. Ia sangat tahu jika gadis itu sangat mencintai opa dan Oma nya. Lagi pula hanya menginap satu malam di sana tidak akan mengubah apapun di antara mereka.


Mendengar persetujuan Romeo, wajah Juliet lebih berbinar dari sebelumnya. "Lo mau mandi dulu atau langsung makan siang aja? biar gue siapin." tawar Juliet. Ia merasa harus membalas kebaikan Romeo yang sudah mengijinkan dirinya untuk berada lebih lama dirumah itu.


Melihat inisiatif dari Juliet membuat Romeo tersenyum kecil. Ia tidak menyangka jika hal kecil dari dirinya bisa membuat Juliet terlihat begitu bahagia. "Gue bisa sendiri kok. Lagian kitakan gak lagi di lihat opa sama Oma. Lo santai aja."


"Gitu ya.." Entah kenapa Juliet merasa sedikit kecewa dengan penolakan Romeo. "Tapi kalau Lo maksa gak apa-apa kok. Makasih ya istriku." goda Romeo seraya mencubit kecil pipi Juliet.


Seketika wajah Juliet menghangat. Ia sangat yakin jika saat ini pipinya sedang merona. Sial. "His. Apaan sih." Juliet menepis tangan Romeo. "Ya udah. Lo kerjain sendiri aja. Gue mau bantuin Oma."


Juliet masih belum terlalu terbiasa dengan perlakuan manis Romeo yang tiba-tiba. Apalagi saat pria itu menyebutkan dirinya dengan kata istriku. Jantung Juliet menjadi tidak karuan.


..."Hem. Gue nyusul sebentar lagi ya sayang. Jangan mecahin piring ya..!" ...


...❄️...


...❄️...


...❄️...