POCONG BAPER

POCONG BAPER
Bab 73. Pemusnahan



Bab 73 Pocong Baper


Di buku yang Dita temuka terdapat sketsa-sketsa yang semakin mengerikan untuk dilihat. Hal itu membuat kekhawatiran di dirinya semakin menyeruak. Dimulai dari wanita yang merobek tubuh bayi mungil yang kerap menumbalkan para bayi untuk panjang umur atau menjadi cantik dan awet muda.


Ada pula yang menjilati darah para bayi lalu melahap tubuh mungil itu. Kemudian ada juga sketsa pria yang sedang menyusun tulang dan kepala manusia dengan membawa pedang samurai panjang. Ada juga yang mengumpulkan bagian jantung manusia dan organ tubuh lainnya. Semakin jauh Dita mencari tahu semua ini dengan membuka lembaran demi lembaran dari buku tersebut, semakin perasaan mengerikan itu tercipta dengan segala ritual serta tujuan masing- masing dari gambaran sketsa yang mempertahankan keinginan egois mereka yang sakit jiwa.


Hingga sampailah Dita di sebuah halaman yang terakhir dalam pencariannya. Sebuah gambaran yang menceritakan tentang ritual kebangkitan sang ratu kegelapan menggunakan media wanita. Dita yakin hal itu gambaran dari sosok putrinya.


Dita sejenak terdiam. Ketika menelisik, tatapan matanya tertuju pada sketsa kasar potongan tubuh manusia yang terburai dengan gambar seorang wanita yang sedang melahap habis bagian dari potongan-potongan tubuh tersebut. Di samping si wanita terdapat sosok Yagi seperti gambaran Mia dan makhluk mengerikan tadi. Akan ada seorang wanita yang akan menggantikan posisi Mia, entah itu Dira atau gadis lainnya. Dita terpaku pada sebuah tulisan yang terpampang di sana.


"Untuk menjadi sang ratu kegelapan sejati yang menguasai dunia, dibutuhkan seorang yang tega dengan melahap habis darah dari orang yang paling dicintai oleh saudara-saudara persekutuannya."


Dita termenung sejenak, mencoba mencerna isi dalam tulisan sebelum dirinya menyadari sesuatu. Apakah mungkin-jangan- jangan ini berhubungan dengan Hanako yang ingin menjadikan Anta seperti iblis wanita mengerikan pada gambaran ini?


"Aku tidak akan biarkan ini terjadi. Ratu Sanca, ayo kita bawa Anta pergi jauh dari sini!" ajak Dita.


Dita juga langsung meminta Anan untuk mencari bahan bakar minyak cadangan dalam mobil. Ia akan membakar villa terkutuk itu beserta isinya. Sayangnya, Anan dan Raja masih berkutat perkelahian dengan James dan pengikut sesat lainnya. Hingga Dita beralih pada Adam dan Tania.


"Bunda, maafin aku ya. Aku emang belum punya SIM, tapi aku pastikan bisa nyetir dengan baik dan aman," ucap Adam yang sudah bersiap menerima pukulan di kepalanya dari Dita atau omelan panjang dengan nada tinggi.


Namun, hal yang dibayangkan Adam tidak terjadi. Dita malah mengusap kepalanya Adam lalu memintanya mencari dirigen cadangan berisi bbm. Dita juga mengusap pipi Tania dengan lembut. Dia memintanya untuk membantu Adam menuangkan bahan bakar sekitar rumah. Sementara itu, Dita kembali ke dalam untuk menarik Anta dan Arya keluar. Mereka masih sibuk berkelahi dengan Hanako.


...***...


Di ruang perkelahian Hanako dengan Anta dan Arya.


"Aku tak akan mau dan tak akan bisa melakukannya! Sebaiknya kau enyahlah dari sini!" seru Arya yang sedang dimantrai oleh Hanako.


Anta sudah terduduk lemas saat Hanako menekan kedua pipinya.


"Ikutlah denganku, Asahi. Mari kita raih kebahagiaan kita di dunia ini, bersama," pinta Hanako.


"Kebahagiaanku hanya dengan Anta. Bukan dengan wanita setan sepertimu!" pekik Arya yang berusaha menahan diri agar tidak terpengaruh.


"Lihatlah aku, Asahi! Aku lebih muda dan cantik. Dan apa pun keinginanmu di dunia ini akan aku turuti. Kaya raya, sehat, dan panjang umur. Bukankah semua manusia sejatinya menginginkan hal itu?" Hanako menyeringai.


Hanako berusaha tidak menyerah kali ini. Ia mencoba menjelaskan kepada Arya bila ini semua jalan mereka untuk menuju keluarga besar yang akan menguasai dunia.


"Cih, hanya manusia sesat yang memimpikan hal seperti itu! Menjadi tamak bukanlah keinginanku!" pekik Arya.


"Baiklah, jika kau terus saja menginginkan diriku bertindak lebih dalam untuk membawamu tunduk ke padaku, maka rasakan akibatnya!" Hanako beralih pandangan pada Anta.


Hanako bersiap untuk menyerang Anta ketika dia baru saja menghempas tubuh Arya membentur dinding. Tubuh Anta mulai lelah. Arya mencoba bangkit sampai menyeret tubuhnya untuk menolong Anta. Namun, Hanako semakin dekat.


Wanita iblis itu bersiap mencengkeram wajah Anta. Membuka mulut Anta agar aura kegelapan sang ratu memasuki tubuh Anta. Saat aura kegelapan yang keluar dari tubuh Hanako hendak memasuki rongga mulutnya Anta, Dita memukulkan kayu yang diambil dari patahan kursi ke kepala Hanako.


"Tidak ada yang boleh menyakiti putriku!" serunya.


"Sial!" Hanako membalas serangan Dita. Dia menyerangnya.


Bahkan kuku-kuku tajam Hanako berhasil menggores perut Dita. Dia bersiap mencabik tubuh Dita. Namun, aura berwarna ungu mendadak muncul dari sekeliling Anta.


"Ratu Kencana Ungu?" Hanako menoleh pada Anta.


"Baru tahu kan kalau kekuatan itu telah berada di tubuh putriku. Maka jika kau nekat menggunakan tubuh Anta untuk membangkitkan ratu kegelapan, kau mungkin akan gagal. Kekuatan Ratu Kencana Ungu yang ada di dalam tubuhnya pasti akan menolak kekuatan ratu kegelapan mu! Oh iya siapa namanya, ratu bumbu masakan, kan?" Dita menepis kedua tangan Hanako yang tatapannya kasih terkesima melihat Anta.


"Lepaskan Bunda!" pekik Anta.


Amarahnya mulai mencuat. Dia menarik tangan Hanako lalu mengjempaskannya ke lantai. Dia bahkan mencekik Hanako dan membanting tubuh itu lagi. Namun, kekuatan ratu kegelapan di dalam tubuh Hanako juga memberontak keluar.


"Kalian pergi dari sini! Aku takut semakin Anta mengeluarkan kekuatannya, itu akan menguras habis energinya. Dan yang lebih aku takutkan, Anta akan membahayakan kondisi janin dalam tubuhnya," ucap Ratu Sanca.


"Apa? Jadi, Anta sedang hamil?" Dita terperanjat.


Begitu juga dengan Arya yang mulai bangkit dan mendekat.


"Aku akan menahan ratu kegelapan. Kalian bakar rumah ini segera!" titah Ratu Sanca.


"Tunggu, kau akan menahan dia di sini saat aku membakar tempat ini? Lalu, bagaimana dengan Ratu Sanca nanti? Kau mau berkorban lagi?" tanya Dita.


"Tentu, Dita. Aku akan selalu siap berkorban untuk kekuargamu," ucapnya.


"Baiklah, nanti kau akan kembali lagi, kan? Ayo, Arya! Bawa Anta pergi dari sini dan kita ke rumah sakit buat periksa kandungan Anta juga," ucap Dita.


Arya mengangguk. Pria itu lalu menyadarkan Anta agar kembali ke mode semula. Mennyimpan kembali kekuatan sang Ratu Kencana Ungu di dalam tubuhnya. Arya sempat melihat ke arah Hanako yang mulai memuntahkan gumpalan darah hitam pekat. Saat Hanako mulai menyerang kembali, Ratu Sanca sudah siap melilit tubuhnya.


"CEPAT BAKAR TEMPAT INI!" seru Ratu Sanca.


Dita mengangguk. Dia membantu Arya memapah tubuh Anta yang melemah. Namun, langkahnya terhenti sejenak saat Ratu Sanca memanggil.


...*****...


...Bersambung dulu....


...Bentar lagi mau tamat ya, staytune!...