POCONG BAPER

POCONG BAPER
Bab 65. Masa Lalu James dan Icha



Bab 65 Pocong Baper


"Kak James, mulai sekarang jangan sedih lagi, ya. Aku akan menjadi teman kakak. Aku akan selalu menjadi adiknya Kak James, selalu selamanya kita bersama," kata Icha.


James tersenyum dan mengangguk. perlahan dia berubah menjadi anak yang ceria dan meninggalkan segala sedihnya dan murung yang dulu menggelayut bagai awan hitam di hidupnya. Orang tua Jame tewas dalam kecelakaan. Ayahnya rupanya seorang WNA, dan ibunya seorang asisten rumah tangga di rumah ayahnya yang dulu. Ibunya merebut ayahnya dari istri sahnya. Namun, sang istri sah membalas dendam sampai membuat orang tua James kecelakaan. Sejak usia enam tahun James dititipkan di panti asuhan.


Masih teringat dalam benak James tentang Icha. Adiknya adalah gadis yang lugu dan selalu diganggu. James akan ada untuk membelanya saat anak lain merundunginya. Para anak nakal itu bahkan mengatakan jika James anak buangan karena hasil adopsi. Entah bagaimana mereka tahu, yang jelas perilaku anak nakal di kota itu terbiasa hidup memerintah. Mereka selalu sok dan menindas kaum bawah. Sampai hari itu, Icha berani membela James yang tengah dikeroyok.


"Berhenti! Jangan sakiti kakak aku!" teriak Icha.


Dia menentang semua teman-teman yang mengolok- olok James dan mendorong semuanya meskipun dia melakukannya hingga menangis. Saat itu bagi James, Laras bukan lagi hanya adiknya, tetapi orang yang mulai spesial ada di hatinya. James berjanji akan terus melindungi Icha jika sudah dewasa kelak.


"Kak, kamu nggak apa-apa, kan? Kamu pasti sakit, ya? Mami, tolong Kak James!" Icha berteriak saat tiba di rumah.


Dia khawatir dan merasa James pasti sangat kesakitan. Apalagi saat James jatuh dari pohon saat Icha memintanya untuk mengambil mangga. Saat itu James terjatuh dan mengalami patah di kaki kiri. Selama satu minggu, James hanya bisa berbaring di kasur. Ia tidak pernah menangis karena malu dan terus menahan rasa sakitnya. Namun, James tak menyangka kalau Icha yang berhari-hari menangis di sampingnya. Gadis kecil itu merasa bersalah. Dia bahkan enggan meninggalkan kamar James dan terus menemani hingga ia sembuh.


"Kak James, mau makan apa? Biar aku yang ambilin," ucap Icha.


"Kak James, mau minum susu? Minum sirup? Minum teh manis? Biar aku bawakan."


Tanpa diminta, Icha selalu sigap untuk membantu James. Lalu bulan berganti tahun. Semua terlewati begitu saja sampai mereka semakin dekat. Layaknya seorang kakak yang menyayangi dan perhatian kepada adiknya, begitulah James dan Icha.


Semasa di sekolah menengah pertama, Icha tumbuh menjadi gadis yang cantik. Seperti bunga mawar yang tengah merekah, harumnya semerbak, ranum, dan memesona. Pastinya banyak sekali kumbang yang akan tergoda dan nekat datang ingin memetiknya.


Namun, bunga itu memiliki duri di tangkainya. Siapa pun yang akan coba memetiknya akan melukai tangan mereka. Tangan itu akan robek dan terluka karena mawar pastilah memiliki duri yang dapat menusuk daging dan melukai.


James tak lagi menatap Icha bagai seorang adik. Ia ingin memiliki gadis itu. Namun, perasaan yang lebih itu dia coba tepis dan hanya meyakini sebagai perasaan biasa. James bersikeras kalau hal itu hanya perasaan sejenak. Ini akan segera berlalu.


Namun, sejak Hanako datang menjadi asisten Tuan Rama, semua berubah. Hana bahkan tahu perasaan James pada Icha. Dia meyakinkan pemuda itu untuk bergabung bersamanya dan mewujudkan semua yang diinginkan di hidup James.


Hana dan James menculik Tuan Rama dan Miranda. Dia menghipnotis mereka dan menyekap keduanya di villa keluarga di Desa Alamanda. Icha hanya tahu kalau dia hehilangan kedua orangtua yang sudah mengurus dan menyayanginya dalam sebuah kecelakaan pesawat. Hana memanipulasi data penumpang.


James terus mengucapkan mantera cinta itu di dalam hatinya setiap kali ia melihat Icha tersenyum dan melihat gadis itu termenung dengan lesung yang menghias kedua pipinya. la tidak mau perasaan itu berakhir dengan Icha yang akan jauh darinya.


James tahu perasaanya pasti salah, ini hanya perasaan sejenak yang hinggap sebentar. Ini hanyalah rasa yang suatu saat akan hilang menguap bagai asap kabut di pagi hari. Ini hanya rasa kasih sayang seorang kakak pada adiknya. James sangat takut jika rasa itu lebih dari sekadar sayang kakak ke adik.


Namun, saat Adam tiba di SMA Pandai Sentosa, perasaan itu kembali menguat. Debur ombak perasaan yang dulu ia tahan untuk tidak bergolak akhirnya meledak begitu saja. Semuanya terasa menyesakkan dada.


"Kak James, lihat ini!" Icha menunjukkan layar ponselnya yang dipenuhi foto Adam.


"Hmmmm, dia anak band yang baru itu, kan? Adiknya Raja," ucap James.


"Iya, dia ganteng ya? Aku jadi suka sama Adam. Tapi aku malu bilangnya," ucap Icha.


James hanya terdiam. Kedua tangannya mengepal. Dia menahan perasaan marah, kecewa dan terluka.


"Aku deketin aja, ya, saudara kembarnya itu. Hihihi, kayaknya seru kalau temenan sama mereka," ucap Icha.


Sekarang James yakin jika perasaannya pada Icha bukan sekadar rasa sayang kakak kepada adiknya, tetapi rasa seorang pemuda kepada gadis yang dicintainya. Ia tidak rela jika Icha jatuh ke tangan orang lain. Ia tidak suka jika ada tangan pemuda lain menyentuhnya.


"Ingat, Ca, tugas kita sama Nyi Ratu buat mengembalikan mami sama papi," ucap James.


"Iya, aku inget." Icha tertunduk lesu.


Sampai suatu ketika, saat Wahyu membuka kafe dan terlibat pembukaan rumah hantu di pasar malam bersama Cindy juga. Mereka masuk dalam sekte sesat Miss Hana dan Kepala Sekolah, Pak Ari. Mereka menculik para pengunjung untuk ditimbulkan.


Namun hari itu, Wahyu hampir saja mencium Icha. James mulai kalap dan memburu pria itu membabi buta sampai dijadikan korban tumbal selanjutnya. Baginya, Icha hanya miliknya. Tidak akan ia biarkan orang lain merebut Icha, menyentuhny, apalagi sampai menyakitinya. Icha bagaikan matahari bagi hidupnya.


...*****...


...To be continued. ...