One Love, One Heart

One Love, One Heart
7. Guru privat



"Sekarang Lo cerita Lo pasti sudah kenal lamakan sama mas Nanda?tanya Santi padaku saat Santi mengantar aku pulang.


" Waktu gw masih tinggal di Malang Mas Nanda pernah kos di dekat rumahku" ucapku.


"Yakin ko sepertinya dekat sekali ya, jangan bohong awas Lo bohong" ucap Santi.


" Mas Nanda itu murid ayah waktu SMA dan dia sering main ke rumah buat bermain catur sama ayah serta bermain sama adik-adikku , gimana masih gak percaya ?"tanyaku.


"Berati cukup lama dong kalian dekat?" tanya Santi masih penasaran.


"Waktu aku kelas 7 belum terlalu dekat cuma adik-adikku yang dekat dengannya, tetapi waktu aku kelas 9 dia kelas 12 kami lebih akrab karena mas Nanda sering kerumah main catur sama ayah"ucapku.


"Pantas kalian dekat seperti kakak beradik "ucap Santi membuatku bengong.


"Kenapa bengong iya kan benar tebakan ku" ucap Santi


"Iya bener kami sudah seperti kakak beradik " ucapku.


"Berati Lo kenal seluruh keluarganya dong ?" tanya Santi.


"Tidak sama sekali waktu dia tinggal di dekat rumah,dia bilang sengaja tinggal jauh dari orang tua buat belajar mandiri " ucapku sesuai yang aku tahu.


"Oke untuk saat ini aku percaya,soalnya kata Eki mas Nanda itu jarang sekali mengajak teman-temannya main ke rumahnya, padahal orang tuanya masih tinggal di Jakarta "ucap Santi.


"Kenapa tidak pernah mengajak temannya main kerumahnya ?"tanyaku.


"Kata mas Eki ini ya, selama berteman dari maba sudah 10 tahun lebih dia seringnya di ajak ke apartemen nya dan kerumah sakit tempat bundanya kerja," ucap Santi.


"Berati mas Eki sudah ketemu keluarganya,dong?"tanyaku.


"Hanya bundanya dan ponakannya aja sejauh ini yang sudah pernah ketemu sama Eki" ucap Santi.


"Misterius sekali ya berarti " ucapku.


" Justru itu yang bikin aku penasaran "ucap Santi.


" Ok, thank you for coming home, see you soon " ucapku saat mobil sudah sampai depan rumahku dan aku siap untuk keluar dari mobil Santi.


"See you " balas Santi sambil melambaikan tangan sebagai salam perpisahan. Karena aku sudah memutuskan menerima tantangan Santi jadi malam ini ku habiskan waktuku untuk membaca buku tentang Parenting anak-anak usia mendekati remaja supaya menambah wawasanku dan pengetahuanku dalam mendekati Vina esok hari.


"Sedang baca apa kak?" tanya ibu sambil mengambil salah satu buku yang kebaca.


"Parenting untuk mengasuh anak" ucap mama.


"Aku di tantang sama Riri untuk menjadi guru privat seorang anak kelas 6 SD yang terkenal bandel padahal cewek" ucapku.


"Kalau mau mendekati anak itu gunakan hatimu tanya dia maunya apa secara baik-baik, jika kamu melakukan dengan cara keras dia akan lebih keras dan memberontak atau bisa jadi dia akan lebih tertutup padamu karena takut" ucap ibu, sebagai guru SD dari jaman sebelum menikah dengan ayah hingga aku berumur 25 tahun tentu pengalaman menghadapi anak-anak lebih banyak.


"Dari cerita Riri sih bapaknya duda cerai apa mungkin korban broken home ya Bu?" tanyaku.


"Bisa jadi karena tanda-tanda anak broken home itu salah satunya Emosional Tinggi. Menjadi Anak yang Unggul jadi lebih pintar, Biasanya anak seperti ini memiliki kepekaan yang sangat tinggi dan juga kecerdasan melebihi orang lain, tak jarang anak justru memandang secara dewasa mengenai masalah yang di hadapi kedua orangtuanya. Tapi ada juga yang menjadi anak nakal, jadi anak pendiam selalu Sedih merasa tidak di harapkan atau tumbuh menjadi anak yang tidak punya sopan santun".


"Terus gimana aku supaya bisa mendekatinya?" tanyaku.


"Gunakan hatimu, jangan kamu melakukan karena iming-iming sesuatu, 'Aku harus bisa melakukannya karena ingin memenangkan taruhan dengan Riri' itu tidak baik berarti kamu tidak tulus" ucap bunda. "Begitu ya bun" ucapku.


"Lakukan dengan hati tulus jika kamu berhasil anggap itu bonusnya, jangan terlalu kamu harapkan jika kamu telah berharap di saat kamu gagal kamu akan kecewa" ucap ibu.


Hari ini hari pertama aku mengajar privat Vina ,aku kira akan mengajar di tempat bimbel ga tahunya kami mengajar di rumah orangtuanya mbak Risa.


"Saya 3 saudara Vina anak kakak saya yang pertama kakak saya menikah di saat umurnya menginjak 24, tetapi pernikahan mereka hanya bertahan sampai 4 tahun di usia Vina 3 tahun mama Vina tergoda dengan karir yang menurutnya lebih penting daripada mengurus anak. Kakak saya membuatnya memilih jika ingin berkarir dia akan melepaskan tapi jika ingin mengurus anak lepaskan karir," ucap Mbak Risa.


"Kenapa harus memilih kenapa tidak jalan beriringan, banyak di luar sana wanita karir yang tetap bisa mengurus anaknya meskipun bekerja" ucapku karena menurutku caranya berpikir terlalu sempit jika melarang istrinya berkarir.


"Karena profesi kakak ipar saya yang membuat dia tidak bisa membagi waktu, kakak ipar seorang pramugari dia suka terbang ke seluruh Indonesia, menjadi pramugari adalah perwujudan dari hobinya traveling. Makanya saat kakak ipar saya menerima tawaran menjadi pramugari internasional tanpa meminta izin sama kakak saya kakak saya marah besar, menjadi pramugari Nasional saja anak dan suaminya tidak terurus apalagi Internasional yang lingkup kerjanya lebih mendunia".


"Karena itu ayah Vina memberikan pilihan?" tanyaku.


"Iya, padahal waktu itu kakak saya cuma menggertak supaya istrinya berubah dan sadar ,ternyata istrinya malah memilih meninggalkan anak dan suaminya demi hobi dan profesionalnya".


" Berati Vina tidak pernah mengenal mamanya?" tanyaku.


"Setiap kali ada penerbangan yang singgah di Indonesia pasti dia menyempatkan diri menemui Vina meskipun hanya sebentar, tetapi yang namanya berpisah dari umur 3 tahun saat dia masih belum begitu mengenal mamanya ya kesannya kayak bertemu orang asing aja tidak ada keakraban antar ibu dan anak". Banyak hal yang kami bicarakan mengenai keluarga Mbak Risa dan Vina ponakannya , yang begitu menurut pada nenek kakeknya serta ayahnya.


"Ayo masuk . Assalamualaikum bun".


"Walaikumsalam " ucap wanita paruh baya.


"Ini Aya akan menjadi guru privat Vina,Bun " ucap mbak Risa memperkenalkan kami.


"Salam kenal saya bundanya Risa sekaligus neneknya Vina, semoga bisa sabar menghadapi cucu bunda yang nakalnya sedikit spesial " ucapnya.


"Dimana Vina bun?" tanya mbak Risa.


"Dikurung papanya di kamar".


"Bikin ulah apalagi dia?"tanya mbak Risa.


"Berantem sama teman lelakinya sampai teman lelakinya hidupnya berdarah" ucap bunda.


"Lagian salah sendiri anak perempuan itu diajarin main boneka masak-masakan bukan di ajarin taekwondo ,pencak silat, basket" ucap mbak Risa .


"Ayo kita ke kamarnya aja" ajaknya.


Setelah berpamitan aku langsung di bawa ke lantai 2 tempat kamar Vina berada.


"Vina lagi ngapain ?" tanya mbak Risa,Vina yang lagi asik melukis langsung melihat kearah kami.


"Ada pak te"tanyanya tanpa melihat kearah kami.


"Tante membawakan guru privat baru buatmu Tante harap yang kali ini tidak kamu kerjain lagi biar ada yang membimbing mu belajar, jika kali ini kamu bikin ulah Tante angkat tangan dan biar papamu sendiri yang langsung mengajarimu" ucap mbak Risa.


"Aya aku tinggal coba kalian untuk saling mengenal " ucap mbak Risa sambil memukul bahuku.


Karena ku lihat dia tidak menganggap keberadaan ku, aku pun bertindak sama aku ambil ponsel aku ku mainkan ponselku tanpa memperdulikan Vina hingga 30 menit Vina ahkirnya menghadap kearah ku.


"Tante menyuruh kita untuk saling mengenal kenapa Anda diam saja?" tanyanya.


"Tantemu meminta kita untuk saling mengenal, tetapi aku sudah mengenalmu namamu Vina umur 12 tahun kelas 6 SD mamamu seorang pramugari papamu seorang pekerja kantoran, jadi buat apa" ucapku cuek.


"Harusnya tante seperti guru-guru yang lain bersikap baik padaku menuruti kemauanku" ucapnya.


" Di sini aku gurumu jadi kamu harus mengikuti aturan mainku bukan aku yang mengikuti kamu" ucapku.


"Bu guru sekarang sok galak di depanku nanti kalau udah ketemu papaku pasti akan berubah 180 derajat lebih manis dan lembut"ucapnya sinis,o jadi selama ini guru-gurunya selalu mencari perhatian papanya, mungkin itu yang membuat dia bersikap usil pada guru-guru sebelumnya.


"Emang papamu artis?" tanyaku.


"Papaku lebih ganteng daripada artis " ucapnya.


"Lelaki yang paling ganteng itu buatku adalah ayahku" ucapku dengan bangga.


"Oya kalau begitu ayo kita kenalan sama papaku" ucapnya.


"Kan disini muridnya kamu bukan papamu, ngapain ibu meski berkenalan dengan papamu " ucapku.


"Pasti ibu guru baru jadi belum pernah ketemu papaku, jika sudah pasti terpesona" ucapnya.


"Apa salahnya jika para guru-guru itu terpesona dengan papamu, kenapa kamu kerjain mereka ?" tanyaku.


"Karena jika mereka terpesona dan tertarik dengan papa pasti mereka akan berusaha mengambil papa dariku" ucapnya.


"Jika kamu yakin papamu mempunyai pesona kenapa papamu tidak bisa mempertahankan mamamu" bisikku, karena aku sadar omongan ku sedikit kasar. Bener dugaanku Vina langsung memandang tajam kearahku dengan muka menahan emosi.


"Denger kan Bu guru segala sesuatu tidak bisa di ukur dengan fisik yang ganteng atau cantik, mungkin guru-guru yang lain hanya terpesona pada papamu bukan berarti mereka menginginkan papamu dan ingin mengambil darimu" ucapku lirih tepat di hadapannya.


"Sok tahu Bu guru kalau mereka tidak terpesona tidak mungkin mereka jadi berubah sejak ketemu papaku dan tidak mungkin mereka mencari perhatian pada papa kalau tidak tertarik " ucapnya.


"Seperti yang kamu bilang mereka hanya sebatas terpesona tidak lebih buktinya mereka langsung pergi begitu kamu kerjain kan tidak ada yang bertahan" Ucapku.


" Karena mereka sudah jera sama aku" ucapnya.


"Orang yang tertarik akan berusaha mendapatkan apa yang di inginkan, seperti kamu yang tertarik dengan olahraga basket kamu pasti akan mempelajarinya supaya bisa kan ,tetapi tidak semua yang membuat kita tertarik akan kita paksakan menjadi milik kita kan. Begitu juga para guru-guru itu hanya sebatas tertarik tapi tida ada niat untuk mengambil papamu " ucapku sambil mengusap-usap punggung tangannya yang berada dalam genggamanku.