One Love, One Heart

One Love, One Heart
6. Ketahuan



Hampir setiap hari mas Nanda mengirim pesan kepadaku dan semua pesannya menurutku itu tidak penting, hanya menanyakan sudah makan sudah bangun semua yang di tanyakan tentang kehidupan sehari-hari.


"Mbak ini laptopnya udah bisa coba Mbak cek dulu takutnya ada data yang hilang atau masih ada yang perlu diperbaiki " ucapku sambil menyerahkan laptopnya Mbak Risa. Sebenarnya sudah bisa di gunakan sejak lama , tetapi


karena mbak Risa hampir seminggu tidak datang ke bimbel jadi laptopnya baru bisa aku serahkan hari ini.


"Terima kasih loo,ga ada hilang ko " ucap mbak Risa setelah selesai memeriksa laptopnya.


"Ya udah aku pamit ke mejaku ya"ucapku sambil berdiri.


"Ini buat servisnya"ucapnya sambil menyodorkan amplop coklat padaku.


"Saya ikhlas Lo mbak "ucapku sambil menyodorkan kembali amplopnya.


"Sama aku juga ikhlas sama kayak kamu, lebih baik kamu terima biar aku juga enak kalau lain waktu minta tolong lagi padamu"ucapnya,ahkirnya aku terima pemberiannya lumayan ucapku dalam hati.


"Aduh " seorang anak jatuh menabrak ku saat aku hendak keluar.


"Vina kebiasaan deh kalau masuk ke manapun ketuk pintunya jangan menyelonong aja" ucap mbak Risa.


"Maaf Tante" ucapnya.


"Bukan ke tante tapi ke Tante Aya!" perintah mbak Risa.


"Maafkan Vina Tante"ucapnya.


"Ok tidak apa-apa , bagaimana ada yang sakit dengan mu? tanya ku .


"Tidak Tante,hanya pantatku hehe " ucapnya .


"Ya udah aku pergi dulu mbak " ucapku meninggalkan mereka.


Anak yang lucu dan menggemaskan,pasti orang tuanya bibit unggulan semua kataku.


Nanda


Jangan lupa gw tunggu


Aku dan mas Nanda janji temu di salah satu mall di kawasan Letjen S.Parman karena aku sekalian mau mencari lcd laptop dan beberapa keperluan lainnya tak lupa ku hubungi Santi,Santi sangat antusias saat aku bilang tak suruh nemeni ketemu Mas Nanda. "Lo mau gak ngajar privat anaknya mas Khalid ?" tanya Riri.


"Siapa Khalid ?" tanyaku.


"Mas Khalid itu kakaknya mba Risa yang pertama,duda kalau Lo lihat bapaknya pasti gak nolak" ucapnya, membuatku heran lantas kenapa tidak dia saja yang menjadi guru private.


"Gw paham sorot mata Lo kenapa buka gw kan begini gw kasih tahu,semua pengajar disini sudah pada menyerah menghadapi kenakalan si Vina, kalau lihat si bapak gak bisa nolak pesonanya tapi kalau mau menghadapi si Vina angkat tangan semua" ucapnya.


"Emang apa yang bisa dilakukan anak SD?" tanyaku.


"Vina umur 12 tahun kelas 6 SD, yang ngajar bertahan cuma 3 hari yang paling lama 2 minggu,semua sama di iseng i ada yang air minumnya di kasih garam ,di kasih kecoa,ada yang tas gurunya di kasih katak anaknya perempuan kelakuannya melebihi murid laki-laki , Sebelum privat dia dulu ikut kelas umum tapi temannya banya yang di buat nangis olehnya terutama anak perempuan " ucapnya.


"Vina anak perempuan kan,tadi waktu aku keluar ruang mbak Risa kayanya ketemu deh , rambutnya bergelombang menggemaskan cantik bukan" ucapku.


"Jangan tertipu luarnya yang cantik kalau kelakuannya bikin semua guru punya penyakit darah tinggi" ucapnya.


"Jadi penasaran gw " ucapku.


"Lo paling juga seminggu udah nyerah dibuatnya" ucap Riri,semakin aku tertantang untuk melakukannya.


"Kalau gw bisa bertahan seminggu gimana " tantang ku. " Apa ya,gw beliin snekers Nike original Lo pilih sendiri " ucapnya.


"Oke Pasti gue bertahan demi sepasang sepatu sneakers Nike original apa yang ga bisa, pasti gw bertahan " ucapku percaya diri.


"Deal perjanjian terhitung sejak hari pertama lo ngajar Vina,oke" ucap Riri sambil menyodorkan tangan dan langsung kusambut.


"Sekarang kita menghadap mbak Risa "ajak Riri , setelah kami langsung bilang mbak Risa dan mbak Risa setuju bahkan jika aku bisa bertahan sebulan akan dapat bonus juga. Sekarang terbayang bonus dan snekers original Nike di depanku selain upah tentunya,aku harus bertahan minimal sebulan apa pun yang terjadi harus bertahan demi sepatu dan snekers ucapku dalam hati.


"Di cafe Kenangan "ucapku, setelah aku masuk cafe kenangan aku langsung menghampiri mas Nanda, dari caranya melihat Sepertinya dia hendak protes kenapa aku ngajak Santi.


" Sorry mas aku mengajak Santi supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan" ucapku.


"Maksudnya tidak di inginkan gimana?" tanya Nanda.


" Mas Nanda itu sudah punya tunangan dan ini tempat umum bisa jadi kan waktu kita ngobrol berdua tunangan kamu lewat terus menuduh kita ada fair, bagaimana kalau aku tiba-tiba di serang atau di siram air seperti sinetron itu terus langsung viral" ucapku membuatnya mendengus kesel, tetapi tidak protes. Setelah aku paparkan hasil kerjaku yang sudah 85 persen tanpa komentar apapun Nanda langsung menyetujui.


"Mas ini kebanyakan " ucapku saat ada notifikasi M Banking masuk dengan nominal melebihi harga yang aku ajukan.


" Sengaja biar bisa Lo buat shoping" ucapnya santai tapi membuat Santi jadi melotot melihat kearah ku.


"Ya udah waktunya kita shoping " ucapku, padahal aku mau membeli peralatan teknikku.


Pov. Nanda.


Sebenarnya rencananya hari ini selain bahas masalah website aku juga ingin ngobrol berdua dengan Aya, tetapi semua kacau saat Aya datang berdua dengan temannya Santi dengan alasan yang tidak masuk akal pula. Takut viral kalau tunanganku melihat dan menuduh ada fair, sungguh membuatku sebel tingkahnya .


"Udah mas mau pulang, kalian lanjutkan kalau mau ada yang mau dibeli " ucapku sebelum pergi. Saat aku melintas parkir aku mengenal mobil yang sangat tidak asing buatku ,karena itu mobil aku yang beli sebagai hadiah pertunangan kami 2 tahun lalu sebuah mobil Toyota Agya warna kuning kesukaannya. Diliputi rasa penasaran aku melangkah mendekati mobil itu untuk memastikan bahwa itu mobil yang aku kenal,dia disini juga kalau aku masuk untuk mencarinya belum tentu akan ketemu mengingat begitu luasnya Mall ini, ahkirnya aku putuskan untuk menghubunginya.


"Haloo yang lagi dimana ?" tanyaku.


"Di rumah Sakit lah di mana lagi sih yang " ucapnya.


"Oke kalau begitu teruskan pekerjaanmu yang,see you "ucapku, aneh lantas siapa yang membawa mobil ini ucapku dalam hati sambil berjalan ke arah mobilku terpakir. 30 menit telah berlalu, hingga pandanganku melihat putri berjalan dengan seorang lelaki mereka terlihat sangat akrab bahkan saling bergandengan tangan seperti sepasang kekasih. Aku ikuti mobilnya dari jalan aman sampai mobil tersebut memasuki kawasan apartemen yang aku tahu itu milik Putri, semua nampak biasa sampai mereka masuk ke dalam lift aku putuskan naik lift sebelahnya, hingga aku keluar dari lift aku melihat Puti dan pria itu berjalan sambil berpelukan dan diselingi saling memberi kecupan di pipi dan bibir mereka. Dengan akses masuk Yang kumiliki aku putuskan menunggu 10 menit untuk masuk ke dalam apartemennya, seperti halnya Aku memiliki akses apartemen Putri. Tanpa membuat kegaduhan dan hati-hati aku masuk ke apartemennya,ku lihat putri bagian atas putri hanya memakai bra saja dan sang lelaki masih lengkap berpakaian tanpa bicara aku ambil bukti.


"Ugh yang sebaiknya kita sewa hotel atau di apartemenku ,aku takut tunanganmu datang "ucap sang lelaki.


"Dia sudah sebulan tidak kesini lagi sibu mengerjakan thesis nya" ucap Putri berusaha melepaskan kancing kemeja pasangannya.


"Kenapa kau tidak putuskan dia jika kau sudah tidak merasa bahagia dengannya?"


"Aku gak mau kehilangan Nanda selain kaya dia juga royal padaku aku gak mau kehilangan dia, dia itu ATM buatku darinya aku mendapatkan semua yang aku mau tanpa harus capek bekerja " ucap Putri," ucap putri tanpa sadar perkataan dan perbuatannya telah di rekam.


"Wao jadi aku ATM buat mu kalau begitu mulai sekarang aku tidak mau jadi ATM mu," ucap Nanda marah yang cuma di anggap hanya seperti ATM , meskipun dia merasakan hubungan mereka hambar tapi dia berusaha untuk tidak berselingkuh.


"Mas kamu disini" ucap Putri kaget dan langsung mengambil bajunya yang berada di lantai.


"Kenapa haru malu sekarang kembalikan kunci mobilku kartu debit dan kartu kredit serta kartu akses apartemenku" ucap Nanda dengan menahan amarahnya.


"Tapi mas "ucap Putri.


"Cepat balikin semua yang aku bilang tadi " bentak Nanda, membuat Putri ketakutan dan segera menyerahkan apa yang diminta Nanda.


"Pertunangan kita berahkir sampai disini " ucap Nanda sebelum meninggalkan apartemen Putri, tidak ada kesedihan yang ada hanya rasa lega dan puas akhirnya hubungan yang menyiksa ini berakhir juga ucap Nanda dalam hati.


"Mas itu ko mobi Putri kok diantar orang kesini?" tanya bunda.


"Tunangannya berahkir ya aku ambillah ,aku kan dulu meminjamkannya akan jadi haknya jika kami menikah karena gagal ya aku ambillah"ucapku.


"Bener yakin berahkir? Tanya Risa tak percaya,Nanda hanya diam dan menunjukkan bukti yang sudah dia ambil sendiri.


"Buset ini cewek diam-diam menghanyutkan juga" ucap Risa.


"Apa sih?" tanya Anin penasaran.


"Bunda ga boleh lihat dulu" ucap Nanda langsung mengambil ponselnya.


"Bukti Putri selingkuh bun" ucap Risa.


"Jika mas ada bukti kita akhir pertunangan yang mas bilang sudah hambar,jika masih ada cinta perbaiki jangan suka menggantungkan sesuatu perkara selesaikan sampai tuntas , biar jika mas ingin mulai sesuatu tidak menjadi masalah yang berati" ucap Anin.


"Bunda tanya Ayah kapan siap mengantar aku kerumah orang tua Putri" ucap Nanda sambil berjalan ke kamarnya, meninggalkan bunda dan adik perempuannya.