One Love, One Heart

One Love, One Heart
54.Bumil yang sensitif



"Kamu tidak makan nasi?"tanya bunda saat kami makan malam."Tidak Bun, makan ini aja "ucapku menujuk semangko soto Banjar yang di bawa mas Khalid buat istrinya, yang katanya lagi ngidam soto Banjar.


"Pagi kamu makan sandwich sama kopi,siang spaghetti tidak makan nasi sama sekali nanti perutmu sakit lo"ucap bunda. "Tidak nafsu makan nasi bun"jawabku lirih,ya namanya bantah mertua ada perasaan gak enak dan juga gak nyaman.


"Bun bisa ikut Nanda sebentar"ucap Nanda.


"Ada apa?" tanyanya, tetepi keburu Nanda membawa bunda ke dapur dan 15 menit kemudian kembali.


"Aya kalau mau lagi habiskan saja sotonya"ucap bunda lembut,aneh kataku dalam hati.


"Sayang besok pagi saat. kamu bangun dan mau pipis kamu tampung air pipis mu disini ya"ucap Nanda sambil menujukkan gelas kecil banget.


"Buat apa jorok banget air kencing di tampung?" tanyaku. "Katanya tidak mau berobat ke dokter dan minum obat lagi,jadi nurut dong."jawab Nanda.


"Oke tidak masalah, Mas aku tak mau tidur di disini".


"Mau tidur di mana,mau pulang kerumah ibu? Atau ke hotel ?"tanya Nanda menghentikan aktivitasnya membaca email.


"Di apartemen "jawabku. "Aku mau melihat lampu malam ibu kota diatas ketinggian"sambungku lagi.


"Ok kamu siap-siap"ucap Nanda, dengan semangat 45 aku langsung bergegas menuju kamar ganti dan berganti baju.


"Kalian malam-malam mau kemana ?" tanya ayah , yang sepertinya dari dapur dengan secangkir kopi.


"Mau ke apartemen, pingin tidur di apartemen mau lihat " ucap Nanda langsung ku hentikan dengan cubitan kecil di pinggangnya. Ayah yang melihatnya hanya tertawa kecil. "Ga usah tertawa yah ,aku bilang bunda kalau ayah bikin kopi tar "ucap ayah lansung menghentikan tawanya. "Dasar sudah tua masih suka ngadu"ketus ayah sebelum melangkah pergi meninggalkan kami.


"Sakit yang"keluhnya sambil mengusap-usap pinggangnya." Ga usah alasan "ketusku sambil berjalan keluar. "Pakai motor "ucapku saat Nanda hendak mengambil kunci mobil.


Dengan mengendarai motor menuju apartemen sesekali Nanda aku minta berhenti untuk menikmati kuliner malam, tak jarang Nanda juga komplain tadi sudah makan banyak sekarang masih makan lagi atau kadang mempermasalahkan kehigenisan makanan atau tempat.


Perut kenyang membuatku lansung tertidur begitu sampai apartemen, hingga keinginanku untuk melihat lampu malam gagal malam ini.


"Mau kemana ?"tanya Nanda saat aku bangun dari tempat tidur. "Pipis mau ikut "ketusku membuat Nanda langsung turun dari tempat tidur .


"Eh mau ngapain ?" ucapku saat Nanda juga ikut masuk ke dalam kamar mandi. "Ikutlah kan kamu sendiri yang ngajakin"jawabnya.


"Enggak usah aneh-aneh Sono pergi kebelet ni"ucapku. "Jangan lupa tampung air pipis nya"ucap Nanda sambil berteriak.


Aneh-aneh aja suruh menampung beginian geretuku.


"Sudah ?" tanya Nanda saat aku keluar kamar mandi. "Sudah tu di dalam "ucapku sambil kembali ke tempat tidur dan masuk ke dalam selimut, sedang Nanda langsung masuk kamar mandi.


"Terima kasih, sayang"ucap Nanda sambil mencium seluruh mukaku, membuatku yang sudah terlelap jadi bangun lagi. "Apa sih mas ngantuk ni ,ini masih pagi "keluhku. Saat Nanda malah berkali-kali memcium wajahku,"Terimakasih "ucapnya sambil memberikan kecupan dan ******* ringan sekilas dibibirku.


"Mas lagi bahagia,seneng pemberian mu adalah kado istimewa buat mas tahun ini. Terimakasih di umur mas yang ke 31 kamu memberikan kado spesial buat mas" ucap Nanda sambil tiduran dengan mendekap erat tubuhku.


"Kadonya disini Nanda junior "ucapnya sambil mencium perut rata ku. " Maksudnya aku hamil?"tanyaku tak percaya.


"Tapi Minggu kemarin aku sempat mengalami bercak darah "ucapku. " Kalau tidak percaya dan lebih menyakinkan kita periksa ke dokter, bagaimana ?mau ya"ucapnya sambil mengelus perutku dari dalam baju.


"Aku mual kalau bau obat , makanya obat tidak aku minum. Apalagi rumah sakit indentik dengan bau obat-obatan "ucapku .


"Begini mas janji setelah memastikan kehamilan mu mas akan turuti semua kemauan mu"ucap Nanda."Bener ya, aku tidak mau lagi terapi dan tidak mau lagi minum obat " ucapku.


"Tapi kamu harus minum vitamin buat Nanda junior"ucapnya."Baiklah yang penting gak kaya kemarin hampir tiap hari aku kerumah sakit "ketusku. Karena selama terapi seminggu bisa 4x aku kerumah sakit,buat kontrol 2 minggu sekali,tapi aku tidak mengalami mual-mual atau susah makan seperti kata orang-orang kataku dalam hati.


"Adzan subuh masih setengah jam lagi , dari pada ketiduran kita tunggu waktu subuh dengan ibadah nikmat dan menyenangkan "ucap Nanda bersamaan dengan tangan dan mulutnya yang sudah beraksi duluan.


Kami memeriksakan kehamilan di rumah Sakit tempat Nanda bekerja, kalau di rumah sakit keluarga nanti aku yang canggung. Sekalian dengan Nanda yang berangkat kerja sekalian aku ikut, ini pertama kali aku menginjakan kaki di sini dengan status istri Nanda.


"Istrinya masih muda ya dokter Nanda, pantes gak tertarik dengan yang ada disini "canda dokter kandungan, wanita seumuran dengan bunda Anin yang menjadi pilihan Nanda untuk memeriksa ku.


"Saya sudah umur ko dok ,26 tahun lebih "ucapku. "Mukanya awet muda ternyata "ucapnya sambil menggerak-gerakkan sebuah alat ke perutku yang telah di olesi gel.


"Wahhh....."ucap dokter itu. "Itu beneran dok?" tanya Nanda." Ya seperti yang kamu lihat ini,ada turun apa emang sengaja progam ni?" tanya dokter.


"Turunan dok, adiknya kan kembar dok laki-laki semua "ucap Nanda.


"Apa sih dok?" tanyaku. "Sepertinya kembar karena disini ada 2 kantong bayi , tetepi karena usia masih sekitar 8 mingguan jadi belum bisa dipastikan."


"Dok saya tidak mengalami mual atau susah makan seperti wanita hamil muda lainya,ya. Cuma saya tidak nafsu makan nasi,jadi saya ganti yang lain"ucapku.


"Setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda-beda. Jadi tidak perlu menyamakan diri mu dengan cerita Bumil lain dan begitu juga sebaliknya. Tidak apa-apa yang penting kebutuhan vitamin dan gizi masih bisa terpenuhi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan gizi yang sama".


"Yang baik-baik di perut mami jangan rewel " ucap Nanda, sambil mengusap-usap perutku.


"Malu dilihat orang "ucapku sambil melepaskan tangan Nanda di perutku.


"Ekhm ekhm "deheman mas Eki yang berjalan menyamai langkah kami, membuat Nanda melirik sekilas.


"Gw liat kalian keluar dari poli kandungan,ah sudah menjadi calon ayah ternyata"ucap mas Eki Saat melihat Nanda mengusap-usap perutku.


"Kapan Lo nyusul,"ledek Nanda. "Istriku juga lagi hamil muda ya, emang istrimu doang "sinis mas Eki.


"Ko Lo periksa kehamilan kesini bukan rumah sakit keluarga lo? Gw tau Lo gak mau ketemu putri ya, dia kan dokter kandungan juga "ucap mas Eki,"Berisik sana Balik "usir Nanda dengan gerakan mata melotot,mas Eki yang peka lansung kabur di buatnya.


"Kenapa mas Eki di usir, takut keceplosan lagi. Bilangnya kontrol disini demi kenyamanan ku, kalau disana takut aku canggung. Nyatanya disana ada mantannya" keselku langsung berjalan meninggalkannya."Sayang dengerkan mas,kamu salah paham " ucap Nanda.


"Gw usah pegang-pegang, taxi online ku sudah menunggu "ucapku sambil berjalan ke arah mobil yang berhenti di lobby rumah sakit yang sesuai pesanan ku.