One Love, One Heart

One Love, One Heart
37. Sehari bersama



Hari ini Ibu mengadakan acara syukuran yang mengundang beberapa tetangga dan teman kerja ayah yang sekaligus juga pernah menjadi teman kerjaku. Acara berjalan lancar Nanda juga datang dengan membawa beberapa kue buat acara.


"Kata ibu sebulan lagi acara pertunanganmu, sebelum pertunangan di adakan bisa tidak kita jalan berdua bersama ?"tanya Nanda.


"Aku tidak tahu apa ibu mengijinkannya, lagian kalau kita jalan berdua apa cewek mas Nanda tidak marah?"ucapku. Terdengar tarikan nafas panjang mas Nanda sebelum membuka suara "Yang kamu lihat waktu itu bukan cewek mas, semua terjadi di luar dugaan mas "ucap Nanda.


"Diluar dugaan maksud tidak menyangka, tetapi yang aku lihat tidak begitu?" ucapku."Bukan begitu, namanya Wanda dia datang menawarkan diri untuk merayakan ulang tahun mas berdua saja, tetapi mas menolaknya dan mengundangnya untuk datang di pesta ulang tahun di apartemen bersama teman-teman yang lain. Tapi tiba-tiba dia menyerang mas dengan ciuman yang memabukkan dan membangkitkan gairah mas,mas hanya terbuai sebentar lantas mas langsung mengahkiri nya ko " ucapnya .


"Kenapa tidak di lanjutkan, jika kamu lanjutkan aku juga tidak akan tahu ko"ucapku membuat Nanda meraup mukanya kasar.


"Mas tidak pernah pacaran melebihi batas, keperjakaan mas hanya untuk istri mas nanti" ucapnya.


"Emang perjaka gak bakal ketahuan, lelaki tidak seperti perempuan yang bisa ketahuan"kesalku mengingat adegan ciuman panas mereka.


"Apa kamu tahu acara pertunanganmu tanggal berapa ?"tanya Nanda.


"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu"kesal ku." Pertunanganmu bertepatan dengan hari ulang tahun mas, itu yang aku dengar dari Daffa"ucap Nanda lesu, meskipun aku kesel entah mengapa ada rasa kasihan melihatnya.


"Ya udah kalau kemarin aku Mendokan mas di hari ulang tahun mas, Sekarang gantian Mas mendoakan aku di hari pertunanganku" ucapku tetapi ada rasa sakit waktu aku mengucapkannya.


"Karena itu bisakah kita menghabiskan waktu seharian bersama, anggaplah hadiah ulang tahun mas karena tidak mungkin kamu bisa menemaniku di hari ulang tahunku "ucapnya.


"Berati mas tidak akan datang di hari pertunanganku ?"tanyaku.


"Kamu mau mas datang di hari pertunanganmu?" tanyanya, yang ku jawab dengan anggukan kepala.


"Baiklah mas akan datang "jawabnya.


"Karena itu sebelum kamu menjalin hubungan dengan orang,mas ingin menghabiskan sehari bersamamu"ucap Nanda.


"Baiklah kalau itu mau mas kapan mas ada waktu. Aku sekarang pengaguran setiap saat bisa"ucapku.


"Lusa setelah periksa kondisi tanganmu,kamu jadwal kontrol pagi kan?"tanya Nanda."Iya" ucapku.


"Mas akan menjemput mu untuk periksa kondisi tangan mu ,habis itu kita habiskan waktu seharian"ucapnya,


"Terima kasih untuk semu yang mas lakukan,aku tahu mas sangat kuatir dengan keadaan ku"ucapku.


"Tidak perlu di bahas mas ikhlas melakukan untukmu,mas pergi dulu " ucapnya sebelum meninggalkan aku di teras untuk bergabung dengan Daffa dan ayah.


Waktu berlalu begitu cepat hingga jadwal kontrol pun tiba,"Bagaimana lukanya dok?"tanyaku."Sudah lebih baik, aku rasa habis ini tidak perlu lagi control ku rasa kekasih mu juga paham hal kaya begini "ucap dokor sambil melirik Nanda.


"Tidak usah menambah tugasku untuk mengurangi tugasmu"ucap Nanda yang disambut tawa oleh dokter yang ternyata temen kuliahnya.


"Kamu tau aja,eh udah denger belum berita mantan tunangan lo Putri katanya mau nikah tapi batal lagi"ucap sang dokter sambil menuliskan resep.


"Sejak aku memutuskan pertunangan kami, aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya "ucap Nanda sambil melirikku.


"Bocah amat lah"ucap Nanda sambil menarik tanganku keluar dari ruang pemeriksaan.


"Kita mau kemana habis ini?" tanyaku saat kami sedang mengantri obat.


"Sekarang baru jam 11 sholat dhuhur masih sejam lagi,gimana kita ke cafe buat makan siang " ucap Nanda." Ok"jawabku.


"Hari ini aku ingin menghabiskan seharian bersama mu"ucap Nanda.


"Jangan gila kak nanti ayah dan ibu mencari ku"ucapku. " Tenang aja aku sudah bilang kepada kedua orang tuamu ko,kamu tenang aja" jawab Nanda.


Sehabis makan kami melaksanakan sholat Dzuhur sebelum Nanda mengajakku ke wahana permainan di Dufan. Karena kami keterbatasan waktu kami hanya bisa menaiki beberapa wahana saja. Selesai sholat magrib kami makan di warung tenda seafood sambil menunggu waktu sholat isya dengan bercanda dan bercerita tentang masa lalu.


"Sekarang kita akan kemana kak ?" tanyaku setelah kami selesai sholat isya."Nonton"ucap Nanda.


Mas Nanda mengajakku menonton di cinema drive-in hadir di Senayan Park, yang berlokasi di Jalan Gerbang Pemuda. Menonton di area outdoor dengan kita tetap berada di dalam mobil menambah kesan romantis dan dengan film yang romantis pula.


"Mas lihat mobil itu deh"ucapku sambil melihat mobil yang berada di sampingku.


"Kenapa, tidak ada yang aneh dengan mobilnya"ucap Nanda. "Kalau dilihat sekilas tidak aneh tapi coba mas perhatikan, 5 menit jangan dialihkan pandangan mas dari sana "ucapku,di menit ke 4 mobil itu bergoyang Nanda lansung tertawa ngakak melihatnya.


"Kenapa sih mas, sampai begitu tertawanya?"tanyaku." Aku kasih tau mereka sedang ngapain "ucap Nanda sambil memintaku mendekat.


Saat aku mendekatkan mukaku, Nanda malah langsung memegang kepalaku supaya menghadap kearah nya dan lansung menempelkan bibirnya ke bibirku, saat aku masih terkejut Nanda malah mengerakkan bibirnya secara perlahan ,menangkupkan pipiku, ciuman yang lembut memaksaku untuk membuka mulut dan menikmatinya. Ciuman lembut dan sensual itu diakhiri dengan Nanda memberikan gigitan di bibir bawahku dengan gemas.


"Aku tahu ini ciuman pertamamu, semoga ciuman ini bisa menghilangkan bayang-bayang buruk mu tetang mas di masa lalu" ucap Nanda diahkiri dengan memberikan kecupan di keningku.


Kenapa tidak ada bayangan Nanda yang mabuk lagi, tanyaku dalam hati. Apa aku sudah sembuh dan tidak takut berciuman dengan lawan jenis lagi, apa aku sudah siap menerima orang baru dalam hidupku tanyaku pada diriku sendiri.


"Kamu tidak apa-apakan maaf jika mas lancang,mas hanya ingin menghapus kenangan buruk mas"ucap Nanda menyadarkan ku dari lamunan.


"Ko sepi pada kemana mobil-mobil yang ada tadi?"tanyaku. "pada pulang karena filmnya sudah habis"ucapnya.


"Mas modus ya,"ucapku sambil memegang bibirku. "Mas hanya gemes melihat tingkah mu masak tidak tahu mobil bergoyang karena apa, di saat di dalam mobil ada sepasang orang yang sedang bercinta "ucap Nanda sambil terkekeh.


"Maksudnya mereka sedang melakukan hubungan suami-istri di dalam mobil ?"tanyaku yang di jawab anggukan olehnya.


"Kenapa tidak di rumah atau hotel sih"ucapku sambil bergidik.


"Buat sebagian orang susah menahan nafsu dan ada juga yang merasa puas dengan hubungan di tempat yang menantang "ucap Nanda.


"Gila "ucapku. "Sudah tidak usah dipikirkan itu urusan mereka,ayo kita pulang sekarang "ucapnya. Hanya ada obrolan ringan saat kami berjalan pulang , "Terimakasih untuk hari ini "ucap Nanda.


"Aku juga terima kasih mas sudah menempati janji untuk menghilangkan memori burukku, semoga aku bisa membuka hatiku dengan lembaran baru dengan lelaki pilihan ibu" ucapku sebelum melangkah keluar dari mobil.


Hanya air mata yang keluar saat aku sudah berada di dalam kamarku,aku tidak tahu kenapa ada rasa nyeri di hati saat meninggalkan Nanda, semoga ini bukan cinta.