One Love, One Heart

One Love, One Heart
21. Gosip



"Kamu sudah tahu gosip yang beredar di sekolahan antara kamu dan ayah,?"tanya ayah saat kami sedang sarapan bersama.


"Sudah biarin aja ,aku mau tahu siapa yang menyebarkan berita yang tidak benar begitu dan tujuannya apa?" ucapku.


"Kepala sekolah sebenarnya memintak ayah untuk mengklarifikasi hari ini, tetapi bener kita tidak akan tahu tujuannya jika langsung di klarifikasi "ucap ayah.


"Apa mereka ga sadar muka kalian itu mirip "ucap ibu yang dari tadi cuma menyimak obrolan kami.


" Ibu tadi pagi denger gak gosipnya Bu Aya sama seorang polisi di pos satpam kemarin sore, mereka pulang bersama polisi itu di bonceng Bu Aya" suara seorang guru. Aya yang berada di bilik kamar mandi mengurungkan niatnya untuk keluar ketika urusannya sudah selesai dan berusaha mencuri dengar obrolan mereka.


"Sebenarnya aku tidak ada masalah dengan guru baru itu cuma dia ada di waktu yang tidak tepat ,"ucap seorang.


"Maksudnya gimana ?"tanya guru yang satunya,aku baru 2 bulan mengajar jadi tidak begitu tahu atau hafal dengan para guru-guru pengajar, apalagi para guru senior yang usianya sudah diatas 40 tahun aku hanya sebatas tau muka.


"Pak Rahmat itu guru bantu dari pemerintah baru mengajar 4/5 tahun tapi sudah di percaya menjadi wakil kepala sekolah aja, seharusnya yang menjadi wakil kepala sekolah itu guru yang sudah mengabdi lama di sini"ucapnya, karena penasaran dari tadi cuma jadi pendengar dan hanya bisa merekam aku beranikan membuka pintu untuk melihat langsung siap guru itu.


"Tapi kenapa malah lebih memojokkan guru baru itu, sekarang ?" tanya seseorang yang tidak ku ketahui namanya.


"Ya kebetulan kemarin kepergok sedang ngobrol sama orang lain, itu bukan ulah saya"ucap yang lebi tua sebelum pergi, meninggalkan salah satu guru.


"Jadi berita ini emang di sengaja ya bu," ucapku sambil mendekatinya dan mencuci tangan di sebelahnya.


"Ibu terjadi di situ dari tadi, mendengarkan obrolan kami" ucapnya terbata-bata.


"Iya Bu Isma, saya mendengarkan semua percakapan anda dengan guru senior tadi. Saya cuma tegaskan bilang pada beliau hentikan rencana jahatnya dari pada nanti malu,"ucapku sebelum meninggalkannya.


"Gila ya Bu Aya, selain dekat dengan bapak wakil kepala sekolah,juga dekat dengan seorang berseragam " ucap Bu Wenny saat aku masuk ruang guru,aku hanya pura-pura tidak mendengar karena malas memberikan klarifikasi kepada mereka.


"Siapa tau dia Satpam, Satpam kan pakaiannya juga sama kaya gitu kan apalagi dia pakai jaket atasannya terus dia juga akrab sama pak satpam sekolah sampai ngopi ngobrol,"ucap Bu Vika. Mas Nanda kemarin emang masih memakai baju seragam dengan atasan jaket bomber,aduh jika mereka lihat muka mas Nanda dan tau kalau Mas Nanda lelaki yang lagi terkena gosip juga bisa tambah runyam, kataku dalam hati.


"Lagian kalian aneh Bu Aya sama pak Rahmat di kira ada Fair,sama yang muda masih di kritik cuma satpam,apa salahnya dengan satpam ?" tanya pak Yogi.


"Sayang dong wajah cantik masak pasangannya cuma satpam, carilah yang selevel sedikit minimal sama-sama profesinya sama-sama guru, "ucap Bu Vika aku hanya tersenyum tipis.


" Dasar wanita selalu memandang dari penampilan dari materi, alhamdulillah istriku tidak kayak begitu"ucap pak Yogi.


"Ya wajar pak tidak ada perempuan mana pun yang bakal mau di ajak hidup susah, kecuali cintanya si perempuan itu cinta buta "ucap Bu Wenny membuatku terkekeh mendengarnya.


"Saya setuju Bu, hidup butuh makan realita aja tidak usah muluk-muluk, yang penting bisa makan sehat tidak perlu yang wah" ucapku sambil berjalan pergi.


Tok tok "masuk"ucap ayah dari dalam, iya aku sedang menemui ayah di ruangannya tentunya untuk membahas apa yang ku dengar tadi, tetapi sayangnya aku baru mengetahui Bu Isma dan teman bicaranya aku gak tahu.


"Gimana yah?"tanyaku , pada ayah setelah ayah mendengarkan rekaman yang aku putar.


"Kita selesaikan secara kekeluargaan aja ya kak," ucap ayah.


"Aku ikut ayah saja,aku tau ayah tau yang terbaik "ucapku.


"Kamu sudah tahu gosip tadi pagi?" tanya ayah.


"Iya ,jadi itu Nanda. Dia ke sekolah mendatangi mu kemarin ?"tanya ayah.


"Iya ngajak makan bareng "ucapku.


"Kalau mau serius bilang Nanda ayah tunggu di rumah"ucap ayah.


"Ayah ko gitu sih, jangan aneh-aneh ya keluarga mas Nanda itu keluarga kaum elit semua "ucapku.


"Masak sih,setahu ayah orang tuanya abdi negara "ucap ayah.


"Ayahnya pensiunan jendral polisi,bundanya salah satu pemegang saham rumah sakit Wira hospital "ucapku


"Wah anak ayah bakal terjamin hidupnya nanti," ucap ayah membuatku tak percaya mendengarnya.


"Ayah matree juga ternyata, ya. Udahlah aku mau balik,aku ikut ayah bagaimana baiknya saja " ucapku sambil berdiri untuk meninggalkan ruang kerja ayah.


"Habis ngapain dari ruang wakil kepala sekolah, ?" tanya Toni sambil mensejajarkan langkahnya denganku.


"Menurut Lo, sesuai gosip yang beredar gw ngapain di ruang pak Rahmat ,?"tanyaku balik membuat Toni melotot mendengarnya. Aku melangkah meninggalkan Toni yang bengong di lorong jalanan sekolah, dalam hati aku tertawa ngakak melihat ekspresinya.


Hari ini berjalan seperti biasa hingga jam pulang sekolah kami para guru dan semua jajaran ke pengurusan sekolah di kumpulkan di aula sekolah,aku udah bisa menebak pasti ini dampak dari gosip yang tersebar.


"Assalamualaikum buat ibu-ibu guru pengajar semua yang saya hormati, saya di sini ingin mengklarifikasi gosip yang beredar selama seminggu ini di sekolahan kita," ucap ayah basa-basi setelah sebelumnya tadi pihak kepala sekolah memberikan sambutan singkat.


"Mengenai gosip yang beredar saya ingin mengklarifikasi bahwa saya Rahmat Prameswari memang mempunyai dengan ibu guru Daffania cahaya Prameswari," kalimat ayah sontak pada saling berbisik-bisik "Prameswari nama belakangnya sama jangan-jangan mereka keluarga" ucapan dari beberapa orang di aula.


"Iya bener kami ada hubungan lebih tepatnya dia putri saya, Putri pertama saya selama ini dia tidak mau orang tahu bahwa kami ayah dan anak, untuk menghindari omongan bahwa dia masuk karena bantuan saya. Mengingat saya adalah wakil kepala sekolah dia juga tidak mau diistimewakan dia ingin disamakan seperti guru yang lain, emang benar dia masuk ke sini melalui info dari saya tetapi saya tidak ikut campur sama sekali tentang perekrutannya semua ditangani langsung oleh bapak kepala sekolah, dari wawancara dan tes kemampuannya" ucap ayah yang berahkir dengan saling bisik-bisik.


" Jika ada yang masih mengganjal dan ingin ditanyakan silakan menemui saya atau bapak kepala sekolah, kami menunggu di ruangan tidak etis kalau kita bahas di tempat umum" ucap ayah sebelum mengakhiri kalimatnya.


"Jadi bener ibu Aya anaknya pak Rahmat ?" tanya Bu Vika.


" Makanya Bu Jangan terlalu cepat percaya dengan gosip yang belum tentu kebenarannya, terkadang gambar bisa menipu ,telinga bisa salah mendengar mata bisa salah melihat"ucap pak Yogi. Membuat beberapa guru menghampiriku dan meminta maaf secara langsung atas kesalah pahamanan selama ini,kecuali Toni yang terlihat sedikit cemas.


"Kenapa masih tidak percaya kalau Pak Rahmat itu ayahku,"ucapku padanya.


"Gw gak enak sebenarnya, kemarin udah menuduh kalian ada affair "ucap Toni aku hanya tersenyum menanggapinya.


"Makanya bro menyerah saja tidak bakal ayahnya merestui kalian setelah Apa yang Lo lakukan kemarin"ucap Dani.


"Memang apa yang Lo lakukan ?" tanyaku.


"Dia menghampiri Pak Rahmat dan minta Pak Rahmat untuk tidak mendekatimu"ucap Dani.


Aku hanya bisa tertawa puas dengan apa yang terjadi,Toni sudah kehilangan muka untuk bertemu dengan ayahku pastinya dia tidak akan mengganguku lagi.