
Sejak hari itu Nanda bener-bener merubah sikapnya dia berusaha mencari simpati ibu ,supaya ibu mau mengajukan hari pernikahannya. Setiap liburannya dia habiskan waktunya untuk menemani ayah main catur, kadang ikut gabung ayah nongkrong di pos ronda sudah seperti penghuni kompleks rumahku.
"Itu calonnya Aya polisi tapi kerjanya di rumah sakit, kemarin waktu main sama bapak-bapak kompleks ada yang terkilir dia yang memberikan pertolongan pertama, kira-kira bagian apa ya?"tanya Bu Via.
"Ya mana ku tahu, yang aku tahu polisi ya di kantor polisi bulan di rumah sakit "jawab Bu Widya.
"Itu Lo dokter militer kalau gak salah" jawab Bu Banu, "O, suka dikirim jadi relawan dan ke lokasi perang itu bukan?" ucap Bu Eko. "Bisa jadi"jawab Bu Banu. "Mending mantuku Dokter biasa,kalau jadi relawan rawan kena bahaya "ucap Bu Widya.
"Lagian negara kita gak ada perang bu!"ucapnya via.
"Ga ada perang tapi kan suka di kirim jadi relawan kemana-mana "ucap Bu Widya."Emang Widya sudah pasti menikah Bu,aku dengar-dengar calonnya masih terkendala status yang masih belum selesai dengan mantan istri yang tidak mau di cerai "ucap Bu Eko.
"Bisa kalau Widya mau jadi istri kedua "ucap Bu Banu yang di sambut tawa yang lain."Widya bukan istri kedua ya"ucap Bu Widya."Eh mau kemana bu?"tanya Bu Eko."Pulang " teriak Bu Widya.
Ha ha ha tawa beberapa ibu-ibu terdengar "buyar-buyar, waktunya mandi bentar lagi adzan magrib "ucap Bu Banu,haha haha yang di sambut tawa yang lain sebelum terjadi ke keheningan.
Aya dan Nanda yang dari tadi hanya jadi pendengar di terasa rumah hanya bisa menghela nafas panjang.
"Beginilah kehidupan ibu-ibu disini ku harapkan kamu kenal, jika jadi bahan gunjingan di sini"ucapku setelah tidak terdengar suara ibu-ibu tadi.
"Tentu aku akan sabar selama bersama mu,"ucap Nanda."Gombal, "ucapku.
“Cinta aku ke kamu seperti garam di laut. Nggak kelihatan, tapi akan selalu ada selamanya. Kamu harus tahu kenyataan itu bukan gombalan semata" ucap Nanda membuatku tertawa.
"Ga usah gombalin aku mas, aku bukan anak SMP lagi sana pulang bentar lagi adzan magrib "usir ku.
"Aku sholat magrib di sini ko sama ayah, kemarin hampir seminggu aku tidak bertemu kamu jadi masih kangen pingin lihat kamu. Kamu gak tahu aja ngeliat kamu tuh rasanya kayak ngeliat kamera. Bawaannya pengen senyum terus."
"Gombal terussss ga mempan mas! Tu adzan Maghrib aku mau masuk banyak setan di luar"ucap ku berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Nanda yang masih duduk di teras depan.
"Nanda sudah pulang?"tanya ayah."Ada di depan katanya nungguin ayah mau sholat magrib di sini"ucapku sambil berjalan ke arah kamarku.
"kakak ayo turun kita makan"teriak ibu dari lantai bawah."Iya ". Saat aku turun kebawah kulihat ayah sudah duduk di meja makan bersama Nanda.
"Kak kebaya buat menghadiri upacara Praspa Daffin sudah di coba belum, buruan di coba kalau perlu di rubah masih ada waktu seminggu "ucap ibu."Sudah,pas"ucapku tanpa melihat kearah Nanda.
"Daffin mau dilantik jadi Perwira remaja,pasti bangga ya bapak dan ibu ?"ucap Nanda.
"Sama aja intinya bikin bangga orang tua "ucap ayah. "Daffin hebat bisa lolos Akpol ayah saya termasuk lulusan Akpol, tetapi anak-anaknya tidak ada yang mengikuti jejak ayah. Khalid gagal masuk Akmil ahkirnya banting setir sekolah bisnis,saya gagal Akpol masuk kedokteran "ucap Nanda,di sambut tawa oleh ayah dan ibu.
"Kalau tidak repot nanti ikut saja hadir di acara Praspa Daffin,"ucap ibu.
"Tentu bu dengan senang hati, semoga hari itu saya bisa ijin sehari"ucap Nanda. "Gak usah dipaksakan pekerjaanmu yang utama. Oya bilang kepada kedua orang tuamu kamu , kami mengundang makan malam sekalian mencari tanggal pernikahan kalian "ucap ibu membuat Nanda langsung tersenyum.
"Bener Bu secepatnya saya akan bawa ke dua orang tua saya".
"Tetapi jangan dadakan biar ibu bisa persiapkan mau masak apa buat makan malam keluarga kita "ucap ibu. "Siap bu"jawab Nanda dengan semangat dan senyum mengembang sempurna.
Hari ini hari kamu sekeluarga plus Nanda menghadiri acara pelantikan dan pengambilan sumpah Daffin sebagai perwira remaja (capaja) polri, digelar di halaman Istana Negara Mereka, Jakarta. Yang dihadiri para calon perwira muda TNI dan Polri yang berjumlah 754 orang dalam Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri. Dalam kesempatan kali ini Kepala Negara yang melantik dan mengambil sumpah para calon perwira remaja (capaja) yang berjumlah 754 orang dari matra TNI dan Kepolisian.
"Gw gak sangka akan menghadiri acara kaya begini"ucap Daffa. "Sekarang tinggal kamu kapan wisuda "ucapku. "Sebentar lagi, skripsi ku udah selesai semua tinggal tunggu sidang ujian akhir, tenang saja"ucap Daffa bangga.
"Apa mereka juga lansung punya jabatan ?" tanya Daffa. "754 perwira remaja (paja) dari tiga Akademi TNI (AL,AD dan AU) dan Akademi Kepolisian. Mereka telah menyandang pangkat Letnan Dua (Letda) untuk lulusan Akademi TNI dan Inspektur Polisi Dua (Ipda) untuk lulusan Akademi Kepolisian. Selain itu mereka juga berhak menyandang gelar akademik Sarjana Terapan Pertahanan (S.T.Han) dan Sarjana Terapan Kepolisian (S.Tr.K)"ucap Nanda.
"Berarti mereka sudah langsung kerja dan penempatan dong !" ucap Daffa."Tugas dan penempatan sudah disiapkan. Setelah pelantikan mereka akan langsung ditempat di berbagai posisi di seluruh Indonesia"ucap Nanda.
"Padahal gw mau ngajak Daffin naik gunung,gw kangen naik gunung bersama "ucap Daffa.
"Ya kalau naik gunung masih bisa kali "ucap Nanda. "Kalau mereka naik gunung bisa seminggu lebih dan itu pasti gak bakal di ijinkan sama ibu"ucapku.
"Kira-kira Daffin di tempat kan dimana ya?"tanya Daffin."Tidak ada yang tahu setelah ini mereka langsung penempatan dan bertugas dimana , yang mereka tahu mereka akan bekerja sesuai bidang atau korps masing-masing,"jelas Nanda.
"Ga kaya gw berati yang masih belum jelas nasib setelah wisuda mau kemana "ucap Daffa."Masuk aja militer kaya Daffin,kaya mas Nanda"ucapku spontan .
"Bisa setelah wisuda coba aja ikut jalur SIPSS untuk polisi atau pendaftaran Perwira Prajurit Karier untuk menjadi anggota TNI"ucap Nanda.
"Masak gw ikut-ikutan Daffin masuk militer juga, gak berkembang dong "ucap Daffa." Gaya Lo bilang ga berkembang,kan emang dari dulu gitu Daffin ngapain kamu selalu ngikutin "ledekku.
"Ya maklum kami kan kami kembar jadi kesannya selalu bersama dan sehati"ucap Daffa.
"Lucu ya kalau kita nikah terus punya anak kembar kaya Daffa dan Daffin "bisik Nanda membuatku langsung melotot kesranya.