One Love, One Heart

One Love, One Heart
26. Makan Bersama



"Ayo kakak bantu ini masak "ucap ibu menghampiriku yang habis sholat magrib.


"Masak apa sih Bu minta di bantuin segala ?" tanyaku.


"Ikan bakar nila, sambal, bakwan jagung, balado telur " ucap ibu.


"Banyak amat siapa yang mau makan segitu banyaknya ?" tanyaku.


"Nanda sama ayah, ayah kalau makan sambil ngobrol pasti habis banyak makannya " ucap ibu.


"Mas Nanda belum pulang?" tanyaku.


"Belum lagi sholat magrib sama ayah di mushola,sana kamu yang bakar ikannya" ucap ibu.


"Kenapa belum pulang sih " kataku lirih.


"Habis ganti ban tadi dia langsung membawa ban yang bocor ke tambal ban buat serep sewaktu-waktu katanya. Kakak kalau mau ibu dukung Lo sama nak Nanda" ucap ibu.


"Apaan sih Bu,ga usah aneh-aneh deh"sewot ku yang disambut tawa renyah oleh ibu.


"Benci dan cinta itu beda tipis, jangan terlalu benci tar cinta mati lo" ucap ibu,apa ibu tidak tau dia itu cinta pertamaku setelah ayah dan patah hati pertamaku, kataku dalam hati.


"Semua sudah siap ibu mau sholat isya dulu,"ucap ibu meninggalkan aku yang sedang mencuci perabotan kotor.


"Nasib inem kaya gini ni "keluhku.


"Kalau Inem nya seksi kaya gini mas juga mau cariin dong," ucap Nanda.


"Kok gak ngucapin salam sih masuk rumah " ucapku sewot sambil berlari ke kamarku, mengingat pakaianku sangat terbuka hanya tang top tipis dan celana super pendek.


"Kakak ayukk makan malam dulu sudah di tunggu ayah,"ucap ibu yang berdiri di depan pintu kamar yang terbuka.


"Ibu sama ayah aja deh aku masih kenyang" ucapku menolak halus.


"Jangan salah kan ibu kalau ayah nyamperin kesini ya" ucap ibu sambil berlalu meninggalkan aku.


Dengan sangat terpaksa aku turun mengikuti ibu dan duduk di dekat ibu.


"Ayo makan yang banyak,ini masakan anak gadis ibu"ucap ibu.


"Promosi bu"ucapku ketus yang di sambut gelak tawa mereka.


"Ya kalau kakak merasa sih nggak apa-apa"ucap ibu.


"Emang anaknya barang harus di promosikan "ucapku kesel.


"Gak usah di promosikan Bu, anak ibu sudah banyak peminatnya ko"ucap Nanda.


"Kata siapa ? kalau banyak peminatnya sudah laku anaknya" jawab ibu.


"Boleh buat saya aja bu?" kata Nanda.


"Wah dengan senang hati kalau mau Minang anak ibu mah" ucap ibu heboh.


"Apaan sih Bu, siapa juga yang mau nikah sama dia?" kataku.


"Apa Kakak mau sama Ari dia juga lagi nyari jodoh lo"ucap ibu.


"Apaan sih Bu, ayah ibu tu" ucapku.


"Udahlah Bu jodoh sudah ada yang mengatur tenang saja"ucap ayah.


"Takut gak suka lelaki aja ibu yah, soalnya ibu ga pernah dikenalkan sama teman lelakinya satupun cari zaman kuliah hingga sekarang udah kerja " ucap ibu. Membuat mas Nanda memandang sendu ke arahku,"aku masih normal Bu cuma belum ketemu yang cocok aja "Ucapku.


"Ya udah gimana kalau Aya buat saya aja bu?"tanya Nanda.


"Wah dengan senang hati ibu pasti langsung restui" ucap ibu.


"Jika Bapak dan ibu sudah menjaga Daffania cahaya Prameswari selama 25 tahun, sekarang bolehkan saya menggantikan posisi bapak dengan menjaga dan membahagiakannya layaknya perhiasan dunia yang paling berharga?” ucap Nanda .


"Apaan sih Mas nggak usah aneh deh!" kataku kesal anehnya ibu dan ayah malah tersenyum manis padanya.


"Kalau bapak dan ibu sih setuju saja ,jika kau berniat serius dengan putri Bapak kejar dan luluhkan hatinya. Bapak dan Ibu merestui jika nak Nanda bisa meminang putri kami "ucap ayah.


"Ayah nyebelin " ucapku yang disambut tawa oleh kedua orang tuaku dan mas Nanda.


"Aku dah kenyang "ucapku sambil membawa piring kotor ke wastafel, perasaan tadi cucian belum selesai aku membersihkannya kok sekarang sudah bersih aja kataku dalam hati.


"Ya itu ada Ari nyari kamu "Ucap ibu menghampiriku, tanpa banyak pertanyaan aku langsung menuju teras menemui AA Ari mengabaikan ayah dan Nanda yang masih mengobrol di meja makan.


"Ini dek laptop mas rusak lagi, tolong di bantu ya !" ucapnya.


"Keluhannya apa mas?" tanyaku.


"Kadang mengeluarkan suara bising saat digunakan kadang juga tidak mengeluarkan suara sama sekali" ucap Ari.


"Kalau di lihat tanda-tandanya sepertinya speaker laptop yang mengalami kerusakan,tar aku bongkar dan aku pastikan lagi mas" Ucapku.


" Perasaan sering banget ya Ari service laptop dan ponsel, emang yang rusak barangnya itu-itu aja apa kak?"tanya ibu.


"Sejauh yang aku teliti sih tidak pernah sih, setiap ke sini membawa barang rusak lebih dari 2kali"Ucapku


" Berarti bener itu cuma modus supaya bisa nemuin kamu" kata ibu.


"Sok tahu ibu Ari itu ASN banyak yang suka, wajahnya juga enak dilihat "ucap ayah.


" Ayah nggak tahu apa ibu-ibu itu juga suka merhatiin, Kalau Ari itu suka sama Aya"ucap ibu.


"Ya udah Ayah nikah aja sama Ari kelihatan orangnya juga suka kamu "ucap ayah.


"Apa ayah lupa tadi nak Nanda sudah melamar putri kita"ucap ibu.


" Apaan sih Ibu ini namanya orang melamar itu harus membawa keluarganya,"ucapku menahan kesal.


"Wah kode kayak nya yah ,biar nak Nanda membawa keluarganya kesini" ucap ibu yang membuat ayah tertawa dan Nanda tersenyum.


"Apaan sih bu!" ucapku sambil melangkah ke kamar meninggalkan mereka.


🎼✉️Nanda


Apa yang kau katakan di depan orang tuamu tadi sungguh-sungguh tidak bercanda.


^^^me^^^


^^^Bomat^^^


"Apa ini?" tanya Bu Vika, "pendaftaran untuk guru Indonesia mengajar" ucapku.


"Bu Nia mau mencoba mendaftar menjadi guru di Indonesia mengajar?" tanya Bu Vika.


" Iya bu ,mau mencari pengalaman doakan supaya saya lolos"ucapku.


"Tentu saya doakan semoga keinginan Bu Nia terkabul "ucapnya.


"Ayo Bu saya tinggal dulu ke kelas 12"ucapku sebelum melangkah keluar.


"Apa bener Yang aku dengar tadi? Kamu mendaftar menjadi tenaga relawan di guru di Indonesia mengajar?" tanya Toni menyamakan langkah kakinya denganku.


" Cuma mencoba belum tentu juga diterima, lagian kan pengalamanku mengajar kan belum terlalu lama baru hitungan bulan"ucapku.


" Apa orang tua Lo tidak melarang ?" tanyanya.


"Sejauh ini aman, mereka tidak keberatan bahkan mendukung"ucapku.


"Apa Kamu sengaja menghindar dari kami?"tanya Toni.


"Menghindar dari kalian untuk apa, tidak ada alasan penting buatku untuk menghindar dari kalian"ucapku.


"Apa Anda tahu?" tanyanya.


"kenapa Nanda harus tahu , emang dia siapa aku?" tanyaku sambil berbelok masuk ke ruang ruangku.


🎼✉️Nanda


Aku dengar Lo daftar menjadi tenaga relawan Indonesia mengajar


🎼✉️ Nanda


sore aku mampir ke rumah Aku harap kamu tidak kabur


Buat apa kabur dari mu memang aku penjahat kelamin apa kataku dalam hati, sambil memasukkan ponselku kedalam tas.


"Ayo yah pulang?" ucapku, menghampiri ayah di meja kerja ayah.


" Tadi ayah melihat Nanda di pos satpam sepertinya sedang menunggumu, sebaiknya kamu pulang bersamanya ayah akan pulang bawa motor. Ayah masih harus menyelesaikan pekerjaan ayah sebelum besok berangkat diklat"ucap ayah mau tidak mau terpaksa aku pulang bareng Nanda.


"Mau apa sih Mas kenapa harus nyamper aku ke sekolah segala bikin malu aja. Apa perlu kamu merasakan apa yang kurasakan?" kataku.


"Merasakan apa?" tanya Nanda.


"Nyamperin kamu ke tempat kerja biar kamu malu" ucapku kesel.


"Oo dengan senang hati aku akan menyambut mu " ucapnya santai.


"Aiss sekarang Lo mau apa ?"tanya ku.


"Ayo kita bicara di mobil, sambil Mas mengantarmu pulang kita bisa ngobrol di jalan atau kamu mau kita mampir di rumah makan terdekat atau cafe".


"Tidak usah " kataku berjalan menuju mobilnya.


Dugaanku benar Mas Nanda menemuiku pasti gara-gara Toni, pasti Toni melaporkan rencanaku untuk menjadi tenaga relawan Indonesia mengajar.


"Ingatlah nugu setahun kamu untuk bertemu Kami " ucap Nanda setelah gagal merubah keputusanku.