
Setelah masuk kamar Daffin aku langsung rebahan sambil menikmati rujak buah yang ku beli bersama Daffa dan setelahnya aku tidur dengan nyenyak di kamar Daffin. Sampai terdengar suara adzan baru aku terbangun 'uda ashar teryata' tapi saat badan ini mau bangun ada sebuah tangan yang memelukku erat dar beberapa,'ais kenapa peluk-peluk tadi marah-marah 'keselku dalam hati. Aku berusaha bangun dari tempat tidur dengan sangat pelan biar tidak membangunkan Nanda yang pules tidur. Setelah melakukan sholat ashar baru aku turun kebawah untuk mencari makan.
"Sudah bangun,"ucap ibu sambil menghampiriku yang sedang makan sayur SOP tanpa nasi. "Hmm, kenapa lihat Aya kaya gitu Bu ?" tanyaku karena ibu hanya melihat tanpa komentar.
"Aneh biasanya selalu ngomong kenapa ini cuma lihat saja ?"tanyaku lagi. "Kamu tahu ibu suka ngomong sama kaya kamu ?"tanya ibu balik.
"Sepertinya begitu "ucapku sambil bangun dan mencuci mangkok bekas makanku. "Sejak kapan anak ibu habis makan langsung di cuci mangkoknya ?" tanya ibu lagi.
"Habisnya mau aku taruh tempat cucian bersih, hehe" ucapku sambil duduk di samping ibu.
"Ibu cuma mau ngasih tahu suamimu itu tidak marah hanya cemas melihat kamu yang tidak berada di kamarnya. Apa lagi dengan cuaca yang panas kaya tadi, jangan salah paham "ucap ibu.
"Anak ibu aku apa dia sih, atau jangan-jangan aku tertukar "ucap malah membuat ibu tertawa ngakak.
"Kenapa tertawa emang bener kalau di rumah bunda,Nanda suka dimarahin bunda dan ayah, kenapa di sini aku yang di marahin."
"Kalau manggil suami itu yang sopan,'Mas' gitu"ucap ibu. "Benerkan ibu marahin aku lagi belain mantu ibu".
"Ah ayah bener sepertinya dugaan ibu" ucap ibu saat melihat ayah duduk di sampingku untuk minum air putih. "Dugaan apa ?" tanya ayah. "Kalau sepertinya Kita sebentar lagi punya Cucu "ucap ibu pada ayah.
"Ibu aneh tidak ada hamil ko bilang mau punya cucu!" ucapku. "Ibu tebak kamu hamil!" ucap ibu.
"Gak mungkin sebelum aku kesini aku sempat datang bulan "ucapku sambil berjalan ke teras depan. Nampak ibu-ibu kompleks pada sibuk ada yang menyapu halaman depan ada yang menyita tanaman ada yang lagi nyiapin anaknya.
"Kok mas tidak di bangunkan untuk sholat ashar,sih?" tanya Nanda yang sudah memeluk aku dari belakang.
"Malu Ah tu di lihat ibu-ibu ucapku sambil melepaskan pelukan Nanda. "Kenapa malu kita halal ko"ucap Nanda. "Ya kalau di kamar tidak masalah mau ngapain aja "sewot ku.
"Sana siap-siap ganti baju habis ini mas ajak jalan-jalan mau?" ucap Nanda. "Mau tapi awas kalau bohong terus kerumah sakit,aku tidak aka pernah percaya lagi. Kamu itu sering bohong sama aku"ucapku spontan.
" Bagaimana kamu tahu kalau mas suka bohong ?" tanya Nanda." Tidak tahu spontan saja bilang kaya gitu "ucapku sambil berjalan ke arah kamar untuk bersiap-siap diikuti Nanda.
"Mandi gak ?" tanyaku. "Mau di mandikan ?"tanya Nanda balik. "Emang aku anak kecil di mandikan "keselku." Ya ga Papa " jawabnya acuh. "Kalau anak kecil itu biasanya kalau di mandikan di gendong ke kamar mandi "ucapku. "Mas kuat ko gedong kamu,ayo mas buktikan !"
"Aku malas mandi ,mau cuci muka saja "kataku, setelah 30 menit bersiap-siap kami berpamitan pada ibu mau keluar.
"Kok berhenti?"tanyaku bingung karena mobil berhenti di pinggir jalan dan tidak mungkin ada perlu disini , sedang kanan kiri hanya ada sungai.
"Kenapa ingi beli mobil,terus ada apa dengan apartemen?"tanya Nanda. " Kemarin waktu mencari-cari apa yang ada di kamarku aku menemukan bukti angsuran apartemen,tapi aku gak tahu letaknya di mana apartemen itu tapi sepertinya belum lunas kalau belum lunas yang bayar siapa aku kan gak kerja ? Mas tahu gak dari pada jadi beban ayah gimana kalau kita tinggal di apartemen berdua, tapi angsuran apartemen mas yang bayar tiap bulan".
"Oke apartemenmu akan mas lunasi tapi kita tinggal di apartemen mas aja,"ucap Nanda. "Kenapa tidak di apartemenku saja?"tanyaku. "Karena apartemen mu ada yang ngontrak"ucapnya sambil melajukan mobil kembali dan berhenti di sebuah apartemen.
"Ini apartemen siapa?"tanyaku sambil melihat dekorasi apartemen seperti di Drakor. "Ini apartemen mas yang mas beli sebelum kita nikah,suka gak?"tanya Nanda.
"Bagus kalau malam pasti tambah bagus bisa lihat lampu-lampu kota metropolitan."
"Ok kita tinggal disini gimana,nanti aku yang tinggal dengan ayah dan ibu"ucap Nanda. "Boleh,ayo kita pulang dan bilang ke ayah dan ibu sekalian ambil baju"ucapku. "Kamu seperti anak kecil menggemaskan"ucapnya Sambil mencium seluruh mukaku dan terahkir ******* bibirku di sertai hisapan kecil. "Mas udah ah, aku gak bawa baju ganti" ucapku berjalan menjauh dari Nanda.
"Apa sih "kaget ku saat tiba-tiba Nanda menggendongku dan mendudukkannya di meja pantry. " Apaan sih,"kesalku. "Tadi bilangnya takut dosa kalau nolak suami"ucapnya sambil ke dua tangannya mengurungku.
"Siapa yang nolak aku bilang tidak ada baju ganti" jawabku. "Pakai baju mas dulu atau nanti mas beliin di bawah "ucapnya. "Dasar laki-laki otak mesum,awas mesumnya ke perempuan lain"ucapku, sebelum mengagukan kepalaku. Nampak senyuman Nanda sebelum ******* bibirku dan berjalan sambil menggendongku seperti anak koala dengan mulut yang terus menerus bergerak seperti anak kecil lagi menikmati es krim.
"Mas "ucapku saat aku bangun tidur tidak ada orang di sampingku. Ahkirnya aku putuskan mandi setelah melihat jam dinding sebentar lagi adzan maghrib, dengan memakai atasan kemejanya yang panjang sudah seperti cerita Drakor yang menginap di rumah kekasihnya,ucapku dalam hati.
Saat aku keluar nampak obrolan sepasang lelaki dan perempuan,di ruang tamu "Sayang sudah bangun "ucap Nanda sambil berjalan kearahku, padahal aku cuma ngintip ko dia lihat sih gerutuku dalam hati.
"Sayang kenalkan ini Andriani yang tinggal di apartemen depan kita"ucap Nanda sambil memelukku."Hai salam kenal "ucapku yang di balas senyum sinis nya,'wah apa jangan-jangan ini salah satu mantan pacar suamiku' kataku dalam hati.
"Kamu sengaja ya, menggodaku dengan tidak memakai pakaian dalam" ucap Nanda membuatku melotot mendengarnya, sengaja bagaimana tau sendiri aku gak ada baju masa di bilang menggodanya kesalku yang ku tahan mengingat masih ada orang disini.
"Andri sebaiknya kamu pulang,istriku ngajakin ronde kedua ni!" usir Nanda. 'Tunggu kenapa terkesan Nanda pingin ngusir ya ? ucapku dalam hati '.
"Maklum mbak pengantin baru masih menggebu-gebu "ucap Nanda sambil menariku berjalan mengikutinya.
Tanpa bicara lagi perempuan itu langsung pergi dengan muka menahan emosi, seketika Nanda tertawa ngakak begitu bunyi otomatis pintu apartemen terkunci.
"Apa-apaan ini hah , bilang sengaja aku gak pakai dalam, menggebu-gebu, pingin ronde kedua "ucapku sambil berkacak pinggang.
"Jangan berkaca pinggang dadamu jadi terlihat membusung, membuat ku jadi haus pingin *****"ucapnya. "Mesum aku mau pulang " teriakku yang langsung di ketawain olehnya.