
Sudah 3 Minggu berlalu dan 3 hari setelah keberangkatan Nanda aku mulai kerja kembali menjadi guru di tempat bimbel mbak Risa untuk mengisi kekosongan waktuku.
"Gw perhatiin Lo sekarang dekat banget sama mbak Risa ?" ucap Riri menghampiriku,"Biasa aja hehe"ucapku , tidak mungkin aku jujur mau jadi kakak iparnya disaat semua orang disini lagi ngumpul sehabis rapat bulanan.
"Jangan bohong!" ucap Riri, "Nanti pulang kerja gw ceritain, sambil makan bakso" bisikku."Gw tunggu " ucap Riri sebelum melangkah meninggalkan ruang guru, karena waktunya dia mengajar.
Saat jam pulang Riri langsung menggeret ku pergi dari tempat bimbel menuju , tempat bakso langganan kamu dulu waktu aku masih ngajar.
"Sekarang ceritakan" ucapnya sambil mengunyah bakso dengan pedas ektra. "Jangan kaget kalau tidak ada halangan gw mau nikah sama kakak nya mbak Risa" ucapku lansung membuatku Riri tersedak bakso pedasnya, sampai matanya merah karenanya."Aku udah bilang jangan kaget, masih aja kaget"ucapku sambil menyodorkan ponselku untuk memperlihatkan fotoku dan Nanda.
"Wah ini baru berita heboh, pasti langsung gempar kalau semua tahu"ucapnya. "Kalau semua tahu Lo gw hajar "kesal ku. "Kenapa ini berita bagus, apa kamu tidak tahu semua perempuan single di bimbel mendambakan menjadi Kakak ipar mbak Risa " ucapnya.
"Masalahnya tidak sesimpel itu"kesel ku. "Eh tunggu sebelum Lo cerita,gw mau tanya dulu calon Lo yang mana nih,kan kakak mbak Risa ada 2"ucap Riri.
"Lah memang Lo belum tahu kalau pak Khalid sudah nikah setahun lalu?"tanyaku. "Tida ada kabar, emang sih pak Khalid udah lama ga keliatan dan Vina juga jarang datang ke bimbel. Berati Lo nikah sama mas Nanda!" ucapnya sambil berteriak spontan ku tutup mulutnya.
"Sorry "ucapnya sambil mengakat 2 jarinya membentuk simbol peace. "Sekarang ceritakan gimana ceritanya Lo bisa kenal sama mas Nanda?" ucapnya. Ahkirnya aku perkenalkan kami dan hubungan backstreet kami, kecuali insiden yang bikin aku trauma dan Nanda yang dulu muridnya ayah.
"Apa jangan-jangan berhentinya Lo mendadak dari bimbel dan guru privat Vina, gara-gara ini"ucapnya.
"Ya itu salah satunya "ucapku. "Pantas Lo berhenti padahal taruhan kita tinggal 2 hari doang,terus sekarang masalahnya apa?"
"Sudah 3 Minggu Nanda pergi ke Yaman,". "Terus masalahnya di mana ?" tanya Riri saat melihat ku hanya diam. "Dia minta persiapan pernikahan tetap di teruskan sedang sudah 4 hari dia tidak ada kabar sama sekali."
"Sebentar ke Yaman dalam rangka apa?"tanya Riri. "Evakuasi WNI dari Yaman yang dibentuk oleh Kementerian Luar negeri ". "Kenapa harus di Evakuasi, memang di Yaman sedang ada apa ?"tanya Riri membuatku menghela nafas.
"Ini ni ketahuan yang di tonton cuma Drakor aja sesekali nonton berita dong biar tahu. Pemerintahan Yaman di gulingkan dan ibu kotanya di pindah " ucapku.
"Wah aku malah baru tahu,hehe maaf. Yang sabar selalu positif thinking percaya Allah maha tahu yang terbaik buat umatnya "ucap Riri. " Itu yang sedang aku lakukan berpasrah diri positif thinking. Aku tahu kalau jodoh takkan ke mana ,sekuat apapun aku berusaha kalau bukan jodohku pasti juga akan lepas" ucapku berusaha tegar tapi cuma bisa di lisan.
"Aku akan bantu doa, semoga Allah memberikan petunjuk yang terbaik buatmu"ucap Riri tulus.
"Udah yuk buruan terus pulang keburu malam " ucapku. Setelah selesai makan bakso kami berpisah pulang ke rumah masing-masing karena rumah kami perlawanan arah jadi kami tidak bisa pulang bersama.
"Mbak sudah dapat kabar tentang mas Nanda?" tanya Daffin membuatku langsung bangun dan menggelengkan kepalaku. "Semalam aku dapat info dari teman-temanku saat kami tugas. Kalau para tim relawan sudah pulang 2 hari lalu,tetapi karena waktu cek kesehatan salah satu WNI disana ada yang tiba-tiba Demam tinggi dan dalam perjalanan ke Indonesia yang menderita demam bertambah banyak maka kesemuanya sekarang di karang tina" ucap Daffin.
Aku yang masih belum terbangun langsung melotot mendengar berita yang di sampaikan Daffin. "Sekarang sebaiknya kita kemana? Apa kita bertanya kepada orang tua Nanda aja, pasti pihak kepolisian sudah menghubungi keluarga Nanda. Apalagi ayah Nanda punya banyak kenalan orang polri "ucapku.
"Ya udah sekarang mbak mandi, habis itu kita kesana untuk memastikan keadaan mas Nanda" ucap Daffin.
"Ini rumah mas Nanda Mba ?"tatanya Daffin saat kami sudah di depan gerbang rumah Nanda. "Maaf non dirumh lagi ga ada orang, Mas Khalid dan keluarga ke perkebunan, mbak Risa ke Surabaya dan bapak dan ibu pergi dari kemarin belum pulang " ucap satpam rumah Nanda, saat aku bertanya tentang penghuni rumah.
"Sekarang mbak telpon aja bunda mas Nanda"ucap Daffin. Saat menghubungi bunda Nanda panggilan ku ga diangkat olehnya, tetapi saat kami sudah dalam perjalanan pulang bunda memintak aku untuk datang ke rumah sakit.
Denga perasaan tidak menentu kami menuju rumah Sakit, dalam perjalanan aku bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi. Beberapa kali juga Daffin selalu mengingatkan aku untuk berdoa semoga bunda mas Nanda membawakan kabar baik.
"Apa yang terjadi bun?"tanyaku saat sudah bertemu orang tua Nanda, nampak ada semua keluarganya,pak Khalid dan mbak Risa juga.
"Kita bicara di dalam aja"ucap bunda Anin sambil menggandeng aku masuk ke ruang perawatan.
"Nanda dan semu tim sedang di evakuasi, tadinya Nanda berencana menyembunyikan kondisinya. Nanda maunya kamu di kasih tau kalau sudah di nyatakan sehat atau tidak terkena virus "ucap bunda karena aku yang langsung bertanya "Terkena virus apa bun?".
"Tim dokter belum bisa memastikan antara SARS,MERS atau virus lain " ucap bunda. "SARS,MERS, COVID-19 ?" ucapku.
COVID-19, SARS, dan MERS merupakan penyakit infeksi virus pada saluran pernapasan yang bisa berakibat fatal. SARS (severe acute respiratory syndrome) pertama kali mewabah di China pada tahun 2002, sementara MERS (Middle-East respiratory syndrome) pertama kali muncul di Timur Tengah pada tahun 2012 dan COVID-19 muncul di China yang dinamakan COVID-19 (Coronavirus Disease 2019). Penyakit ini juga telah menyebabkan banyak kematian di berbagai negara.
"Dia ada di sana kita bisa bicara melalui saluran Interkom yang tersedia, itu sepertinya dia tahu kedatangan mu dan minta bicara denganmu" ucap bunda sambil melihat Nanda yang berada di dalam ruang bersama 6 orang kesemuanya lelaki.
"Maaf mas datang membawa penyakit dan virus "ucap Nanda. "Kenapa mas berencana menyembunyikan kondisi mas dariku. Apa mas tega melihat aku menunggu tanpa kepastian " ucapku.
"Bukan mas tidak mau kuatir "ucapnya sambil menggelengkan kepalanya. " Aku menuruti permintaan mu untuk mengurus semua keperluan pernikahan kita,jadi kalau sampai hari pernikahan kamu tidak sembuh jangan salahkan aku mencari penggantimu "ucapku sambil menahan air mataku.
"Iya kalau mas gak sembuh-sembuh kamu bisa mencari pengganti mas"ucap Nanda sambil tertawa kecil.
"Aku akan bilang ayah untuk segera mencarikan cadangan suami pengganti " ucapku sambil tertawa kecil tapi air mata mengalir, karena tidak bisa menahan aku matikan telepon dan lansung memeluk Daffin yang berdiri di sampingku.