One Love, One Heart

One Love, One Heart
47. Kecelakaan



Entah apa yang terjadi saat aku buka mata aku seperti orang terbangun dari tidur, tetapi kenapa aku tidur di dalam toilet .Sudah berapa lama aku di dalam toilet bus, saat kubuka toilet nampak ramai orang-orang ada yang menangis,ada yang merintih kesakitan,ada yang tergolek di lantai bus dengan banya darah.


Astaghfirullah ucapku dalam hati saat melihat badan bus separuh sudah hancur,aku berjalan keluar dari pintu bus yang berada di belakang di dekat toilet. Nampak para warga saling membantu.


"Cepat keluar bau bensin takut bus akan meledak " ucap suara dari dalam bus,


"Buruan yang selamat kita keluarkan dulu sambil menunggu bantuan datang"teriak seseorang bapak-bapak. Ditambah suasana gerimis,aku duduk bersandar di belakang bus sambil mengingat apa yang sebenarnya terjadi ,tapi aku tidak bisa mengingat apapun.


"Mbak, mbak salah satu korban sebaiknya mbak berteduh "ucap ibu yang menghampiriku, dia memapah ku berjalan. "Sambil menunggu ambulans dan bantuan untuk evakuasi,semua korban selamat dikumpulkan disini."Ucap ibu itu "Ini rumah ibu?" tanyaku. "Ini balai desa"jawabnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi ?" tanyaku. "Sebenarnya saya kurang tahu pastinya, cuma tadi saksi mata bilang sopirnya kencang dengan kondisi jalanan yang basah dan rusak membuat sopir hilang kendali Hinga menabrak tebing sebelum menabrak pohon, hingga mengakibatkan 4 bangku di depan hancur tertimpa pohon besar " ucap ibu itu.


"Maaf apa ibu tahu nama saya? Siapa nama saya ?"tanyaku. "Astaghfirullah neng ,neme poho ngaran nu sarua neng sorangan ?" (neng lupa, dengan nama neng sendiri ) tanya ibu Itu yang yang aku tidak paham bicara apa.


"Kenapa bu?" tanya lelaki seumuran ibu itu. "Si neng lupa ingatan kaya di sinetron ".


"Ya udah sebaiknya ibu bantu si neng membersihkan darah di pelipis dan kening serta cek area kepala lainnya apa ad yang terluka " ucap si bapak. Setelah si Ibu membantu membersihkan lukaku dia memberi aku sebotol air minum dan sepotong roti. Aku yang kelaparan langsung menghabiskan air minum dan roti pemberiannya. Aku Hanya duduk manis dan melihat orang-orang berkeliaran saling membantu korban kecelakaan bis yang ku alami, bahkan ambulans sudah datang dan membawa mereka satu persatu aku yang bosan menunggu malah tertidur dengan posisi duduk bersandar pada dinding


"Neng bangun,neng ko tertidur disini bukan ikut rombongan kembali ke kota,?" tanya ibu tadi yang menolong ku. "Saya tidak tahunya saya ketiduran setelah kenyang makan roti dan minum pemberian ibu. Sepertinya saya ketinggalan mereka "ucapku lirih.


"Ya udah untuk malam ini neng tidur aja di rumah Ibu ayo, kenalkan nama ibu Desi "ucapnya. Setelah tiba di rumahnya ibu itu mengenalkan aku pada suaminya yang bernama mang Jaja. Malam ini aku tidur di rumah mang Jaja dan Ibu Desi di kamar yang katanya kamar anak tunggal mereka yang sedang merantau ke kota buat kuliah dan belajar.


Aku terus mengingat apa yang terjadi ,siapa aku sebenarnya ? sampai aku tertidur.


"Gimana neng, sudah ingat siapa yang neng ingat ?" tanya Bu Desy padaku yang ku jawab dengan gelengan kepala. "Kalau ke Jakarta butuh waktu lama 2-3 jam kalau lancar dan membawa kendaraan pribadi. Sebaiknya neng kita periksakan saja ke puskesmas dekat sini "ucap pak Jaja."Baik pak "jawab ku. Selesai sarapan dengan diantarkan sepasang suami istri aku di bawa ke puskesmas dengan menggunakan angkutan umum, perjalanan yang ditempuh sekitar 30 menit.


Setelah diperiksa dokter menyarankan agar aku di bawa ke rumah sakit besar, saat pemeriksaan dokter juga menemukan ada beberapa luka benturan di kepala hingga dokter memberikan aku obat nyeri.


"Apa saya bisa sembuh dok,?"tanyaku. "Bisa karena itu sebaiknya anda lapor sama polisi biar di antara ke kota biar anda juga mendapatkan perawatan medis yang memadai."


"Tapi saya tidak tahu harus ke mana indentitas saya tida ada hanya ponsel jadul ini yang ada di kantong jaket dan uang sekitar 355 ribu"ucapku.


"Amnesia traumatis terjadi karena cedera pada kepala yang diakibatkan oleh kecelakaan, benturan, pukulan atau jatuh dari ketinggian. Ingatan yang hilang akan bergantung pada bagaimana trauma atau kerusakan pada area otak yang dialami. Amnesia jenis ini dapat membuat seseorang kehilangan ingatan secara sementara atau permanen.


Amnesia pasca trauma adalah kondisi dimana seseorang kehilangan ingatan akibat cedera kepala yang tergolong parah. Salah satunya adalah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cedera di daerah kepala. Orang dengan kondisi ini biasanya akan mengalami kehilangan kesadaran singkat atau koma" jelas sang dokter dengan membaca buku tebal yang berada di lacinya.


"Saat pertama sadar saya berada di toilet bus dan waktu saya keluar dari toilet saya lihat para warga saling membantu para korban keluar dari dalam bus."


"Terus neng duduk di belakang bus ?"ucap ibu yang aku anggukan kepala ku. "Saat itu ambulance dan tim medis belum ada yang datang, dari waktu kecelakaan tim medis dan ambulance datang sekitar 3 jam karena suasana hujan yang mengguyur mengakibatkan telatnya kedatangan tim medis dan ambulance " ucap pak Jaja."Berati anda sempat tidak sadarkan diri ?" tanya dokter. "Bisa jadi dok"jawabku."Ini saya buatkan pengantar ke rumah sakit jika anda ingin memeriksa keadaan anda ke kota"ucap dokter.


"Sekalian surat keterangan kalau dia korban kecelakaan,biar kalau ketemu polisi bisa menolong nya"ucap pak Jaja, "emang ada kaya gitu ?"tanya dokter sambil tertawa.


"Dokter bisa beli ponsel sayang gak, saya butuh ongkos untuk ke kota dok!" ucapku. Sang dokter lalu mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang warna merah. "Saya hanya punya 650 bawa saja, semoga bermanfaat "ucap dokter.


"Saya terima dok , terimakasih. Tapi ponsel saya tinggal terserah dokter mau jual atau mau di apakan , saya juga percuma batere abis saya juga tidak ada alat buat ngisi baterai "ucapku.


"Jadi neng mau pergi sekarang ?"tanya Bu Desy. "Iya Bu,baju anak ibu ini boleh saya pakai ?"tanyaku.


"Bawa aja neng"ucap pak Jaja dan Bu Desy.


Mereka mengantar kan aku ke terminal dan menyerahkan kertas yang bertuliskan di mana saja aku harus berhenti dan naik apa selanjutnya biar sampai ke kota. Tanpa membawa apa-apa hanya baju yang melekat dan uang dari dokter 650 ribu dan 355 ribu dari kantong ku aku pulang, tetapi aku tidak tahu pulang kemana. Aku hanya mampu berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT, Tuhanku supaya di berikan kemudahan sampai di tujuan dengan selamat, yang mana tujuan ku aku juga tidak tahu.


"Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Serang" teriak kondektur bus,aku bergegas turun.


'Dari Gedung Rektorat - UNTIRTA, Serang naik jurusan Trans Citra Raya, Tangerang' tulisan yang aku baca di kertas pemberian pak Jaja.


Aku bergegas mencari bus yang dimaksud,"Kalau bus Trans Citra Raya, Tangerang itu ada jam nya neng paling sejam lagi,naik ini juga bisa nek tar turun di gerbang Citra bukan di Terminal Trans Citra Raya, Tangerang, gimana neng mau?" ucap lelaki yang tadi aku tanyain,"Baiklah ga papa"ucapku ,dari pada aku kelamaan menugu di sini melihat muka-muka sangar mereka yang berada di sini , mendingan aku naik ini aja deh.


Aku duduk dengan seorang nenek yang berusia sekitar 60 tahun, karena sangat lama ahkirnya aku tertidur. "Neng,neng bangun "ucap nenek yang duduk disampingku. " Ini sudah sampai mana bu?" tanyaku.


"Ini terminal Kalideres neng,"ucapnya membuatku melotot mendengarnya. "Apaaaa?"ucapku terbata-bata,ahhh kenapa aku bisa ketiduran ku acak-acakan rambutku. "Neng nyasar ?" tanyanya yang aku jawab anggukan." Ya udah neng ikut nenek aja yuk"ucapnya, karena pikiran ku yang kacau ahkirnya aku ikut nenek tersebut ke rumahnya.