One Love, One Heart

One Love, One Heart
36. Dijodohkan



"Kenapa bisa kaya gini mbak ?" ucap Daffa saat menghampiriku.


"Ceritanya panjang"ucapku. "Maaf biarkan saya yang mendorong kursi roda kakak saya" ucap Daffa pada mba Felly yang membantuku.


"Ok,kita langsung ke rumah sakit biar besok pagi langsung di periksa, dokter "ucap Felly.


"Apa tidak sebaiknya istirahat dirumah aja ?" tanyaku.


"Kalau istirahat di rumah mungkin kamu akan lebih nyaman, tetapi itu tidak baik untuk kondisimu proses perjalanan yang jauh dan macet bisa membuat badanmu kelelahan dan itu tidak baik buatmu " ucap Felly.


"Perlu aku gendong?" ucap Daffa saat kami suda berada di depan mobil.


"Tidak perlu aku masih bisa jalan" ucapku sambil masuk kedalam mobil.


"Terus kenapa tadi pakai kursi roda ?" tanya Daffa. "Karena ini"ucapku.


"Astaghfirullah kenapa dengan tanganmu " ucap Daffa saat di mobil aku membuka kain yang menutupi tanganku.


"Kakakmu terkena gigitan ular selain karena luka di tangan itu,kakakmu mengalami gangguan penglihatan karena itu harus segera dipastikan keadaannya "ucap Felly.


"Astaghfirullah, Kenapa kamu tidak bilang keadaanmu yang sebenarnya padaku. Aku kira kamu meminta jemput aku karena masalah taruhan dengan ibu" ucap Daffa.


"Sudah ga apa-apa aku tidak buta aku masih bisa melihat ko,cuma agak buram "ucapku ,aku tidak bisa melihat reaksi Daffa karena dia duduk di depan samping sopir.


Setelah sampai rumah sakit Daffa yang mengurus semua kebutuhan ku, bahkan selama seminggu full dia terus menjagaku dia hanya meninggalkan aku buat kuliah.


"Matanya akan sembuh seperti semula setelah racun dalam darahnya benar-benar tidak ada,jika masih buram berarti masih ada racun di dalam tubuhnya "ucap suara Daffa, saat ku lirik jam dinding di rumah sakit menujukkan pukul 10 malam dalam hati aku bertanya Daffa ngobrol sama siapa.


"Apa mas yang membiayai semua biaya rumah sakit nya?" ucap suara Daffa.


"Kenapa kamu bisa berkata begitu" dari suaranya aku yakin itu Nanda.


"Saat aku mengurus administrasi pihak rumah sakit bilang sudah di urus , tetapi saat melihat kamar ini tidak mungkin pihak yayasan memberikan kamar sebagus ini"ucap Daffa.


"Iya biar kamu juga nyaman "ucap Nanda.


"Semoga racunnya cepat hilang,aku sudah lihat hasil lab tes darah nya ,tinggal dikit kandungan racunnya yang terdapat pada darahnya" ucap Nanda.


Kenapa harus berhutang Budi dengan Nanda sih,tapi keluarga Nanda memiliki koneksi jika tidak ada Nanda mungkin aku masih di Papua. Selama aku di rawat tidak pernah ketemu Nanda tapi selama itu tiap malam aku selalu mendengar obrolan Nanda dengan Daffa hingga keadaanku pulih dan di ijinkan pulang.


"Seminggu lagi kontrol kesini sekalian kita cek lab lagi kandungan racun dalam darahmu" ucap dokter.


"Terima kasih dok " Ucapku sambil bersalaman dengannya sebelum meninggalkan ruangan rawat inap.


"Bagaimana keadaan mu sudah lebih baik ?" tanya Nanda saat kami berada di dalam mobil,"Kenapa mas harus jemput aku,apa tidak kerja?"tanyaku.


"Mas jaga malam jadi bisa menemani mu hari ini "ucapnya sambil mengendarai mobil.


Sesampainya di rumah kami disambut ayah dan ibu dengan tangis haru.


"Ko kamu gak bilang-bilang ibu kalau pulang,?" ucap ibu."Kejutan" ucapku.


"Ini tanganmu kenapa ?" tanya ayah, "Kena gigitan ular "ucapku lirih.


"Kenapa tidak bilang ibu dan ayah dari awal "ucap ibu.


"Aku tidak mau membuat ayah dan ibu khawatir"ucapku. " Masalahnya nggak sesimpel tentang rasa kuatir atau enggaknya, waktu beberapa hari yang lalu kamu bilang mau pulang Ibu anggap kamu gagal karena waktu masih ada 3 minggu lagi sebelum habis kontrak. Jadi Ibu langsung berkomunikasi dengan teman ibu tentang perjodohan yang dulu ibu bilang gimana dong!"ucap ibu penuh sesal.


" Aku niatnya mau bikin kejutan buat ibu tapi kalau sudah begini ya udahlah Bu nggak papa. Aku percaya pilihan Ibu pasti yang terbaik"ucapku,meski aku bisa melihat gelengan kepala tidak terima dari Nanda dan Daffa.


"Kamu ikhlas menjalaninya. GA papa jangan dipaksakan ibu tidak apa-apa ko di anggap pembohong dan tidak bisa di percaya "ucap ibu lesu.


" Aku tidak pernah berbuat sesuatu yang terbaik buat ibu ,jadi biarkan kali ini aku melakukan untuk ibu"ucapku mantap.


"Tapi kalian belum saling mengenal ibu takut kalian tidak cocok"ucap ibu." Tapi jika Ibu batalkan nama ibu taruhannya. Apa ibu siap?"tanya ayah.


"Tidak apa-apa "ucap ibu, "Kenapa tidak saling mengenal dulu kalian akan dipertemukan dalam pertunangan selama proses penjajakan kalian bisa saling mengenal sambil menunggu hari pernikahan"ucap ayah.


"Begitu juga nggak apa-apa aku setuju, tetapi aku minta jarak dari pertunangan dan pernikahan minimal 1 tahun aku tidak ingin buru-buru menikah"ucapku.


"Baiklah kalau itu mau mu,ibu akan bilang calon besan ibu"ucap ibu bahagia.


"Begitu juga tidak apa-apa, jika kami tidak cocok jangan paksakan kami untuk menikah "ucapku.


"Baiklah itu lebih baik"ucap ibu.


"Maaf ya nak Nanda harus melihat perdebatan ini"ucap ibu sambil tersenyum tipis kearah Nanda.


"Iya Bu tidak apa-apa "ucap Nanda. "Terima kasih ya atas bantuannya menyempatkan menjemput Aya"ucap ayah. " Tidak apa-apa saya senang melakukannya "ucap Nanda dengan senyum di paksakan.


"Oya tiga hari lagi Ibu membuat acara syukuran atas kepulangan kamu dengan sehat tanpa kurang satu apapun,nak Nanda datang aja cuma doa dengan tetangga sekitar" ucap ibu Nanda hanya tersenyum dan mengangguk.


"Ayo kita makan siang dulu bersama-sama, ayah sudah lapar " ucap ayah.


Tida ada obrolan di meja makan kali ini tidak seperti biasanya, yang di penuhi obrolan bahkan Daffa dari tadi juga diam memandang sendu ke arah Nanda.


"Kamu yakin dengan keputusanmu mbak ,?"ucap Daffa saat aku , Daffa dan Nanda ngobrol bertiga di teras.


"Aku cuma mau membahagiakan ibu, lagian jika tidak cocok kata ibu aku bisa membatalkan pertunangan kami"ucapku.


"Masalahnya kenapa harus pakai acara pertunangan, tidak cukup untuk saling mengenal aja"ucap Daffa.


"Iya harusnya tadi bilang gitu " ucapku."Coba mbak bilang ibu sekarang aja "ucap Daffa.


" Masalahnya tadi aku mendengar Ibu ngobrol dengan seseorang menyebutkan tentang tanggal acara pertunangan"ucapku.


"Ya udah semoga aja proses penjajakan gagal,biar pertunangan kalian juga gagal " ucap Daffa.


"Tauah aku mau tidur dulu"ucapku meninggalkan Daffa dan Nanda.


pov.Nanda


Aku bener-bener sudah kalah sebelum berperang,apa yang harus ku lakukan sekarang.


"Bengong tu televisi siapa yang nonton ,"ucap Risa yang sudah duduk disampingku.


"Kamu itu dokter ko ngerokok banyak gitu, ingat bahaya merokok " ucap bunda yang baru datang melihat Putung rokok bekas hisapan ku.


"Aku gagal sebelum berperang " ucapku. "Emang ada apa ?"tanya bunda .


"Aya sudah terlanjur di jodohkan dengan pilihan ibunya "ucapku. "Ya udah berarti Aya bukan jodohmu, doakan saja yang terbaik buatnya"ucap bunda.


"Kalau aku mendoakan kebahagiaannya terus siapa yang mendoakan kebahagiaanku" kesalku. " Bunda akan selalu berdoa untukmu dan anak-anak Bunda yang lain"ucap bunda.